BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi
masalah dan perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Penyakit diare termasuk penyakit endemis yang dapat berpotensi mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menjadi salah satu faktor kematian tertinggi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare balita di Rumah Sakit X. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medis kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh secara Purposive Sampling sebanyak 85 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare balita terbanyak adalah laki-laki sebanyak 52 pasien (61,18%), dan dikelompok usia terbanyak yaitu usia ke >1-3 tahun sebanyak 42 pasien (49,41%) dan berat badan terbanyak direntang <10 kg sebanyak 39 pasien (45,88%). Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Ceftriaxone sebanyak 38 pasien (44,71 %). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk kedalam kategori : Kategori IV C sebanyak 12 kasus (10,81%),
kategori III B sebanyak 7 kasus (6,31%), kategori II A sebanyak 48 kasus (43,24%), kategori 0 sebanyak 44 kasus (39,64%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang dapat menyerang salah
satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan. ISPA atas terdiri dari rhinitis, faringitis,
sinusitis, otitis media, tonsilitis, dan laringitis. ISPA disebabkan oleh bakteri dapat diterapi
menggunakan obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik yang tidak rasional dan tidak
memenuhi dosis regimen dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Kerasionalan penggunaan
antibiotik dianalisis dengan metode Gyssens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kerasionalan penggunaan obat antibiotik pada pasien penderita ISPA dengan metode Gyssens
di Klinik Nayaka Husada 02 Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan
metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 data rekam
medik pasien rawat jalan selama bulan Juli-Desember 2022. Pengambilan sampel
menggunakan Total Sampling. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis kelamin pasien yang
menderita ISPA faringitis terbanyak adalah laki-laki 59% dan usia 26-35 tahun sebanyak
37%. Jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada pasien penderita ISPA faringitis adalah
Cefixime sebanyak 46%. Terdapat kategori 0 (rasional) sebanyak 88% dan pada kategori III
B (Penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 12%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan
tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi
Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara
kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling
sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien
(54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan
berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang
terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute
pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan
(87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens
masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III
B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%),
Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan
yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus
pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit
Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan
penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit
Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan
pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien
pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian
dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh,
pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki
(69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg
(59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien
pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik
berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat
dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat
(kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar
1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah infeksi akut pada usus halus dengan gangguan saluran
cerna dan gejala demam lebih dari seminggu, atau tanpa gangguan kesadaran.
Antibiotik yang digunakan pasien demam tifoid yaitu kloramfenikol, thiampenicol,
cefixime, amoxicillin, cotrimoxazole, dan ciprofloxacin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini
bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan berdasarkan profil pasien demam tifoid dewasa
paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 58 pasien dengan persentase
(60%) dan rentang usia 17-25 tahun dan 36-45 sebanyak sebanyak 25 pasien (27
%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam tifoid dewasa di
Puskesmas Tanah Sareal adalah thiampenikol dengan persentase (48%). Evaluasi
penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal dalam kategori III B yaitu penggunaan
antibiotik terlalu singkat mendapatkan nilai presentasi tertinggi sebesar 52%,
kategori II B 2 %, kategori II A 13%, kategori IV A 6%, kategori IV B 27%.