Profil penulis
M
1.493 karya publik ditemukan.
PEDOMAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS
GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI PADA PASIEN GASTRITIS DI RS BHAYANGKARA SETUKPA POLRI SUKABUMI
Gastritis ialah peradangan mukosa lambung yang sifatnya akut, kronik, difus dan lokal yang diakibatkan oleh bakteri, stres, zat kimia, obat-obatan, serta makanan. Pengobatan penyakit gastritis salah satunya dengan pemberian obat golongan H2 bloker dan proton pump inhibitor (PPI). Tujuan penelitian ini guna mengetahui gambaran efektivitas penggunaan injeksi pada pasien gastritis melalui rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik bulan Januari – Desember 2020 terdiri atas usia, jenis kelamin, pekerjaan, golongan obat yang digunakan, lama rawat inap dan gejala khusus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 150 pasien. Data yang didapatkan dilakukan analisis dengan memanfaatkan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian pasien gastritis banyak terjadi kepada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 56,00%, rentang usia remaja (17 - 25 tahun), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga, gejala yang sering timbul yaitu mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pengggunan golongan obat PPI pasien gastritis 80% (120 pasien) dan golongan obat H2 blocker 20% (30 pasien).Obat gastritis paling banyak digunakan omeprazol sebanyak 116 pasien (77,33%) dengan nilai rata – rata lama rawat inap 4,53 hari (4 hari 13 jam).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) ATAS DI PUSKESMAS PULO ARMYN BOGOR
Infeksi saluran pernapasan atas atau upper Respiratory tract Infections (URI / URTI) adalah infeksi yang terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. Beberapa penyakit yang masuk dalam infeksi ini adalah pilek, sinusitis, tonsillitis, dan faringitis.. ISPA Atas disebabkan karena bakteri, virus, jamur dan ricketsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien, profil penggunaan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien penderita penyakit ISPA atas dengan ATC/DDD. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif obsevasional dengan pengambilan data secara retrospektif, berupa rekam medis di Puskesmas Pulo Armyn Bogor selama periode Oktober – Desember 2021, berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan paling banyak dengan persentase yang didapat sebanyak 118 pasien (54,13%) menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria usia 36-45 tahun paling banyak menggunakan antibiotik sebanyak 53 pasien (24,31%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan pada periode tiga bulan tahun 2021 adalah Amoksisilin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 752,293 nilai persentase (DU90%) sejumlah 75,23%. Sedangkan untuk Siprofloksasin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 247,71 nilai persentase (DU90%) sejumlah 24,77%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan kejadian resistensi. Diperlukan kebijakan dalam mengendalikan penggunaan antibiotik di Puskesmas untuk mengurangi resistensi antibiotik serta efek samping yang ditimbulkan.
Pharmaceutical Manufacturing Encyclopedia
PHARMACEUTICAL TECHNOLOGY
Tablet and Capsule Machine Instrumentation
PEDOMAN PENCAMPURAN OBAT SUNTIK DAN PENANGANAN SEDIAAN SITOSTATIKA
AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-AMILASE EKSTRAK ETANOL 70% BUAH TIN (Ficus carica L.) SECARA IN VITRO
Buah tin merupakan sumber penting komponen bioaktif mengandung senyawa fenol, benzaldehida, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki sifat antioksidan. Ekstrak buah tin memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes baik terhadap penghambatan enzim α-amilase. Tujuan penelitian untuk pengujian kualitatif dan kuantitatif buah tin yang dapat menghambat enzim α-amilase sehingga dapat mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yang menggunakan kontrol positif akarbosa sebagai pembanding. Buah tin yang dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, hasil maserasi buah tin yang didapatkan diuji fitokimia nya. Hasil aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% buah tin dihitung untuk mendapatkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan buah tin mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Dalam uji aktivitas penghambatan ekstrak etanol 70% buah tin pada enzim α-amilase didapatkan IC50 sebesar 40,2572 ppm dan nilai IC50 untuk akarbosa adalah 47,9769 ppm. Dengan demikian buah tin memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α-amilase dengan antioksidan yang sangat kuat
EVALUASI PENATALAKSANAAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik melebihi batas normal 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Penggunaan obat pada penyakit hipertensi haruslah tepat dan efektif. Dampak negatif dari pemilihan obat antihipertensi yang salah dapat mempersulit pengontrolan tekanan darah dan menimbulkan penyakit lain seperti stroke dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien melakukan kontrol sebanyak 3 kali pada periode Januari – Desember 2021. Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 290 pasien, paling banyak berjenis kelamin perempuan sebesar 74,48%, kelompok usia terbanyak dengan usia 46-55 tahun sebesar 36,55%, kelompok pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) sebesar 66,90%. Berdasarkan tingkatan hipertensi terbanyak yaitu hipertensi stage 1 dengan rata-rata sebesar 57,47%. Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipine sebesar 97,36%. Hasil evaluasi kesesuaian berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII, pada pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta sebesar 60,05% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII. Sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus sebesar 64,10% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
EVALUASI PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih. Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak 20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%), penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016) mendapatkan persentase sebesar 78,29%.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT ANTIDIABETIK BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN
DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien (54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38 pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS(DRPs) PENGOBATAN ISPA PADA PASIEN BALITA
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang apabila ketahanan tubuh (immunitas) menurun. Dalam penatalaksanaan ISPA balita yang menjalani pengobatan akan berdampak munculnya masalah dalam pemberian obat obat Drug Related Problems (DRPs) di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Azra Bogor pada periode 1 Januari 2019 sampai 31 Maret 2020. Dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisi secara deskriktif, metode yang dipakai menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 109 sampel pasien dengan rentan 0-5 tahun. Hasil pengumpulan dan pengolahan data menunjukan bahwa pasien di Rumah Sakit Azra Bogor Jenis kelamin laki-laki 60 pasien dan perempuan 49 pasien. Terapi obat yang banyak diterima oleh penderita ISPA adalah obat tremenza, triamcinolon, ketotifen, paracetamol, salbutamol. Sedangkan obat lain yang digunakan bersamaan dengan obat ISPA untuk terapi ISPA adalah antibiotik. Hasil evaluasi menunjukan DRPs, yaitu interaksi obat 94 pasien, terapi tanpa indikasi 18 pasien, indikasi tanpa terapi 4 pasein, overdosis 6 pasien, dosis subterapeutik 8 pasien, pemilihan obat yang kurang tepat 0 pasien, reaksi obat yang dikehendaki 0 Pasien, kegagalan menerima obat 2 pasien.
EVALUASI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPATKAN MONOTERAPI DAN KOMBINASI TERAPI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAWI BOGOR
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup (p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden (26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10 responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.
Topical Absorption of Dermatological Products
Pharmaceutical Product Development In Vitro-In Vivo Correlation
PARAMETER STANDAR UMUM EKSTRAK TUMBUHAN OBAT
Essential Chemistry
PROFIL METABOLIT Lactobacillus plantarum MENGGUNAKAN GC-MS
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)- trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan 5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing yaitu 28,535% dan 33,046%.