Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.493 karya publik ditemukan.

2026: 982025: 2552024: 532023: 3282022: 3212021: 1192020: 142019: 642018: 2002017: 22016: 12014: 12005: 12004: 1

ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN PROLANIS KLINIK INSANI CITEUREUP PERIODE JULI-SEPTEMBER 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara integrasi melibatkan peserta, Fasilitas kesehatan dan badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS). Berdasarkan data dari pembiayaan penyakit kronis paska pensiun yang dikeluarkan BPJS kesehatan terbesar adalah biaya Hipertensi dan Diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien prolanis Klinik Insani Citeurep, mengetahui sosiodemografi pasien dan terapi obat pasien prolanis. Penelitian dilakukan dengan metode deskripstif dengn mengambil data resep secara retrospektif pada bulan Juli-september 2020. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil usia pasien prolanis yang paling banyak adalah usia 45-61 tahun sebanyak 53%, Jenis Kelamin pada terbanyak terdapat pada perempuan sebanyak 83.3%, Untuk pendidikan terakhir paling banyak adalah tamatan SMA sebanyak 53.60% ,dan untuk Pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 83.3%. Profil obat terbanyak pada pasien hipertensi adalah golongan obat Beta Blocker yaitu Bisoprolol , untuk pasien diabetes golongan obat terbanyak adalah Biguanid yaitu metformin, untuk pasien CAD golongan obat tebanyak adalah Beta bloker yaitu bisoprolol , dan untuk pasien asam urat yang terbanyak adalah golongan obat xanthine oxidase yaitu allopurinol. Total biaya medik langsung pada bulan juli sebanyak Rp. 1.087.802, pada bulan Agustus Rp.730.955 sedangkan pada bulan September adalah sebanyak Rp.482.760 . Dan untuk total keseluruhannya biaya medik langsung pada pasien prolanis yaitu sebanyak Rp. Rp. 2.301.535 , Sedangkan untuk biaya medik tidak langsung pasien prolanis pada bulan Juli sebesar Rp.102.000, bulan Agustus Rp.85.000 dan pada bulan September yaitu Rp.80.000 dan untuk total biaya medik tidak langsung yaitu sebanyak Rp. 267.000

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT PETAI ( Parkia Speciosa ) DAN..KULIT..JENGKOL ( Archidendron jiringa..( Jack )..I.C.Nielsen )..DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50 (Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50 diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2. Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.