2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan
darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali
pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang.
Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil
pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik
total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan
diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin
perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak
17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26
responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%).
Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik
sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat
antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%).
Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat
dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti
H0 ditolak, H1 diterima.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman
pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat
yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan
Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H
+
/K+
-
ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa
berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif
dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan
metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara
Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data
diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang
didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI
Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%),
dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan
pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih
banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien
yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat
dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan
bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara
penggunaan obat dengan efektivitas.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Penelitian
farmakoekonomi merupakan proses identifikasi, pengukuruan dan perbandingan
biaya, akibat dan keuntungan suatu program pelayanan dan terapi, serta
menentukan pilihan mana yang memberikan outcomes kesehatan terbaik untuk
sumber yang diinvestasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penggunaan antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril, biaya terapi yang
dikeluarkan pasien, dan antihipertensi yang paling efektif biaya. Penelitian ini
bersifat deskriptif analitik non-eksperimental dengan pengambilan data secara
retrospektif, subyek penelitian adalah pasien hipertensi yang menggunakan terapi
Amlodipin dan Kaptopril sebanyak 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Data diolah menggunakan ACER dan ICER Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat perbedaan sosiodemografik pada pasien hipertensi berdasarkan jenis
kelamin yaitu laki-laki sebanyak 44 pasien dengan presentase 43,1% dan
perempuan sebanyak 58 pasien dengan presentase 58,9%. Dengan usia terbanyak
usia >65 sebanyak 41 pasien dengan presentase 40,2 %. Efektivitas pengobatan
Amlodipin 74 % dan Kaptopril 58%. Berdasarkan nilai rasio efektivitas biaya
rata-rata (ACER) yang paling cost effective terdapat pada kelompok terapi
amlodipin dengan nilai Rp.7.901 dan rasio efektivitas biaya tambahan (ICER)
yaitu Rp.6.811. Dapat disimpulkan bahwa terapi Amlodipin lebih cost effective.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang
disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi
penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU
Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai
dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam
Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat
deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli –
Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan
sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%),
usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%),
Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk
mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat
(100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang
digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah
jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan
terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein
fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang
memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk
mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c),
minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap
Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji
karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan
mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan
pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi
1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2%
dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing
sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk
purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi
1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387
mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona
hambat kuat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling
umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka
yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri
Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam
(Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa
flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak
tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk
membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun
sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi
dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan
diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa
ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-
turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol
salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm,
12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk
dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata-
rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam
yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi
yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3
(sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti
memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue.
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang
terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat
penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan
Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan
dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara
deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam
medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil
sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis
kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat
dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada
pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%;
Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat
dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella typhi. Demam tifoid terjadi di negara berkembang dengan angka
kejadian yaitu 21 juta dan kematian 700 kasus. Pada penelitian yang berjudul
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Anak di
Rumah Sakit Melania Bogor secara retrospektif, memperoleh data periode Juli
sampai dengan Desember dengan jumlah 79 pasien. Data yang diolah meliputi
karakteristik pasien. Maka penelitian ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
: dari 79 pasien berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah laki-laki 44 pasien (56%), sosiodemografi usia terbanyak yaitu
usia 0-5 tahun (Balita) yaitu 52 pasien (66%), sosiodemografi berat badan
terbanyak yaitu kurang dari 15 kg yaitu sebanyak 41 pasien (52%). Profil
penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid anak yaitu paling banyak
pada penggunaan Seftriakson dengan jumlah 57 pasien (72%). Berdasarkan hasil
evaluasi ketepatan pengobatan dari analisis di atas didapatkan hasil tepat indikasi
(100%), tepat obat (100%), tepat dosis (94,37%), tepat waktu pemberian obat
(100%) dan tepat lama pemberian (3.79%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan antibiotik dari analisis dengan metode DDD sebanyak 79 pasien
didapatkan angka terbesar pada Seftriakson yaitu 48,35.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai
pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan
insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut
terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan
data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian
ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia
akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin
kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap
(54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja
panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding
dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T
Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan
nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat
yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati
luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas
penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi.
Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan
ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel
untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi
5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3
(0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan
penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari,
Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3%
menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat
kesembuhan luka sembuh sempurna.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati
segala keluhan ringan pada diri sendiri atas inisiatif sendiri atau tanpa konsultasi
medis yang berkaitan dengan indikasi, dosis, dan lama penggunaan. Pengetahuan
merupakan salah satu faktor predisposisi yang sangat penting dalam mempengaruhi
terbentuknya perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui
hubungan pengetahuan tentang swamedikasi dengan pola penggunaan obat pada
masyarakat RW 006 Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur. Desain penelitian ini
adalah deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. alat ukur
berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara
swamedikasi. Pengambilan dilakukan pada 115 orang sampel yang didapat dari
populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa pemberian obat harus beserta dengan informasi yang tepat yaitu
pola penggunaan obat sebagian besar responden menggunakan obat dengan tepat
sebanyak 104 orang (90%). dari tingkat pengetahuan dengan kategori pengetahuan
tinggi sebanyak 104 orang (90%). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan
pola penggunaan obat menunjukan hasil uji statistik Chi-Square nilai p-value yang
didapat 0,000 (0,05), hasil tersebut menunjukan ada hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara swamedikasi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal yang harus di
evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit.
Waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan atau obat racikan adalah tenggang
waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan obat diberikan dengan
standar waktu menurut Kepmenkes dengan rata-rata waktu tunggu obat racikan ≤
60 menit, dan waktu tunggu obat non racikan ≤ 30 menit.Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui karakteristik resep, profil waktu tunggu dan evaluasi waktu
tunggu berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Jenis
penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan survey
pendekatan prospektif. Pada penelitian ini digunakan sampel sebanyak 98 lembar
resep yang terdiri dari 68 lembar resep obat non racikan dan 30 lembar resep obat
racikan dari total 8 poliklinik, dengan persentase non racikan 69,4 % dan resep
racikan 30.6 %. Gambaran karaketistik resep pada masing-masing poli menunjukan
resep non racikan terbanyak berada pada poli kandungan dengan jumlah resep
sebanyak 22,10 % dan resep racikan terbanyak berada pada poli anak sebanyak
46,70 %. Profil waktu tunggu resep berdasarkan poli pada resep non racikan
tercepat poli bedah dengan rata-rata 8 menit dan terlama pada resep poli syaraf 26
menit. Sedangkan pada resep racikan waktu tunggu tercepat pada poli bedah dengan
rata-rata 19 menit dan waktu tunggu terlama pada poli THT dengan waktu tunggu
35 menit. Evaluasi kesesuaian rata-rata waktu tunggu resep obat non racikan 18
menit dan untuk obat racikan 27,3 menit dinyatakan sesuai dengan standar
Kepmenkes RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Persentase kesuaian pada resep non
racikan yaitu 95.58 % dan pada resep racikan yaitu 100%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap
kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode
Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian
menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk
kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan
data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil
penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja
akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak
adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat
pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%.
Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil
penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤
0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien
TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab penyakit utama
morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Evaluasi
Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada
pasien ISPA, untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik, untuk mengetahui
ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi dan
ketepatan lama pemberian berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan
IDI 2017. Penelitian ini merupakan non eksperimental dengan mengambil data
secara retrosopektif menggunakan data sekunder rekam medik sebanyak 229
pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data
sosiodemografi usia paling banyak 17-25 tahun sebanyak 57 pasien (24,57%),
jenis kelamin laki-laki lebih banyakyaitu sebanyak 118 pasien (51,53%),
diagnosa paling banyak yaitu faringitis sebanyak 138 pasien (60,26%). Obat-
obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoksisilin (79,40%), Sefadroksil (15,58%),
Cefixime (3.02%), Siprofloksasin (2,01%), Parasetamol (8,54%), Deksametason
(1,83%), CTM (17,58%), Cetirizine (61,59%), Ambroksol (5,49%), Vitamin B
Kompleks (4,88%). Ketepatan Indikasi (89,96%), Ketepatan Obat (82,97%),
Ketepatan Dosis (99,13%), Ketepatan Frekuensi (100,00%), Ketepatan Lama
Pemberian (94,97%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat
bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan
minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah
tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi
yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat
kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien
hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian
ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran
sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan
sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta
diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi
kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak
79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan
tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti
penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab
banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan
merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan
minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini
bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei
2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin
responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia
terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak
61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%,
prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140-
159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg)
sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan
rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat
kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi,
p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara
tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1
Depok.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak
nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker
lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik
langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani
Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan
cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak
23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%,
pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung
Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan
Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus adalah suatukelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
keduanya. Penyakit DM tipe 2 merupakan lima penyakit dengan jumlah penderita
terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Metformin dan Glibenklamid merupakan dua obat antidiabetik oral dengan
mekanisme yang berbeda tetapi menjadi pilihan untuk terapi DM tipe 2 sehingga
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua obat
tersebut terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara
retrospektif yang bersumber dari pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di
Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi periode Oktober-Desember 2020. Dari
penelitian ini diperoleh hasil pasien berjenis kelamin perempuan (59%), dengan
kategori usia lansia akhir (40%), dan dengan IMT normal (85,86%). Pengobatan
terapi antidiabetik oral metformin lebih banyak diberikan pada pasien berjenis
kelamin perempuan (51%), dengan kategori usia lansia akhir (63,89%) dan IMT
normal (52,50%). sedangkan glibenklamid lebih banyak diberikan pada pasien
berjenis kelamin perempuan (49%), dengan kategori usia lansia awal (36,11%)
dan IMT normal (47,50%). Hasil uji Independent Sample T-test menunjukan nilai
Asym.Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara efektivitas
metformin dan glibenklamid terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe
2. Berdasarkan persentase rata-rata efektivitas obat, glibenklamid (91%) dinilai
lebih efektif dibandingkan dengan metformin (73%).