2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien,
gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran
penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan
hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross
sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari
SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode
total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38
pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi
tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan
yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC
VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan
JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika,
uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara
kesesuaian dengan keberhasilan terapi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti
penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab
banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan
merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan
minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini
bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei
2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin
responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia
terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak
61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%,
prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140-
159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg)
sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan
rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat
kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi,
p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara
tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1
Depok.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling
banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya.
Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya
interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas
Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara
retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara
purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 290 pasien menunjukkan, sebagian
besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 192 pasien (66,21%) dengan
rentang usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40%). Penyakit penyerta
terbanyak adalah myalgia sebanyak 73 pasien (20%). Pasien mayoritas
mendapatkan 2–4 obat dengan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan,
yaitu amlodipin sebanyak 284 pasien (91,03%), sedangkan obat penyakit penyerta
yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 171 pasien (17%).
Kejadian interaksi obat terjadi pada 29,70% dari obat antihipertensi maupun obat-
obat penyakit penyerta. Interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipin
dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak
sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7
kasus (44%). Ketiga kejadian interaksi obat terjadi secara farmakodinamik dengan
level keparahan moderat.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran
pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran
pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada
penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi.
Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang
dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug
Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan
analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care
Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis
tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan
bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak
18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan
indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah
terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan
akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode
Juni – Agustus 2021.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara
berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui
bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut
nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi
pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat
indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi
pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan
pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang
terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode
Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak
56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan
berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink
sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi
95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%,
tepat frekuensi pemberian 98,74%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan
penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka
kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat
Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non
eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari
resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020.
Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime
35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik
cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%.
Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime
1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan
nilai DDD WHO 300.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan
atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan
ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak
di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88
pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman
Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS
2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki
57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan
paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37
resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan
tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%,
parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%,
ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan
kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian
obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan
kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak
nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker
lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik
langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani
Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan
cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak
23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%,
pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung
Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan
Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit
endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa
(KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan
Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak
diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial
berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan
di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau
tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data
sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian
DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis
subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%),
indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu
interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat
yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink
sebanyak 112 pasien (94,11%).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan pelayanan yang diberikanApoteker
kepada pasien guna meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan resiko terjadinya
efek samping. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik dan
terkenal sebagai the silent killer. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi PIO yang
diberikan kepada pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 di RS Annisa. Penelitian
bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien mengetahui gambaran PIO
terhadap pasien DM tipe 2 rawat jalan RS Annisa dan mengetahui gambaran kesesuaian
PIO terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di RS Annisa.
Penelitian dilakukan secara prospektif dimulai bulan Mei-Juni 2021 dengan databerupa
pengisian formchecklist dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat 141 sampel dengan jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 72,34% dan usia
dengan pasien terbanyak yaitu usia lansia akhir 40%. Indikator PIO yang digunakan
berupa nama obat, sediaan obat, indikasi obat, cara penggunaan obat, frekuensi
pemakaian dan waktu sesudah atau sebelum makan sudah mencapai nilai 100%,
selanjutnya untuk indikator PIO waktu konsumsi obat mencapai 96,45%, jumlahobat
69,50% dan dosis obat 46,80%, juga terdapat indikator PIO yang belum disampaikan
berupa, cara penyimpanan, interaksi obat dan efek samping obat. Rata- rata kesesuaian
PIO dengan SOP RS Annisa sebesar 67,70%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi
pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus
mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas
antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang
memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan
menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas
dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur
dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas
antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan
dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang
digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau
dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol
70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk
mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya
memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid,
flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau
memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur
memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi
kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan
daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif
pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya
(Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn)
dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan
maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia
dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96%
daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid,
saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat
menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan
kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya
dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak
beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan
Pityrosporum ovale.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan