Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Candesartan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MENGGUNAKAN OBAT AMLODIPINE DAN CANDESARTAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SEKARWANGI

2021Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode. Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari- Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%), usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja (50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17, dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α 0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik : 0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan tidak berbeda nyata.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KOMBINASI OBAT CARVEDILOL - RAMIPRIL DAN BISOPROLOL - CANDESARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG RAWAT INAP RSUD CIAWI

2021Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol – Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25. Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88 pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah 63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol – Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol – Ramipril (81%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail