Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.493 karya publik ditemukan.

2026: 982025: 2552024: 532023: 3282022: 3212021: 1192020: 142019: 642018: 2002017: 22016: 12014: 12005: 12004: 1

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KORTIKOSTEROID PADA PASIEN SUDDEN DEAFNESS DI RS KHUSUS THT BEDAH KL PROKLAMASI JAKARTA PUSAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sudden Deafness adalah penurunan kemampuan pendengaran mendadak, hilangnya sensitifitas pendengaran ≥ 30 dB pada pengukuran lebih dari tiga frekuensi berturut- turut dalam waktu 3 hari. Pengobatan tuli mendadak meliputi terapi obat dan non obat. Pada umumnya terapi awal yang diberikan adalah kortikosteroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi penggunaan kortikosteroid pada pasien di RS Khusus THT Bedah KL Proklamasi Jakarta Pusat. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Dari 375 orang penderita sudden deafness selanjutnya diambil sampel sebanyak 79 pasien. Karakteristik pasien sudden deafness berdasarkan jenis kelamin adalah laki- laki 60,76%, perempuan 39,24%. Karakteristik berdasarkan umur dari yang terbanyak adalah kelompok dewasa awal 37,97%, dewasa akhir 29,13%, lansia awal 12,65%, remaja akhir 11,29%, lansia akhir 6,32% dan manula 2,54%. Penggunaan obat kortikosteroid terbanyak dengan penggunaan oral adalah methylprednisolone 80,70% dan penggunaan injeksi/intratimpanik adalah triamcinolone 60%. Hasil evaluasi penggunaan obat kortikosteroid di RS Khusus THT Bedah KL Proklamasi Jakarta Pusat dengan pedoman penggunaan kortikosteroid tahun 2012, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 88,60%, tepat obat 100%, tepat dosis 95%, tepat waktu pemberian 81%, dan tepat frekuensi pemberian 79,70%.

ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK TARA FARMA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu - 0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan tersenyum.

GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TABLET FE TERHADAP PENINGKATAN HB PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seorang wanita yang di dalam rahimnya terdapat embrio disebut kondisi hamil. Perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan kehamilan dan kesehatan calon bayi. Salah satu penyakit yang menyerang pada masa kehamilan yaitu anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1% dan proporsi ibu hamil di perkotaan 36,4% hampir sama dengan proporsi ibu hamil di perdesaan 37,8%. Wanita hamil dengan kadar Hb < 10 gr/100 ml disebut menderita anemia dalam kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur dan untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan tablet Fe bagi ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur. Metode obsevasional survey digunakan dalam penelitian dengan mengambil data pasien secara retrospektif dalam jangka waktu satu tahun dengan populasi sampel 92 pasien, dan dievaluasi dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang berusia 26-35 tahun sebesar 46%, mayoritas pekerjaan sebagai IRT sebanyak 48%, dan mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 56%. Efektivitas tablet Fe ditunjukkan dengan adanya penurunan pasien penderita anemia, pada Hb I pasien anemia sebanyak 59 dan pada Hb III menjadi 15 pasien. Seiring dengan menurunkan penderita anemia, maka pasien yang tidak menderita anemia mengalami peningkatan dari Hb I ke Hb III, yaitu 33 pasien menjadi 77 pasien.

AKTIVITAS ANTIPIRETIK KOMBINASI INFUSA DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L) DAN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam adalah mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal yaitu 37,5°C. Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat penurun demam seperti parasetamol. Parasetamol bila digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan hati, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan obat herbal seperti daun kemangi dan kembang sepatu untuk menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antipiretik dari kombinasi infusa daun kemangi (Ocimum americanum L) dan kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) terhadap mencit putih jantan galur Deutschland Denden Yoken (DDY). Penelitian ini terdiri dari 7 kelompok dan tiap kelompok digunakan 4 ekor mencit putih jantan. Masing-masing perlakuan diberi infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasinya dengan volume 1 ml. Hewan uji diinduksi demam menggunakan pepton sebanyak 0,2 ml secara intraperitoneal. Pengukuran suhu tubuh hewan uji menggunakan termometer digital tiap 30 menit hinggam 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasi dengan perbandingan (1:1) (1:2) dan (2:1) pada menit ke 180 masing-masing menunjukkan ∆t yaitu 2,3°C, 1,8°C, 1,8°C, 2,1°C, dan 2,7°C, yang berarti memiliki aktivitas antipiretik terhadap mencit putih jantan. Serta pada kombinasi infusa (2:1) menunjukkan aktivitas antipiretik yang sama seperti parasetamol yaitu 2,7°C.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g) Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil: kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat 30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas (Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif 730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.

GAMBARAN POLA PENGOBATAN PADA PASIEN MULTI DRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS (MDR – TB) DAN TINGKAT KEBERHASILAN DI RS PARU DR. M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Multi Drug Resistance tuberculosis (MDR – TB) adalah keadaan dimana bakteri Mycobacterium tuberculosis resistan obat terhadap minimal 2 obat antituberkulosis yaitu INH dan Rifampisin secara bersama atau disertai resisten terhadap OAT lini pertama seperti etambutol, streptomisin dan pirazinamid. Desain penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mengambil data yang diperoleh dari data rekam medis pasien secara retrospektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adannya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Data anilisis secara deskriptif ini nantinya akan menghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabel dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan diagram. Sampel yang di ambil sebanyak 139 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien MDR-TB paling banyak perempuan (51,1%), usia terbanyak 36-44 tahun (25,2%), Pendidikan terbanyak SD (39,6%), Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (32,4%). Terapi yang digunakan pasien MDR- TB terbanyak terapi individual (72,7%) dengan regimen Z – E – Km – Lfx – Eto – Cs – B6 (28,1%). Lama pengobatan terbanyak 21- 24 bulan (21,3%). Efek samping obat yang terjadi sebayak 91,4% dengan efek samping terbanyak adalah mual muntah ringan (87 %). Kepatuhan berobat sebanyak (92,8%). Hasil terapi adalah sembuh (62,6%).

VALIDASI METODE ANALISA PENETAPAN KADAR CITRUS BIOFLAVANOID DAN PUREWAY C DALAM LOCO PROVE-C KSS SECARA HPLC

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevaliditasan metode analisis Citrus Bioflavanoid dan Pureway C secara HPLC. Karena metode analisa kadar dengan HPLC ini masih baru dan dikembangkan maka diperlukan validasi metode. Karena validasi metode analisis berguna untuk mengetahui dan menjamin metode analisis tersebut tepat atau valid untuk digunakan. Parameter validasi metode yang dilakukan meliputi uji presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi, selektivitas , spesifitas, rugedness dan stabilitas .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HPLC dengan menggunakan fase gerak methanol dan aquadest yang dicampurkan dengan perbandingan (70:30) dengan panjang gelombang UV 280 nm. Kolom yang digunakan adalah jenis C18 dengan menginjeksikan sampel dan standar dengan volume injek 10 μl. Hasil uji kesesuaian sistem yang meliputi lempeng teoritis, asimetrisitas dan RSD memenuhi syarat . Hasil dari presisi kadar Citrus Bioflavanoid adalah sebesar 103,92% dan untuk Pureway C adalah sebesar 101,23% dengan nilai SBR sebesar 0,40 dan 0,60 . Hasil perolehan kembali dalam akurasi Citrus Bioflavanoid yaitu 99,99 % - 101,72% , dan perolehan kembali Pureway C yaitu 100,43%-101,84%. Metode ini memberikan linearitas yang baik dengan nilai korelasi untuk Citrus Bioflavanoid ( r2 = 0,9997) dan nilai korelasi untuk Pureway C ( r2 = 0,9999). Hasil SBR stabilitas untuk Citrus Bioflavanoid dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,255 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,255 . Hasil SBR stabilitas untuk Pureway C dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,346 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,940 dan nilai LOD dan LOQ untuk Citrus Bioflavanoid sebesar 0,00103 mg/mL dan 0,00345 mg/mL dan nilai LOD dan LOQ untuk Pureway C sebesar 0,00143 mg/mL dan 0,00426 mg/mL . Karena persyaratan validasi metode meliputi uji kesesuaian sistem , presisi ,akurasi, linearitas, spesifitas, selektivitas, stabilitas, rugedness, LOD dan LOQ sudah memenuhi syarat maka Metode analisa ini valid dan dapat digunakan untuk mengukur kadar Citrus Bioflavanoid dan Pureway C menggunakan HPLC