Profil penulis
RIRA NOVIARIANTI
7 karya publik ditemukan.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT JALAN DI RSUD LEUWILIANG
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN GASTROENTERITIS BALITA RAWAT INAP DI RSUD LEUWILIANG
Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit 2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki- laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien, penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime 100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi pemberian 100%
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD LEUWILIANG BOGOR
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di dunia karena hipertensi merupakan faktor resiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler. Sebagai salah satu penyakit yang cukup besar prevalensinya, penggunaan obat antihipertensi penting diketahui untuk perencanaan kebutuhan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sosiodemografi dari pasien hipertensi dan mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi yang diberikan kepada pasien BPJS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Leuwiliang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan alat ukur data rekam medis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara Total Sampling. Total sampel yang didapat sebanyak 393 pasien. Data yang telah didapat kemudian di klasifikasikan dan diringkas ke dalam tabel, disusun berdasarkan tujuan penelitian. Penderita essential (primary) hypertension paling banyak diderita oleh perempuan sebesar 67,43% dan pada kelompok usia lansia akhir 56 - 65 tahun yaitu sebesar 36,90%. Penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak yaitu Amlodipin sebesar 43,30%. Golongan obat yang yang paling banyak digunakan yaitu Antagonis Kalsium sebesar 43,06%. Penggunaan obat antihipertensi lebih banyak menggunakan satu jenis obat (monoterapi) sebesar 53,18%. Kombinasi obat antihipertensi terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kombinasi 2 obat, kombinasi 3 obat, dan kombinasi 4 obat antihipertensi. Kombinasi 2 obat antihipertensi paling banyak yaitu kombinasi Antagonis Kalsium dengan ACE Inhibitor. Kombinasi 3 obat antihipertensi paling banyak yaitu Antagonis Kalsium, ACE Inhibitor, Diuretik dan kombinasi Antagonis Kalsium, ACE Inhibitor, b-blocker. Kombinasi 4 obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi Antagonis Kalsium, ACE Inhibitor, b-blocker dan Diuretik. .
EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN DEMAM BERDARAH PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LEUWILIANG
GAMBARAN PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA PADA PASIEN JIWA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG PERIODE JANUARI-MARET TAHUN 2020
Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran peresepan psikotropika yang meliputi gambaran usia, jenis kelamin, diagnosis, jenis obat, dan jumlah item obat dalam resep pada pasien jiwa di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang periode Januari-Maret 2020. Gambaran peresepan dapat diketahui dengan melihat data pada rekam medik. Data dikumpulkan dengan cara retrospektif kemudian dianalisis secara deskriptif. Data yang diteliti sebanyak 90 sampel. Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 52% dan jenis kelamin perempuan 48%. Berdasarkan gambaran usia paling tinggi yaitu usia 26-35 tahun 27,78%. Diagnosis terbanyak yaitu skizofrenia sebesar 51,11% dengan penggunaan obat psikotropika yang paling banyak diresepkan yaitu clobazam (72%) dengan jumlah peresepan terbanyak sejumlah 30 tablet (53 resep dari 90 resep).