Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Informasi Obat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BEYOND USE DATE SIRUP DAN SUSPENSI ORAL DI APOTEK KIMIA FARMA YARAHMAH BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pengetahuan pasien, diantaranya pemberian informasi mengenai batas waktu konsumsi obat setelah kemasannya dibuka. Batas waktu penggunaan obat setelah kemasannya dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh PIO terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai BUD pada sediaan sirup dan suspensi oral di Apotek Kimia Farma Yarahmah Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang yang diambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah PIO. Hasil data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan 74,07%, berdasarkan usia yaitu 26-35 tahun 29,63%, berdasarkan pendidikan yaitu SMA 58,02%, dan berdasarkan pekerjaan yaitu karyawan/buruh 37,04%. Rata-rata tingkat pengetahuan BUD responden sebelum PIO sebesar 46,88%, sedangkan sesudah PIO 80,24%. Hasil normalitas data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,07 > 0,05. Hasil uji t berpasangan (Paired Samples t-Test) terdapat pengaruh PIO yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan Beyond Use Date (BUD) sirup dan suspensi oral responden dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 dan memiliki pengaruh yang sangat besar dengan nilai effect size 2,485.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN INFORMASI OBAT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG INFORMASI OBAT KEPADA PASIEN PUSKESMAS TENJOLAYA

2025Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian tahun 2017 menjelaskan bahwa puskesmas yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar adalah puskesmas yang telah menerapkan pemberian informasi obat (PIO) dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan responden tentang informasi obat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang informasi obat meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukan bahwa Frekuensi responden paling banyak berjenis kelamin laki-laki 66,34%, kategori usia dewasa menjadi responden terbanyak sebanyak 66,67%. Pendidikan paling banyak SMA 73,33% dan Pekerjaan paling banyak Petani/Peternak sebesar 30%. Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah kurang sebanyak 100%, namun setelah dilaksanakan penyuluhan tentang PIO tingkat pengetahuan pasien meningkat dengan baik 26,67%, cukup 66,67% dan kurang 6,67%. Hasil analisis statistik dengan uji Wilcoxon menunjukan bahwa adanya perbedaan bermakna tangkat pengetahuan pasien tentang informasi obat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dilihat dari nilai p value < 0,05 (p-value = 0,000).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INFORMASI OBAT CYTOTEC® PADA SISWA SMAN XYZ KECAMATAN CITEUREUP

2023Koleksi Perpustakaan

Misoprostol adalah analog sintetik dari prostaglandin, memberikan karakteristik pencegahan dan penyembuhan tukak lambung dan ulkus duodenum. Ketika misoprostol diberikan efek samping yang paling sering terjadi adalah mual, muntah, diare, sakit perut, demam, dan menggigil dan komplikasi terkait dengan dosis yang lebih tinggi. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengetahuan adalah sosiodemografi yaitu usia, jenis kelamin dan tingkatan kelas. Pemberian informasi obat benar-benar dibutuhkan, dimana cukup besar penderita yang tidak memperoleh informasi obat secara lengkap mengenai obat yang dipakainya, karena pemakaian obat yang kurang baik dan dapat berbahaya bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec® pada siswa SMAN XYZ Kecamatan Citeureup. Penelitian ini bersifat Prosfektif ini dilakukan pada 303 siswa SMA Negeri XYZ Kecamatan Citeureup. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang obat Misoprostol Cytotec® sebelum dan sesudah diberikan informasi obat dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Pre-Test penelitian ini menunjukan berpengetahuan cukup (25,08%) dan berpengetahuan kurang (74,92%), sedangkan berdasarkan Post-Test berpengetahuan baik (86,47%), berpengetahuan cukup (12,21%) dan berpengetahuan kurang (1,32%). Hasil tersebut menyatakan bahwa p-value < 0,05 yang menujukan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pelayanan Informasi Obat Cytotec® pada siswa SMAN XYZ Kecamatan Citeureup.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail