Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: ABC Indeks Kritis
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020

2025Koleksi Perpustakaan

Obat-obatan merupakan salah satu factor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di Puskesmas, oleh karena itu jika terjadi permasalahan pada persediaan perbekalan farmasi akan mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatan pengelompokan obat berdasarkan ABC nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2020 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 66 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kelompok A terdapat 16 item dengan total pemakaian 61.214, kelompok B terdapat 15 item dengan total pemakaian 11.467, dan kelompok C terdapat 36 item dengan total pemakaian 4.475, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp 23.352.841, kelompok B total investasi Rp 4.326.020, dan kelompok C total investasi Rp 1.590.313, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 17 item, kelompok B sebanyak 40 item, dan kelompok C sebanyak 9 item, dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 13 item (19,70%), kelompok B terdapat 42 item (63,63%), dan kelompok C terdapat 11 item (16,67%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE JANUARI-JUNI 2022

2023Koleksi Perpustakaan

Perencanaan obat adalah upaya penetapan jenis dan jumlah obat sesuai dengan kebutuhan serta anggaran. Perencanaan obat yang baik perlu dilakukan analisis perencanaan. Obat narkotika dan psikotropika merupakan obat yang jumlahnya paling sedikit di RSUD Kota Bogor. Analisis ABC Indeks Kritis merupakan analisis perencanaan berdasarkan nilai ekonomis serta memilih obat narkotika dan psikotropika yang menjadi prioritas sangat penting (kelompok A), penting (kelompok B), dan kurang penting (kelompok C). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis metode ABC Indeks Kritis dengan menentukan nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai ABC Indeks Kritis dan mengetahui perencanaan obat narkotika dan psikotropika sudah sesuai dengan kebutuhan perbekalan farmasi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan jenis analisis deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu pengambilan data diambil berdasarkan data yang telah ada yaitu sebanyak 35 sampel sediaan psikotropika dan narkotika yang ada di RSUD Kota Bogor periode Januari–Juni 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 16 sediaan obat narkotika, 3 item merupakan kelompok A (18,75%), 9 item kelompok B (56,25%), dan 4 item kelompok C (25%) dan 19 sediaan obat psikotropika , 2 item kelompok A (8%), 16 item kelompok B (64%), 7 item kelompok C (28%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI RS MULIA PAJAJARAN KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian 378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp. 682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD CIAWI

2022Koleksi Perpustakaan

Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan, meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4 - 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00 %), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail