2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan
atau menurunkan efeknya. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan
menggunakan Antiretroviral (ARV). Umumnya terapi ARV diberikan dalam
bentuk kombinasi obat sehingga dapat menimbulkan potensi interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ARV dan non-ARV,
dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat. Penelitian ini dilakukan
dengan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik periode Oktober -
Desember 2022. Interaksi obat HIV/AIDS dianalisis menggunakan aplikasi
drugs.com , Medscape dan buku Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 96 pasien (72,73%), rentang
usia terbanyak yaitu 36-45 tahun dengan 54 pasien (40,91%), penyakit penyerta
terbanyak adalah TBC dengan 58 pasien (48,74%), penggunaan jumlah obat
terbanyak yaitu 5 jumlah obat sebanyak 49 pasien (37,12%). Obat ARV yang paling
banyak digunakan yaitu Tenofovir 3 in 1 (TDF + 3TC + EFV) 67 pasien (50,76%),
obat non-ARV paling banyak yaitu golongan OAT 182 obat (52,45%). Terdapat
potensi interaksi obat pada 104 pasien (78,79%) dengan kasus terbanyak
lamivudine + Efavirenz 69 kasus. Level keparahan terbanyak moderate 252 kasus
(83,17%) dan mekanisme interaksi terbanyak farmakokinetik 301 kasus (99,34%)
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Vigna radiata L. atau kacang hijau adalah tanaman yang diketahui memiliki
kandungan senyawa metabolit sekunder yang mampu menurunkan kadar kolesterol
dalam darah. Tujuan dalam penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sari
kacang hijau segar dengan kacang hijau yang difermentasikan menggunakan jamur
Rhizopus sp. sebagai penurun kadar kolesterol total darah dalam uji in vivo selama
28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dikelompokkan ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na-
CMC 1%), kelompok kontrol positif (simvastatin 0,18 mg/200 gBB), kelompok perlakuan (sari tempe kacang hijau 0,9 g/200 gBB, sari tempe kacang hijau 1,8
g/200 gBB, sari kacang hijau 0,9 g/200 gBB, dan sari kacang hijau 1,8 g/200 gBB)
yang masing-masing kelompok terdiri atas empat ekor tikus. Aktivitas sari tempe
kacang hijau dan sari kacang hijau dilihat dari penurunan kadar kolesterol darah
pada tikus putih jantan menggunakan alat kolesterol meter. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol dari kelompok sari tempe
kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (1,8 g/200 gBB) berturut-turut
sebesar 24 mg/dl dan 27,5 mg/dl. Secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis
dan uji Post Hoc Dunn-Bonferroni (α = 0,05) menunjukkan sari tempe kacang hijau
(1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (0,9 g/200 gBB dan 1,8 g/200 gBB) tidak
memiliki perbedaan nyata dengan simvastatin 10 mg dalam menurunkan kolesterol
total.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah
jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan
hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu
dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta.
Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki
selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode
yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang
dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang
digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian
ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena
memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah
sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa
adanya perbedaan penurunan tekanan darah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS
Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang
dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan
data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan
subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian
dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan
di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara
metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum
maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara
peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah
memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan
standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya
penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya tungau Sarcoptes
scabiei var hominis yang penularannya bisa secara kontak langsung maupun tidak
langsung. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian perilaku
yang berperan aktif dalam mewujudkan dibidang kesehatan. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian skabies
di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental
menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data secara deskriptif
dengan prospektif menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh santriwati di Pesantren SPQ At-Tartil. Sampel penelitian diambil secara
total sampling yaitu sebanyak 110 responden. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariat dengan menggunakan metode uji chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan usia 12-13 sebanyak 48 responden (43,64%), kelas paling banyak 7-
8 sebanyak62 responden (67,27%), dimensi kebersihan pakaian cukup (51,8%),
kebersihan kulit cukup (49,1%), kebersihan tangan dan kuku kurang (65,5%),
kebersihan handuk cukup (53,6%), kebersihan tempat tidur dan sprei kurang
(59,1%), PHBS kurang (46,36%), kejadian tungau skabies sebanyak (68,18%),
Nilai signifikasi yang didapat 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
dengan kejadian skabies di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala
psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping
ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat
antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang
diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek
samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik.
Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr,
jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping
yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky
Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak;
usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat
pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang
digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan
adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan
efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat
kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang
mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%,
dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak
dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah dan
perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Diare juga
merupakan 3 penyebab terbesar kesakitan dan kematian anak di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien diare anak dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak yang di
rawat inap dengan metode Gyssens di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan data
diambil secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pada pasien anak
rawat inap dengan diagnosa diare di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan diagram alir
Gyssens, menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. 8 Tahun
2015 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit.
Dari 107 kasus yang diperoleh menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada anak
usia 28 hari-12 bulan (67%) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%) dan
berat badan terbanyak pada 5-15 kg sebanyak 85 pasien (79). Antibiotik yang
terbanyak digunakan ceftriaxon injeksi (69%). Hasil evaluasi menggunakan
metode Gyssens kesesuaian penggunaan antibiotik masuk ke dalam kategori 0
sebanyak 48 pasien (44%), kategori IIA sebanyak 34 pasien (31%), kategori IIIB
sebanyak 10 pasien (9%), kategori IIIA sebanyak 7 pasien (7%), kategori IVA
sebanyak 5 pasien (5%), kategori V sebanyak 4 pasien (4%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit dispepsia di RS PMI Bogor cukup banyak. Dispepsia yang
diderita pasien lebih sering dikarenakan pola makan dan pola hidup yang tidak
baik serta penyakit maag yang telah diderita pasien sebelumnya. Tujuan penelitian
mengetahui efektivitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap
berdasarkan lama hari rawat. Pengambilan data secara retrospektif. Pada data
rekam medik pasien dispepsia yang dirawat inap sesuai dengan kriteria inklusi
yang terhitung mulai dari Januari 2020 – Desember 2021 di RS PMI Bogor.
Sebanyak 100 pasien penderita dispepsia yang telah memenuhi kriteria penelitian.
Hasil penelitian diperoleh data pasien pada jenis kelamin perempuan sebanyak
69%, rata-rata usia pasien dispepsia 36-45 tahun (53%), rata-rata pendidikan
SMA/SMK sebanyak 20% dan Sarjana sebanyak 20%, pada pekerjaan yaitu ibu
rumah tangga sebanyak 34%. Obat yang digunakan pada pasien dispepsia serta
rata-rata lama hari rawat ada 8 jenis obat tunggal dan kombinasi yaitu Sukralfat
1% (4,00 hari), Sukralfat + Esomeprazole 1% (4,00 hari), Sukralfat +
Pantoprazole 2% (4,00 hari), Sukralfat + Omeprazole 56% (3,53 hari),
Omeprazole 35% (3,22 hari), Sukralfat + Omeprazole + Ranitidin 1% (3,00
hari).Antasida + Omeprazole 2% (2,50 hari), Ranitidin + Sukralfat 1% (2,00 hari).
Efektifitas kombinasi obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RS
PMI Bogor pada periode bulan Januari 2020 sampai Desember 2021 tidak
berbeda nyata berdasarkan lama hari rawat dengan nilai p = 0,753 pada uji
Kruskal-wallis.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bagian yang penting untuk terlaksananya kegiatan di bidang kefarmasian
adalah pengelolaan obat. Penyimpanan obat adalah serangkaian kegiatan yang
bertujuan untuk melindungi obat yang disimpan dari risiko kehilangan, kerusakan,
pencurian, dan cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas obat. Penyimpanan
adalah salah satu hal yang penting dalam pengelolaan obat di klinik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan di
ruang pelayanan klinik dengan Peraturan CMenteri Kesehatan. Penelitian ini
termasuk jenis penelitian observasi dengan cara mengamati objek dan hasilnya
dipaparkan secara deskriptif, dan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi
dan dikonfirmasi pada pengelola dan penanggung jawab klinik GMC Cicurug.
Hasil penelitian menunjukan penyimpanan obat dan alat kesehatan di Klinik GMC
Cicurug di pelayanan dipisahkan berdasarkan bentuk sediaan serta khasiatnya.
Penyimpanan obat di ruang pelayanan mencapai persentase 50% dan alat
kesehatan di ruang pelayanan mencapai persentase 38,46% yang sesuai dengan
Permenkes No. 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmaisan di Klinik
dan Permenkes No. 4 Tahun 2014 tentang cara distribusi alat kesehatan yang baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposisi beraneka ragam
yang dalam jumlah kecil dibutuhkan olah tubuh manusia untuk memelihara
metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan normal. Salah satu suplemen vitamin
yang sering dikonsumsi berlebihan adalah suplemen vitamin C. Orang yang
memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan harus lebih berhati-hati dalam
mengkonsumsi vitamin C. Efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebih
dapat mengakibatkan, gangguan pencernaan yakni iritasi lambung hingga dapat
memicu resiko gangguan ginjal dengan terjadinya asam urat dalam kandung kemih.
Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien yang datang ke Apotek
Kimia Farma No 7 Bogor mengetahui pemahaman pasien tentang vitamin C yang
dibeli tanpa resep yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor. Jenis penelitian
ini merupakan penelitian observasi dengan hasil penelitian dipaparkan secara
kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah
responden 109 orang dan nilai rata-rata pemahaman 83,33% perempuan 68 orang
dengan rata-rata nilai pemahaman 81,055%. Berdasarkan usia didapatkan hasil
remaja 25 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 77,78%, dewasa 123 orang
dengan nilai rata-rata pengetahuan 83,33%, dan usia sebanyak 29 orang responden
didapat nilai rata-rata 83,33%. Berdasarkan latar belakan pendidikan SMP 2 orang
dengan nilai rata-rata nilai pengetahuan 77,78%, SMA sebanyak 107 orang dengan
rata-rata nilai pengetahuan 79,96%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 68 orang
86,52%. Latar belakan pekerjaan didapatkan hasil antara lain adalah pegawai
sebanyak 92 orang dengan nilai rata-rata pemahaman 83,64%, Wiraswasta 29 orang
nilai rata-rata pemahaman 85,82%, buruh 19 orang nilai rata-rata pengetahuan
78,07%, Ibu rumah tangga 23 orang dengan nilai rata-rata pengeahuan 81,16%, dan
kategori lain 14 orang dengan nilai pemahaman 75,79%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Operasi Sesar (Sectio caesarea) adalah proses persalinan janin dengan cara
buatan, proses persalinan ini melalui insisi pada dinding abdomen. Resiko
operasi sesar bagi ibu sering terjadi, contoh resiko yang sering terjadi seperti
pendarahan, nyeri dan infeksi. Infeksi luka operasi perlu diatasi dengan pemberian
antibiotik profilaksis yang rasional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil
pengobatan dan evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi
sesar (Sectio caesarea) menurut metode Gyssens di RSUD Depok periode
Oktober sampai Desember 2021 dengan melihat kriteria tepat indikasi,tepat
pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu pemberian, tepat interval pemberian
dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional
deskriptif dan dianalisis secara alur Gyssens. Dari sampel 62 pasien operasi sesar
dianalisis rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis sesuai dengan pedoman
Kementrian Kesehatan tahun 2011 dan The American Society of Health-System
Pharmacists tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien operasi sesar
di RSUD Depok berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 26-35 tahun
kategori dewasa awal 42%, Indeks Massa Tubuh yaitu obesitas 53%, penyakit
Penyerta terbanyak seperti hipertensi sebesar 18%. Penggunaan Antibiotik
Profilaksis paling banyak ceftriaxone dosis tunggal sebesar 90%, penggunaan obat
kombinasi ceftriaxone + metronidazole sebesar 7% dan kombinasi ceftriaxone +
gentamicine sebesar 3%. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis berdasarkan
Metode Gyssens didapatkan berhenti di Kategori IV D sebanyak 56 pasien,
Kategori IV B sebanyak 6 pasien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada
pelayanan pasien. Berdasarkan data keluhan pasien rawat inap salah satunya adalah
sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh
pasien/keluarga pasien yang kurang lengkap, dan pelayanan apoteker yang terkesan
lambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Syamsudin S.H Sukabumi.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif yang bersifat prospektif. Data Penelitian diambil dari data primer berupa
kuesioner responden, dengan periode Juni-Juli 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 95 responden. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan
tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi
Farmasi RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi untuk dimensi berwujud memiliki
tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval 3.18, dimensi daya
tanggap memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval
sebesar 3.12, dimensi kepastian memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas
dengan nilai interval sebesar 3.07, dimensi empati memiliki tingkat kepuasan
dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.06 dan dimensi kehandalan
memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.13.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nifedipin selama ini telah menjadi agen tokolitik dalam prosedur
mempertahankan bayi lahir prematur dan Progesteron untuk pemeliharaan
kehamilan, yang sering terjadi pada awal kehamilan karena rendahnya kadar
Progesteron diduga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur. Tujuan
penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran
penggunaan Nifedipin dan Progesteron serta perbandingan efektivitas antara
Nifedipin dengan Progesteron untuk mencegah kelahiran prematur pada ibu hamil
di RSIA Assalam Cibinong Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif
analitik dengan mengambil data secara retrospektif dari lembar resep dan rekam
medis pasien berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian yang dilakukan di
rumah sakit pada bulan Januari-Agustus 2019 diperoleh 201 sampel, jumlah
pasien yang mendapat nifedipin dan progesteron paling banyak pada usia 20-35
tahun sebanyak 169 pasien (84,1%), jumlah usia kehamilan pasien paling banyak
pada usia trimester 1 sebanyak 90 pasien (44,8%) dengan penggunaan obat
nifedipin sebagai agen tokolitik sebanyak 69 sampel (34,3%). Berdasarkan hasil
analisis dengan uji Mann Whitney dengan nilai P-value 0,00 dapat disimpulkan
terdapat perbedaan efektifitas antara nifedipin dengan progeteron untuk mencegah
kelahiran prematur pada ibu hamil.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hati yang merupakan penyakit
dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi
sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan dengan tepat.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengobatan yang diberikan kepada pasien
hepatitis B meliputi profil dan kesesuaian pengobatan di RS Sekarwangi Sukabumi.
Metode penelitian berupa deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan
secara retrospektif dari 69 rekam medis pasien rawat jalan periode 2018-2021
berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keseluruhan terapi
yang sesuai dengan Kesesuaian dengan Konsensus Nasional Penatalaksanaan
Hepatitis B di indonesia tahun 2012 (PPHI) sebanyak 27 (39,13%) penggunaan
antiviral, sebanyak 47 (67,14%) sesuai berdasarkan terapi hepatoprotektor,
sebanyak 19 ( 27,53%) sesuai berdasarkan terapi simtomatik, sebanyak 17
(24,63%) sesuai berdasarkan terapi suportif.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abortus incomplete adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan
sebelum janin dapat hidup di dunia luar dengan berat badan <500 gram atau umur
kehamilan <20 minggu. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi abortus
incomplete yaitu usia, paritas, usia kehamilan. Penelitian ini di lakukan untuk
mengetahui sosiodemografi pasien abortus incomplete, gambaran paritas abortus
incomplete, gambaran usia kehamilan abortus incomplete, penatalaksanaan terapi
pada pasien abortus incomplete, dan obat yang digunakan. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif
diperoleh sampel sebanyak 95 pasien. Profil obat yang digunakan uterotonika
paling banyak yaitu methylergometrine (57%), antimikroba yang paling banyak
digunakan adalah cefixime (89%), analgetik yang paling banyak digunakan adalah
asam mefenamat (76%), sebanyak (90%) pasien tidak diberi vitamin atau
penambah darah. Kesesuaian terapi penatalaksanaan pasien abortus incomplete
yang sesuai dengan kemenkes 2020 pemberian uterotonika menggunakan
misoprostol sebanyak (14%), antimikroba menggunakan metronidazol sebanyak
(1%), analgetik menggunakan asam mefenamat sebanyak (76%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan
pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat
antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada
pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan
pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80
pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan
metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling
tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65
tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah
Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian
ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes
yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23
pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus
terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode
Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.