2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan
kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut
seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa
yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan
atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh
penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau
jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan
gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara
purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data
secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran
sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun
(39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan
wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil
penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian
adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353),
jaminan (367,5), empati (348,8).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem
penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem
penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat
kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan
data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan
obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi
berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah
seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan
persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan
alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%,
berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat
kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi
Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari
konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri
dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online,
termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat
perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif,
dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling
banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling
banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja,
terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase
36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai
dengan persentase 81,6%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat
pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas
pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk
memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian
pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif
observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan
rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan
menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi
Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak
26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan
terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta
(34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil
penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9%
(baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik),
dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan
pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017
< (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor.
Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d
sebesar 0,249.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang dapat menyerang salah
satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan. ISPA atas terdiri dari rhinitis, faringitis,
sinusitis, otitis media, tonsilitis, dan laringitis. ISPA disebabkan oleh bakteri dapat diterapi
menggunakan obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik yang tidak rasional dan tidak
memenuhi dosis regimen dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Kerasionalan penggunaan
antibiotik dianalisis dengan metode Gyssens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kerasionalan penggunaan obat antibiotik pada pasien penderita ISPA dengan metode Gyssens
di Klinik Nayaka Husada 02 Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan
metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 data rekam
medik pasien rawat jalan selama bulan Juli-Desember 2022. Pengambilan sampel
menggunakan Total Sampling. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis kelamin pasien yang
menderita ISPA faringitis terbanyak adalah laki-laki 59% dan usia 26-35 tahun sebanyak
37%. Jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada pasien penderita ISPA faringitis adalah
Cefixime sebanyak 46%. Terdapat kategori 0 (rasional) sebanyak 88% dan pada kategori III
B (Penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 12%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk
mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering
dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih
untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada
pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan
pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan
penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik
dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk
di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian
menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang
menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di
dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di
dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada
usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan
tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%).
tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota
Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai
signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor
sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan
swamedikasi batuk.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya
melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi
COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman
penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19,
suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus.
Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar
penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan
pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan
suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten
Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode
purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia
dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan
pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis
bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi
sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan
antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan
tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat
hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p-
value=0,044<0,05).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
NAPZA adal ah zat yang dapat me mpengaruhi kondisi keji waan/ psikol ogis
seseorang serta dapat meni mbul kan ket ergant ungan fisi k dan psi kol ogis. Banyak
fakt or yang dapat me mpengaruhi seseorang unt uk menj adi penyal ahguna NAPZA,
di antaranya fakt or i ndivi du, li ngkungan, dan NAPZA it u sendiri. Ti ngkat
penyal ahgunaan di bagi menj adi kriteria ri ngan, sedang dan berat. Penelitian i ni
bert uj uan unt uk mengetahui hubungan fakt or sosi ode mografi pasien rehabilitasi
NAPZA r a wat j alan dengan ti ngkat penyal ahgunaan NAPZA. Penelitian i ni
dilakukan dengan menggunakan met ode deskri ptif yang dilakukan secara
pr ospektif dengan pendekat an cross secti onal. Dat a penelitian i ni di a mbil
menggunakan kuesi oner yang diisi ol eh 60responden di i nstalasi ra wat j alan RSKO
Jakarta. Dat a yang di perolehselanj ut nya di olah menggunakan SPSS versi 26. Hasil
penelitian analisis uni variat menunj ukan sebanyak (65, 0%) responden berusia 36-
45 t ahun, (93, 3 %) berjenis kel a mi n l aki-laki, (46, 0 %) berpendi di kan terakhir
perguruan ti nggi, (53, 3%) bekerja sebagai wiras wast a, (81, 0 %) beragama i sla m,
(36, 7 %) berasal dari suku j a wa, ( 70, 0 %) berstat us ka wi n, (26, 7 %) berpendapat an
lebi h dari Rp. 6. 000. 000, (41, 3%) me mili ki kondisi keuangan mencukupi unt uk
kebut uhan makan sehari-hari, (68, 3 %) me mili ki tingkat penyal ahgunaan ringan.
Hasil analisis bi variat penelitiani ni yait uada hubungan yang ber makna antara usia,
pendi di kan, pekerjaan, stat us perka wi nan dan kondisi keuangan karena p val ue
kurang dari 0, 05, dan tidak ada hubungan yang ber makna ant ara j enis kel a mi n,
aga ma, suku/ras, pendapat an, karena p val ue lebih dari 0, 05.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di
dunia karena hipertensi merupakan faktor resiko utama yang mengarah kepada
penyakit kardiovaskuler. Sebagai salah satu penyakit yang cukup besar
prevalensinya, penggunaan obat antihipertensi penting diketahui untuk
perencanaan kebutuhan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui
gambaran sosiodemografi dari pasien hipertensi dan mengetahui gambaran
penggunaan obat antihipertensi yang diberikan kepada pasien BPJS di Instalasi
Rawat Jalan RSUD Leuwiliang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif
dengan alat ukur data rekam medis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah dengan cara Total Sampling. Total sampel yang
didapat sebanyak 393 pasien. Data yang telah didapat kemudian di klasifikasikan
dan diringkas ke dalam tabel, disusun berdasarkan tujuan penelitian. Penderita
essential (primary) hypertension paling banyak diderita oleh perempuan sebesar
67,43% dan pada kelompok usia lansia akhir 56 - 65 tahun yaitu sebesar 36,90%.
Penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak yaitu Amlodipin sebesar
43,30%. Golongan obat yang yang paling banyak digunakan yaitu Antagonis
Kalsium sebesar 43,06%. Penggunaan obat antihipertensi lebih banyak
menggunakan satu jenis obat (monoterapi) sebesar 53,18%. Kombinasi obat
antihipertensi terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kombinasi 2 obat, kombinasi 3
obat, dan kombinasi 4 obat antihipertensi. Kombinasi 2 obat antihipertensi paling
banyak yaitu kombinasi Antagonis Kalsium dengan ACE Inhibitor. Kombinasi
3 obat antihipertensi paling banyak yaitu Antagonis Kalsium, ACE Inhibitor,
Diuretik dan kombinasi Antagonis Kalsium, ACE Inhibitor, b-blocker.
Kombinasi 4 obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi Antagonis
Kalsium, ACE Inhibitor, b-blocker dan Diuretik.
.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antibiotik merupakan suatu zat yang dapat membunuh atau melemahkan suatu
mikroorganisme, seperti bakteri, parasit atau jamur. Resistensi terhadap antibiotik saat
ini menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat. Faktor pendukung terjadinya
resistensi antibiotik adalah masyarakat cenderung menggunakan antibiotik dengan dosis
yang tidak tepat (umumnya underdose), waktu pemberian obat terlalu singkat atau
terlalu lama dan pemberian tidak sesuai dengan indikasi. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan
obat antibiotik di Kampung Kandang Roda, Cibinong. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data secara prospektif.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.700 orang dengan sampel sebanyak 94
responden. Hasil penelitian didapatkan gambaran sosiodemografi masyarakat Kampung
Kandang Roda yang menjadi mayoritas responden yaitu, usia 17-25 tahun (42%), jenis
kelamin perempuan (76%), tingkat pendidikan mayoritas SMA/SMK (65%) dan
pekerjaan ibu rumah tangga (34%). Masyarakat Kampung Kandang roda yang
berpengetahuan baik sebesar 50%, berpengetahuan cukup sebesar 30% dan
berpengetahuan kurang sebesar 20%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan,
menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh,
karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal
bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran tingkat pengetahuan
masyarakat tentang mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat
sediaan sirup di Kelurahan Jayaraksa Kota Sukabumi. meliputi Pengetahuan obat
tentang: mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU)
obat sirup. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional, dengan
teknik Purposive Sampling dan metode yang dipilih Cross Sectional. Dari
penelitian yang dilakukan dari 130 responden didapatkan hasil: Gambaran
sosiodemografinya adalah jenis kelamin 52,31% (perempuan), umur 40,77% (17-
25 tahun), tingkat pendidikan 42,31% (perguruan tinggi) dan pekerjaan 21,54%
(PNS). Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang cara mendapatkan
adalah baik 37,69% (49 responden), cara menggunakan adalah kategori baik
40,77% (53 responden), cara menyimpan adalah kategori kurang 36,92% (48
responden) dan cara membuang obat sediaan sirup adalah kategori cukup 36,92%
(48 responden).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam
tubuh. Pasien dengan peningkatan kadar hormon tiroid yang tidak diobati akan
beresiko menurunnya kualitas hidup, oleh karena itu diperlukan terapi untuk
mengontrol kadar hormon tiroid pada batas normal dan meminimalkan gejala dari
hipertiroid, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran penggunaan obat anti tiroid pada pasien hipertiroid di
Klinik Permata Sukabumi terhadap jenis kelamin, pekerjaan, usia serta obat
tambahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan
data secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien periode
oktober-desember 2021 di rawat jalan Klinik Permata Sukabumi. Dari sebanyak
370 pasien Pasien Hipertiroid didominasi oleh Perempuan 68,1% (252 orang)
dari pada Laki-Laki 31,9% (118). Usia paling banyak untuk pasien hipertiroid
adalah pada usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 99 orang (26,76%). Untuk
Pekerjaan, Ibu Rumah Tangga memiliki persentase paling besar pengidap
hipertiroid yaitu sebanyak 132 pasien (35,7%) dan untuk obat tambahan yang
sering digunakan untuk pasien hiperteiroid adalah bisoprolol yaitu sebanyak
59,5% (220 Orang).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produk farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen
pengelolaan yang baik, agar produk farmasi terjaga kualitas dan keamanannya.
Salah satu proses manajemen produk farmasi yaitu penyimpanan obat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek 99
Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis.
Sampel yang digunakan adalah seluruh produk farmasi yang terdapat di Apotek
99 Bogor dengan jumlah 773 produk. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase
kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas sebesar 96,25%, berdasarkan
stabilitasnya sebesar 93,53%, berdasarkan kelas terapi sebesar 65,98%,
berdasarkan bentuk sediaan obat sebesar 100%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian
dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan
seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak
pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di
RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu
pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan
pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan
sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat
kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki
tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki
tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi
yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum
obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.