Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.493 karya publik ditemukan.

2026: 982025: 2552024: 532023: 3282022: 3212021: 1192020: 142019: 642018: 2002017: 22016: 12014: 12005: 12004: 1

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 70% KOPI (Coffea canephora) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi. Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3 (0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari, Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3% menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat kesembuhan luka sembuh sempurna.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium Lappaceum L) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI PUTIH JANTAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis, dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak 5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.

EVALUASI KETEPATAN PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah >140/90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam keberhasilan terapi, penggunaan obat rasional sangat penting. Keberhasilan terapi ditandai dengan penurunan tekanan darah sesuai dengan standar Joint National Committee (JNC) 8 yaitu usia >60 tahun keberhasilannya <150/90 mmHg dan usia <60 tahun keberhasilannya <140/90 mmHg. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien, profil penggunaan obat antihipertensi, ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan keberhasilan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC 8 di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Observasional dengan pendekatan secara retrospektif mengumpulkan data sekunder dari rekam medik dan resep sebanyak 99 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian, usia paling banyak 46-55 tahun sebanyak 43 pasien (43,43%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 81 pasien (81,82%). Penggunaan Obat terbanyak yaitu kombinasi sebanyak 47 pasien (47.47%). Ketepatan penggunaan, Tepat obat, dosis, indikasi menunjukkan hasil 100% tepat dan tepat frekuensi 79 pasien (79,80%) tepat, 20 pasien (20,20%) tidak tepat. Keberhasilan terapi berdasarkan JNC 8, 17 pasien (17,17%) berhasil, 82 pasien (82,83%) tidak berhasil.

ANALISIS PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PENGGUNAAN TERAPI ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD CIAWI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari 2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%), berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%). Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8- 10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari. Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN POLA PENGGUNAAN OBAT SECARA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT RW 006 DESA MEKARSARI KECAMATAN CIANJUR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati segala keluhan ringan pada diri sendiri atas inisiatif sendiri atau tanpa konsultasi medis yang berkaitan dengan indikasi, dosis, dan lama penggunaan. Pengetahuan merupakan salah satu faktor predisposisi yang sangat penting dalam mempengaruhi terbentuknya perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang swamedikasi dengan pola penggunaan obat pada masyarakat RW 006 Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur. Desain penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara swamedikasi. Pengambilan dilakukan pada 115 orang sampel yang didapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian obat harus beserta dengan informasi yang tepat yaitu pola penggunaan obat sebagian besar responden menggunakan obat dengan tepat sebanyak 104 orang (90%). dari tingkat pengetahuan dengan kategori pengetahuan tinggi sebanyak 104 orang (90%). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan pola penggunaan obat menunjukan hasil uji statistik Chi-Square nilai p-value yang didapat 0,000 (0,05), hasil tersebut menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara swamedikasi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK PURUT DAN DAUN JAMBU BIJI SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji (Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS PMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit dispepsia di RS PMI Bogor cukup banyak. Dispepsia yang diderita pasien lebih sering dikarenakan pola makan dan pola hidup yang tidak baik serta penyakit maag yang telah diderita pasien sebelumnya. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap berdasarkan lama hari rawat. Pengambilan data secara retrospektif. Pada data rekam medik pasien dispepsia yang dirawat inap sesuai dengan kriteria inklusi yang terhitung mulai dari Januari 2020 – Desember 2021 di RS PMI Bogor. Sebanyak 100 pasien penderita dispepsia yang telah memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian diperoleh data pasien pada jenis kelamin perempuan sebanyak 69%, rata-rata usia pasien dispepsia 36-45 tahun (53%), rata-rata pendidikan SMA/SMK sebanyak 20% dan Sarjana sebanyak 20%, pada pekerjaan yaitu ibu rumah tangga sebanyak 34%. Obat yang digunakan pada pasien dispepsia serta rata-rata lama hari rawat ada 8 jenis obat tunggal dan kombinasi yaitu Sukralfat 1% (4,00 hari), Sukralfat + Esomeprazole 1% (4,00 hari), Sukralfat + Pantoprazole 2% (4,00 hari), Sukralfat + Omeprazole 56% (3,53 hari), Omeprazole 35% (3,22 hari), Sukralfat + Omeprazole + Ranitidin 1% (3,00 hari).Antasida + Omeprazole 2% (2,50 hari), Ranitidin + Sukralfat 1% (2,00 hari). Efektifitas kombinasi obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RS PMI Bogor pada periode bulan Januari 2020 sampai Desember 2021 tidak berbeda nyata berdasarkan lama hari rawat dengan nilai p = 0,753 pada uji Kruskal-wallis.