Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Metabolit
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PROFIL METABOLIT SEKUNDER MINYAK ATSIRI DAUN JINTEN (Coleus amboinicus Lour.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023Koleksi Perpustakaan

Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%), Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α- Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361 mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang). Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PROFIL METABOLIT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) CAIR DAN SERBUK

2023Koleksi Perpustakaan

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY (Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl- persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm, vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90 ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045 ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu, kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul dibandingkan kombucha daun salam serbuk.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.), RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN KOMBINASINYA

2023Koleksi Perpustakaan

Rimpang lengkuas dan rimpang kencur adalah bagian dari tanaman yang dibudidayakan, dapat digunakan sebagai obat dan mengandung senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak tunggal rimpang lengkuas dan kencur, serta kombinasi keduanya. Rimpang lengkuas dan kencur masing- masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis metabolit sekundernya. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan kombinasinya dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan 1,1-difenil- 2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang lengkuas dan rimpang kencur mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal lengkuas dan kencur termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,84 ppm dan 23,69 ppm. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas dan kencur dengan perbandingan (1:1), (1:2), dan (2:1) berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 158,19 ppm (kategori sedang), 44,72 ppm (kategori sangat kuat), dan 89,81 ppm (kategori kuat).Vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 1,98 ppm. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi lengkuas dan kencur tidak memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PROFIL METABOLIT Lactobacillus plantarum MENGGUNAKAN GC-MS

2022Koleksi Perpustakaan

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)- trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan 5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing yaitu 28,535% dan 33,046%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail