Profil penulis
Ferry Effendi
64 karya publik ditemukan.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENDERITA ISPA DI KLINIK KIRANA 1 BOGOR
SEDIAAN KRIM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), YANG MEMILIKI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN BMC MAYAPADA HOSPITAL BOGOR
ANALISIS KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN JANTUNG PADA KELOMPOK YANG DIBERI PIO DAN KELOMPOK YANG TIDAK DIBERI PIO DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA 50 BOGOR
GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TABLET FE TERHADAP PENINGKATAN HB PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR
Seorang wanita yang di dalam rahimnya terdapat embrio disebut kondisi hamil. Perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan kehamilan dan kesehatan calon bayi. Salah satu penyakit yang menyerang pada masa kehamilan yaitu anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1% dan proporsi ibu hamil di perkotaan 36,4% hampir sama dengan proporsi ibu hamil di perdesaan 37,8%. Wanita hamil dengan kadar Hb < 10 gr/100 ml disebut menderita anemia dalam kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur dan untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan tablet Fe bagi ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur. Metode obsevasional survey digunakan dalam penelitian dengan mengambil data pasien secara retrospektif dalam jangka waktu satu tahun dengan populasi sampel 92 pasien, dan dievaluasi dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang berusia 26-35 tahun sebesar 46%, mayoritas pekerjaan sebagai IRT sebanyak 48%, dan mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 56%. Efektivitas tablet Fe ditunjukkan dengan adanya penurunan pasien penderita anemia, pada Hb I pasien anemia sebanyak 59 dan pada Hb III menjadi 15 pasien. Seiring dengan menurunkan penderita anemia, maka pasien yang tidak menderita anemia mengalami peningkatan dari Hb I ke Hb III, yaitu 33 pasien menjadi 77 pasien.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAN DAUN JAMBU BOL (Syzyguium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), MENGGUNAKAN METODE DPPH
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v) untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2), 41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).
Pengaruh edukasi apoteker terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di depo rawat jalan RS FMC Ciluar-Bogor
PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SONIKASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SUKUN (Artocarpus altilis)
Jerawat merupakan penyakit kulit yang bersifat kronis dan berulang yang sering terjadi di ruang lingkup remaja. Penyebab jerawat dapat disebabkan oleh infeksi bakteri patogen yaitu bakeri Propionibacterium acnes dan Staphylococus epidemis. Propionibacterium acnes merupakan flora normal dari kelenjar pilobeseus kulit manusia, bakteri ini dapat menyebabkan jerawat dengan menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Penelitian ini bertujuan pada uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan pembanding metode ekstraksi maserasi dan sonikasi. Penelitian ini menggunakan metode pembanding pada ekstraksi maserasi dan sonikasi terhadap bakteri propionibacterium acnes. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak maserasi etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter daya hambat sebesar 10,87 mm yang dikelompokkan sebagai antibakteri kategori kuat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PAMIJAHAN
Berdasarkan World Health Organization menunjukkan bahwa tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus TB Paru didunia. Pada tahun 2020 Indonesia menempati urutan ke-3 kasus TB Paru di dunia yaitu sebanyak 845.000 kasus, jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan, Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan Cross sectional dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan, Jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel 61 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52.5%, rata-rata usia pasien terbanyak 26-35 tahun yaitu 34.4%, pendidikan terbanyak yaitu SMA sebanyak 54.1%, dan pekerjaan terbanyak yaitu tidak bekerja sebanyak 42.6%, pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 50.8%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 86.9%. Tidak ada hubungan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan nilai p-value usia 0.288, jenis kelamin 0.542, pendidikan 0.216, pekerjaan 0.058. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Puskesmas Pamijahan nilai p-value 0.001.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA
Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK LARAS KABUPATEN SUKABUMI
Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance). Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas, pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK KIMIA FARMA 50 BOGOR
EVALUASI KELENGKAPAN RESEP DI APOTEK GYSEL BOGOR
GAMBARAN SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT RT. 01 RW. 11 KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK
EVALUASI DRUGS RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA RAWAT JALAN YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD KOTA BOGOR
Drug Related Problems (DRP’s) merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa penderita dengan terapi obat. Dalam pemberian terapi obat kepada penderita seorang farmasis diharapkan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat DRP’s baik yang telah terjadi atau berpotensi terjadi. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting dalam rangka mengurangi kematian serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat, penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadi Advere Drug Reaction (ADR) seperti efek samping, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan penelitian pada Penderita Pasien Kanker Payudara yang menjalani Kemoterapi Di RSUD Kota Bogor yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s, penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang dievaluasi sebanyak 100 pasien yang memenuhi kategori inklusi. Hasil evaluasi menunjukan 40 kasus yang meliputi diantaranya DRP’s terbanyak terjadi pada kasus interaksi obat yaitu sebesar 20 kejadian (20%), kemudian Drug Related Problems (DRP’s) juga terjadi pada kasus terapi tanpa indikasi sebanyak 10 kejadian (10 %), over dosis sebanyak 9 kejadian (9%), dan dosis subterapetik 1 kejadian (1 %).
KESESUAIAN PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI VAKSIN BCG DAN DPT BERDASARKAN PERMENKES NO. 12 TAHUN 2017 DI PUSKESMAS RATU JAYA PERIODE APRIL - SEPTEMBER 2020
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase 94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun 2017.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT DIARE ZINK DENGANZINK PROBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB), jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat kombinasizinkprobiotik.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY LOTION KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LEMON (Citrus limon (L.)Osbeck) dan HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.)Urb)
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba Pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sediaan body lotion kombinasi kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) sebagai antioksidan. Sediaan body lotion dibuat dengan mevariasikan setil alkohol yaitu pada F1 (2g), F2 (4g), dan F3 (8g) dengan perbandingan konsentrasi ekstrak 2:1 (4g:2g). Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas mutu fisik. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah lemon sebesar 48,951 μg/mL (sangat kuat), herba pegagan sebesar 56,435 μg/mL (kuat), kombinasi ekstrak sebesar 46,499 μg/mL (sangat kuat). Sedangkan nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan pada sediaan F1 sebesar 54,959 μg/mL (kuat), F2 sebesar 54,604 μg/mL (kuat), F3 sebesar 54,006 μg/mL (kuat). Vitamin C sebesar 5,288 μg/mL (sangat kuat). Formulasi body lotion F3 terpilih karena nilai IC50 lebih baik dibanding formula lainnya dan stabil secara mutu fisik.