Profil penulis
M
1.493 karya publik ditemukan.
Metodologi Penelitian Kesehatan
Perawatan luka dengan pendekatan Multidisplin
Imunomodulator bahan alam
Kimia Farmasi Jilid 1
Seri Kimia Medisinal: Molecular Docking Parasetamol dan Analognya menggunakan PLANTS (Protein-Ligind ANT-System)
Bahan Kimia Berbahaya Di sekitar Kita
Sebuah Pengantar Manajemen obat dalam keperawatan
Biokimia: Enzim dan Metabolisme Karbohidrat
Buku Praktis Farmasi: Aplikasi dalam teori dan praktik ilmu farmasi
Praktikum Kimia Klinik Jilid 2
SIRSAK: Kandungan Kimia, Khasiat dan Toksisitas (Studi Isolasi dan Uji Aktivitas)
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)
Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol 96% Daun Bidara (Ziziphus Spina-Christi(L) Desf) Sebagai Antioksidan
FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.
Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol 96% Bunga Telang Sebagai Antioksidan
POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)
Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KHANZA FARMA BOGOR
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010. Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%, jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori sangat puas.
PEMAHAMAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN VITAMIN C DI APOTEK KIMIA FARMA DJUANDA BOGOR
Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposisi beraneka ragam yang dalam jumlah kecil dibutuhkan olah tubuh manusia untuk memelihara metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan normal. Salah satu suplemen vitamin yang sering dikonsumsi berlebihan adalah suplemen vitamin C. Orang yang memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin C. Efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebih dapat mengakibatkan, gangguan pencernaan yakni iritasi lambung hingga dapat memicu resiko gangguan ginjal dengan terjadinya asam urat dalam kandung kemih. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor mengetahui pemahaman pasien tentang vitamin C yang dibeli tanpa resep yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan hasil penelitian dipaparkan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah responden 109 orang dan nilai rata-rata pemahaman 83,33% perempuan 68 orang dengan rata-rata nilai pemahaman 81,055%. Berdasarkan usia didapatkan hasil remaja 25 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 77,78%, dewasa 123 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 83,33%, dan usia sebanyak 29 orang responden didapat nilai rata-rata 83,33%. Berdasarkan latar belakan pendidikan SMP 2 orang dengan nilai rata-rata nilai pengetahuan 77,78%, SMA sebanyak 107 orang dengan rata-rata nilai pengetahuan 79,96%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 68 orang 86,52%. Latar belakan pekerjaan didapatkan hasil antara lain adalah pegawai sebanyak 92 orang dengan nilai rata-rata pemahaman 83,64%, Wiraswasta 29 orang nilai rata-rata pemahaman 85,82%, buruh 19 orang nilai rata-rata pengetahuan 78,07%, Ibu rumah tangga 23 orang dengan nilai rata-rata pengeahuan 81,16%, dan kategori lain 14 orang dengan nilai pemahaman 75,79%.
GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK 99 KOTA BOGOR
Produk farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, agar produk farmasi terjaga kualitas dan keamanannya. Salah satu proses manajemen produk farmasi yaitu penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek 99 Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh produk farmasi yang terdapat di Apotek 99 Bogor dengan jumlah 773 produk. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas sebesar 96,25%, berdasarkan stabilitasnya sebesar 93,53%, berdasarkan kelas terapi sebesar 65,98%, berdasarkan bentuk sediaan obat sebesar 100%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.