Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.493 karya publik ditemukan.

2026: 982025: 2552024: 532023: 3282022: 3212021: 1192020: 142019: 642018: 2002017: 22016: 12014: 12005: 12004: 1

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

GAMBARAN KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS PROGRAM RUJUK BALIK TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang menjadi acuan dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional untuk memudahkan dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase gambaran jenis obat, kesesuaian peresepan dan restriksi obat BPJS Program Rujuk Balik terhadap Formularium Nasional di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan resep masuk di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor periode Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan obat yang paling banyak digunakan amlodipin untuk hipertensi (33,56%), bisoprolol untuk jantung (50,96%), tiotropium bromide untuk PPOK (45,87%), metformin untuk diabetes (34,81%), budesonide-formoterol untuk asma (32,26%), asam valproate untuk epilepsi (81,82%), risperidone untuk skizofrenia (75,47%) dan asam asetilsalisilat untuk stroke (75,47%). Peresepan obat seperti asma, diabetes, epilepsi, hipertensi, jantung, PPOK, skizofrenia, dan stroke sebagian besar belum sesuai. Persentase kesesuaian peresepan tertinggi ada pada skizofrenia (100%). Kesesuaian restriksi (89,73%) dan ketidaksesuaian restriksi (10,27%). Dari hasil gambaran, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat dalam BPJS Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor belum sesuai dengan Formularium Nasional Program Rujuk Balik.

EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PBF merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi di Apotek Sukahati sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat, evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data sekunder secara retrospektif, dengan mengumpulkan data dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat , evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF) dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67% - 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.

UJI STABILITAS DIPERCEPAТ SEDIAAN LOTION JERAWAT DERMASHINE

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33 cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6, 19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21 homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21 suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan mutu fisik lotion

"GAMBARAN KESESUAIAN SUHU PENYIMPANAN DAN BUD (Beyond Use Date) OBAT REKONSTITUSI DI RUANG PERINATOLOGI BERDASARKAN STANDAR STABILITAS OBAT REKONSTITUSI DI RSUD KOTA BOGOR"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rekonstitusi obat merupakan kegiatan pencampuran atau peracikan obat dengan tujuan menghasilkan dosis dan volume yang diinginkan. Pada sediaan obat rekonstitusi yang perlu diperhatikan yaitu suhu penyimpanan pada obat rekonstitusi dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi dimana BUD merupakan batas akhir penggunaan obat rekonstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi ,mengetahuai gambaran kesesuaian suhu penyimpanan dan Beyond Use Date (BUD) obat rekonstitusi di ruang perinatologi berdasarkan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini bersifat desktiptif observasional dimana data yang diambil merupakan hasil dari pengamatan langsung pada obat rekonstitusi di ruang perinatologi periode 26 Januri–26 Februari 2024. Pengolahan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan dicatat. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 obat yang sudah melalui proses rekonstitusi hasil ini di dapat dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase bentuk sediaan sampel obat rekonstitusi injeksi dasar 69% dengan jumlah 56 obat rekonstitusi, injeksi hight alert 24% dengan jumlah 19 obat rekonstitusi, injeksi psikotropika 7% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi, infus dasar 19% dengan jumlah 3 obat rekonstitusi, infus nutrisi 37% dengan jumlah 6 obat rekonstitusi dan infus hight 44% dengan jumlah 7 obat rekonstitusi. Kesesuaian suhu penyimpanan obat rekonstitusi dan kesesuaian Beyond Use (BUD) sudah sesuai dengan standar stabilitas obat rekonstitusi di RSUD Kota Bogor yaitu 100%.

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT DIRECT ACTING ANTIVIRAL ( DAA ) PADA PASIEN HEPATITIS C DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE 2021-2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hepatitis C merupakan penyakit radang atau inflamasi pada sel-sel hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C. Hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Secara global, diperkirakan 71 juta orang terinfeksi virus hepatitis C kronis. Sejumlah besar dari mereka yang terinfeksi kronis akan berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian terapi obat Direct Acting Antiviral (DAA) di RSUD Kota Bogor serta untuk mengetahui kesesuaian pemberian terapi obat antiviral berdasarkan Pedoman Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia tahun 2017 meliputi data sosiodemografi pasien yaitu usia dan jenis kelamin, data karakteristik pasien hepatitis C berdasarkan tipe infeksi dan tingkat keparahan, dan pemberian terapi obat hepatitis C pada pasien yang sudah melakukan pengobatan, sedangkan data pemberian kesuaian pemberian terapi obat meliputi (Dosis, durasi, dan frekuensi pengobatan). Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 166 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang diperoleh dari rekam medis rawat jalan. Profil sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin menujukan bahwa pasien terbanyak yaitu laki-laki sebesar 69,9%, rentang usia yang paling banyak mengidap hepatitis C adalah usia 36 sampai 45 tahun sebesar 41,6%, karakteristik pasien hepatitis C dengan tipe infeksi monoinfeksi lebih banyak dari koinfeksi yaitu sebesar 80,7%, serta tingkat keparahan non sirosis sebesar 62,7%. Kombinasi obat paling banyak digunakan adalah Sofosbuvir dan Daclatasvir sebanyak 50,6%. Kesesuaian durasi, dan kesesuaian frekuensi pengobatan mencapai 100% dan dosis pengobatan mencapai 93,4%.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS PADA LAYANAN BPJS PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85 orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun. lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak 82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi obat.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang diberikan pemerintah dengan sistem pembayaran angsuran setiap bulannya yang dibebankan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini sendiri untuk mengetahui seperti apa gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS serta mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap lima dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Analilis data dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap pasien yang datang pada jangka waktu Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan teknik pusposive sampling sehingga total responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, pembagian kuesioner dan hasilnya diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%, jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan peran petugas Apotek Kimia Farma Juanda Bogor dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien BPJS.

GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP DOKTERlSECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI FARMASI RAWAT JALAN RUMAHuSAKIToKARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin, tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai 100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar 99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih terdapat ketidaklengkapan pada resep.

"UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINYAK BIJI SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.

"EVALUASI PENYIMPANAN OBAT ETHICAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.73 TAHUN 2016"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 % sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI APOTEK AMIRA DAERAH CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor, dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%), jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%), ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi (100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).

"KARAKTERISTIK DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DARI KOPI HIJAU JENIS ROBUSTA (Coffea Canephora)"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH, skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%, 12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%. Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.

AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.

"ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS DI APOTEK 99 KOTA BOGOR"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA (78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%). Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada 8 jenis berdasarkan kuadran 1.

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.

STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MELAKUKAN SWAMEDIKASI PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB AKURASI STOCK OPNAME TIDAK TERCAPAI DI INSTALASI FARMASI KHUSUS IGD RS BAYUKARTA KARAWANG

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses stock opname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi (16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO yang sudah ada.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).