Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Penulis: MUHAMMAD AFQARY
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI OBAT KEDALUWARSA OBAT RUSAK DAN OBAT STOK MATI DI APOTEK TUNGGILIS KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat yang tidak efisien menyebabkan tingginya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati. Faktor lain penyebab terjadinya karena human error saat penerimaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya obat kedaluwarsa dan rusak serta stok mati agar dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif. Sampel yang digunakan untuk mengetahui obat kedaluwarsa, obat rusak dan stok mati yaitu seluruh obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor periode tahun 2021 – 2022. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan berupa perhitungan persentase kemudian dibandingkan dengan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase obat kedaluwarsa pada tahun 2021 sebesar 2,28% dengan total kerugian sebesar Rp 2,433,765 dan pada tahun 2022 sebesar 1,49% dengan total kerugian Rp 1,316,573. Persentase obat rusak pada tahun 2021 sebesar 0,26% dengan total kerugian Rp 139,700 dan pada tahun 2022 sebesar 0%. Persentase obat stok mati pada tahun 2021 sebesar 0,40% dengan total Kerugian Rp 719,904 dan pada tahun 2022 dengan total kerugian sebesar 0,61% Rp 705,276. Kesimpulannya adalah persentase obat kedaluwarsa tahun, obat rusak tahun 2021 dan obat stok mati tidak sesuai.dengan indikator penelitian, sedangkan persentase obat rusak tahun 2022 sesuai dengan indikator penelitian sehingga dengan temuan ini perlu ditingkatkan proses pengelolaan, pengadaan obat untuk meminimalisir terjadinya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

"GAMBARAN KESESUAIAN SUHU PENYIMPANAN DAN BUD (Beyond Use Date) OBAT REKONSTITUSI DI RUANG PERINATOLOGI BERDASARKAN STANDAR STABILITAS OBAT REKONSTITUSI DI RSUD KOTA BOGOR"

2025Koleksi Perpustakaan

Rekonstitusi obat merupakan kegiatan pencampuran atau peracikan obat dengan tujuan menghasilkan dosis dan volume yang diinginkan. Pada sediaan obat rekonstitusi yang perlu diperhatikan yaitu suhu penyimpanan pada obat rekonstitusi dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi dimana BUD merupakan batas akhir penggunaan obat rekonstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi ,mengetahuai gambaran kesesuaian suhu penyimpanan dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi di ruang perinatologi berdasarkan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini bersifat desktiptif observasional dimana data yang diambil merupakan hasil dari pengamatan langsung pada obat rekonstitusi di ruang perinatologi periode 26 Januri–26 Februari 2024. Pengolahan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan dicatat. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 obat yang sudah melalui proses rekonstitusi hasil ini di dapat dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi injeksi dasar 69% dengan jumlah 56 obat rekonstitusi, injeksi hight alert 24% dengan jumlah 19 obat rekonstitusi, injeksi psikotropika 7% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi, infus dasar 19% dengan jumlah 3 obat rekonstitusi, infus nutrisi 37% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi dan infus hight 44% dengan jumlah 7 obat rekonstitusi. Kesesuaian suhu penyimpanan obat rekonstitusi dan kesesuaian Beyond Use (BUD) sudah sesuai dengan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor yaitu 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT DIRECT ACTING ANTIVIRAL ( DAA ) PADA PASIEN HEPATITIS C DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE 2021-2023

2025Koleksi Perpustakaan

Hepatitis C merupakan penyakit radang atau inflamasi pada sel-sel hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C. Hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Secara global, diperkirakan 71 juta orang terinfeksi virus hepatitis C kronis. Sejumlah besar dari mereka yang terinfeksi kronis akan berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian terapi obat Direct Acting Antiviral (DAA) di RSUD Kota Bogor serta untuk mengetahui kesesuaian pemberian terapi obat antiviral berdasarkan Pedoman Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia tahun 2017 meliputi data sosiodemografi pasien yaitu usia dan jenis kelamin, data karakteristik pasien hepatitis C berdasarkan tipe infeksi dan tingkat keparahan, dan pemberian terapi obat hepatitis C pada pasien yang sudah melakukan pengobatan, sedangkan data pemberian kesuaian pemberian terapi obat meliputi (Dosis, durasi, dan frekuensi pengobatan). Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 166 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang diperoleh dari rekam medis rawat jalan. Profil sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin menujukan bahwa pasien terbanyak yaitu laki-laki sebesar 69,9%, rentang usia yang paling banyak mengidap hepatitis C adalah usia 36 sampai 45 tahun sebesar 41,6%, karakteristik pasien hepatitis C dengan tipe infeksi monoinfeksi lebih banyak dari koinfeksi yaitu sebesar 80,7%, serta tingkat keparahan non sirosis sebesar 62,7%. Kombinasi obat paling banyak digunakan adalah Sofosbuvir dan Daclatasvir sebanyak 50,6%. Kesesuaian durasi, dan kesesuaian frekuensi pengobatan mencapai 100% dan dosis pengobatan mencapai 93,4%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS PADA LAYANAN BPJS PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85 orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun. lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak 82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi obat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB AKURASI STOCK OPNAME TIDAK TERCAPAI DI INSTALASI FARMASI KHUSUS IGD RS BAYUKARTA KARAWANG

2025Koleksi Perpustakaan

Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses stock opname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi (16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO yang sudah ada.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI OBAT DEMAM ANAK DI RW 005 DESA SALABENDA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278 dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden. Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK (41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 % dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05) maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON PADA PASIEN TIFOID DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

2025Koleksi Perpustakaan

Tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini tifoid masih menjadi masalah kesehatan di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antibiotik seftriakson pada pasien tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan di analisis secara deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari sampel 86 pasien dewasa tifoid menunjukkan bahwa pasien laki-laki sebesar 28% dan perempuan sebesar 72%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 17-25 tahun sebesar 30%. Efektifitas seftriakson dilihat dari lama perawatan 1-3 hari sebesar 87% berdasarkan dua parameter penurunan suhu tubuh dan penurunan kadar leukosit. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan antibiotik seftriakson pada tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sudah efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020

2025Koleksi Perpustakaan

Obat-obatan merupakan salah satu factor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di Puskesmas, oleh karena itu jika terjadi permasalahan pada persediaan perbekalan farmasi akan mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatan pengelompokan obat berdasarkan ABC nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2020 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 66 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kelompok A terdapat 16 item dengan total pemakaian 61.214, kelompok B terdapat 15 item dengan total pemakaian 11.467, dan kelompok C terdapat 36 item dengan total pemakaian 4.475, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp 23.352.841, kelompok B total investasi Rp 4.326.020, dan kelompok C total investasi Rp 1.590.313, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 17 item, kelompok B sebanyak 40 item, dan kelompok C sebanyak 9 item, dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 13 item (19,70%), kelompok B terdapat 42 item (63,63%), dan kelompok C terdapat 11 item (16,67%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUKALARANG SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahui gambaran data sosiodemografi, gambaran jenis obat antihipertensi, efektivitas serta perbedaan efektivitas Amlodipin dan Captoprilpada pasien hipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi dari berkas pasien yang diperoleh dengan mengolah kejadian sebelumnya. Data yang diambil dari rekam medis dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi terbanyak perempuan sebesar 71% dengan rentang usia terbanyak 20-60 tahun sebesar 74%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak amlodipin 62%. Untuk hasil perbedaan Efektifitas menggunakan uji SPSS Mann-Whitney hasilnya Amlodipin lebih efektif memiliki rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik sebesar 34,67/7,00 mmHg sedangkan rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik obat Captopril sebesar 23,94/7,10 mmHg. Dengan nilai sig amlodipin dan Captopril Ƿ <0.05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik/diastolik pada penggunaan obat Amlodipin dan obat Captopril.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INFORMASI OBAT CYTOTEC® PADA SISWA SMAN XYZ KECAMATAN CITEUREUP

2023Koleksi Perpustakaan

Misoprostol adalah analog sintetik dari prostaglandin, memberikan karakteristik pencegahan dan penyembuhan tukak lambung dan ulkus duodenum. Ketika misoprostol diberikan efek samping yang paling sering terjadi adalah mual, muntah, diare, sakit perut, demam, dan menggigil dan komplikasi terkait dengan dosis yang lebih tinggi. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengetahuan adalah sosiodemografi yaitu usia, jenis kelamin dan tingkatan kelas. Pemberian informasi obat benar-benar dibutuhkan, dimana cukup besar penderita yang tidak memperoleh informasi obat secara lengkap mengenai obat yang dipakainya, karena pemakaian obat yang kurang baik dan dapat berbahaya bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec® pada siswa SMAN XYZ Kecamatan Citeureup. Penelitian ini bersifat Prosfektif ini dilakukan pada 303 siswa SMA Negeri XYZ Kecamatan Citeureup. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang obat Misoprostol Cytotec® sebelum dan sesudah diberikan informasi obat dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Pre-Test penelitian ini menunjukan berpengetahuan cukup (25,08%) dan berpengetahuan kurang (74,92%), sedangkan berdasarkan Post-Test berpengetahuan baik (86,47%), berpengetahuan cukup (12,21%) dan berpengetahuan kurang (1,32%). Hasil tersebut menyatakan bahwa p-value < 0,05 yang menujukan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec® pada siswa SMAN XYZ Kecamatan Citeureup.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail