BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Obat-obatan merupakan salah satu factor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan
pada pasien di Puskesmas, oleh karena itu jika terjadi permasalahan pada persediaan
perbekalan farmasi akan mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatan pengelompokan obat berdasarkan ABC nilai
pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan
penggunaan obat di tahun 2020 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam
penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 66 item obat. Hasil dari penelitian
ini adalah nilai kelompok A terdapat 16 item dengan total pemakaian 61.214, kelompok B
terdapat 15 item dengan total pemakaian 11.467, dan kelompok C terdapat 36 item dengan total
pemakaian 4.475, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp 23.352.841, kelompok B
total investasi Rp 4.326.020, dan kelompok C total investasi Rp 1.590.313, pada nilai kritis
kelompok A sebanyak 17 item, kelompok B sebanyak 40 item, dan kelompok C sebanyak 9
item, dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 13 item
(19,70%), kelompok B terdapat 42 item (63,63%), dan kelompok C terdapat 11 item (16,67%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perencanaan obat adalah upaya penetapan jenis dan jumlah obat sesuai dengan
kebutuhan serta anggaran. Perencanaan obat yang baik perlu dilakukan analisis
perencanaan. Obat narkotika dan psikotropika merupakan obat yang jumlahnya
paling sedikit di RSUD Kota Bogor. Analisis ABC Indeks Kritis merupakan
analisis perencanaan berdasarkan nilai ekonomis serta memilih obat narkotika dan
psikotropika yang menjadi prioritas sangat penting (kelompok A), penting
(kelompok B), dan kurang penting (kelompok C). penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hasil analisis metode ABC Indeks Kritis dengan menentukan nilai
pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai ABC Indeks Kritis dan
mengetahui perencanaan obat narkotika dan psikotropika sudah sesuai dengan
kebutuhan perbekalan farmasi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan
jenis analisis deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara
retrospektif yaitu pengambilan data diambil berdasarkan data yang telah ada yaitu
sebanyak 35 sampel sediaan psikotropika dan narkotika yang ada di RSUD Kota
Bogor periode Januari–Juni 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa
dari 16 sediaan obat narkotika, 3 item merupakan kelompok A (18,75%), 9 item
kelompok B (56,25%), dan 4 item kelompok C (25%) dan 19 sediaan obat
psikotropika , 2 item kelompok A (8%), 16 item kelompok B (64%), 7 item
kelompok C (28%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan
kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada
persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan
rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat
berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks
kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021
serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari
penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total
pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian
378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958,
pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B
total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp.
682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B
sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis
ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B
terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna
menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut
untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan,
meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi
penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika
berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan
dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan
kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di
RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan
dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang
terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada
Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%),
kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4
- 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan
NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00
%), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).