BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa
darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat
mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum)
dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji
aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia.
Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan
ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini
yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing
kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari
selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan
tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada
setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok
perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%,
infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1
46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen,
dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α
menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada
perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa
dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas
penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes
terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya.
Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu
daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana).
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung
didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi
daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa
secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak
diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan
alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare
memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan
pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil
Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang
memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik
dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar
glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam
menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan
yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1),
200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB
sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar
glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa
flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase
penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-
masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70%
daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar
GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan
kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400
mg/kgBB.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif
flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah
(antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo.
Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan
hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan
kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan
dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan
dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan
17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah
yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging
buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.