Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Propionibacterium acnes
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis

2025Koleksi Perpustakaan

Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SONIKASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SUKUN (Artocarpus altilis)

2022Koleksi Perpustakaan

Jerawat merupakan penyakit kulit yang bersifat kronis dan berulang yang sering terjadi di ruang lingkup remaja. Penyebab jerawat dapat disebabkan oleh infeksi bakteri patogen yaitu bakeri Propionibacterium acnes dan Staphylococus epidemis. Propionibacterium acnes merupakan flora normal dari kelenjar pilobeseus kulit manusia, bakteri ini dapat menyebabkan jerawat dengan menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Penelitian ini bertujuan pada uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan pembanding metode ekstraksi maserasi dan sonikasi. Penelitian ini menggunakan metode pembanding pada ekstraksi maserasi dan sonikasi terhadap bakteri propionibacterium acnes. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak maserasi etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter daya hambat sebesar 10,87 mm yang dikelompokkan sebagai antibakteri kategori kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH PISANG AMBON (Musa acuminata Colla (Group AAA)) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne

2021Koleksi Perpustakaan

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan permasalahan fisik yang banyak dialami pada masa remaja. Salah satu penyebab jerawat karena adanya aktivitas bakteri Propionibacterium acne (P.acnes). Pengobatan jerawat menggunakan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi dan resistensi pada kulit wajah. sehingga dibutuhkan alternatif lain berasal dari bahan alam. Kulit buah pisang Ambon Musa acuminata Colla (Group AAA)) tumbuhan berkhasiat sebagai antibakteri pada penelitian ini digunakan bagian kulit buah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan gel facial wash yang mengandung ekstrak kulit buah pisang Ambon dengan variasi konsentrasi ekstrak 3%, 6%, dan 9%. Selanjutnya dibuat formulasi dengan zona hambat terbaik. Dilakukan evaluasi mutu fisik sediaan gel facial wash meliputi uji organoleptik, uji homogentias, uji pH, uji daya busa, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas sediaan .Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne yang paling besar. Nilai zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon 3%, 6%, dan 9% berturut – turut 6,13 mm ; 11,42 mm; dan 14,22 mm. Sediaan gel facial wash konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki zona hambat sebesar 15,24 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar nilai daerah zona hambat yang terbentuk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL ANTI ACNE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2021Koleksi Perpustakaan

Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019 menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut 6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail