2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu
bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi
keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik
antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk
meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan
menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari
itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan
perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan
hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung
Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam
penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data
prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh
perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29%
pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik
dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar
32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku
swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%,
kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan
persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai
sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570
dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis adalah infeksi kronis pada saluran pernafasan bagian bawah yang dapat
menular, dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengetahuan orang tua
sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak
mendukungnya dalam kepatuhan pengobatan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi orang tua pasien yang terdiri dari usia, jenis
kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, gambaran tingkat pengetahuan orang tua pasien,
kepatuhan orang tua pasien pada pengobatan penderita tuberkulosis anak, dan
hubungan tingkat pengetahuan orang tua pasien dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada anak penderita tuberkulosis di Apotek Cimaya Cianjur periode Februari - April
2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan deskriptif. Data primer ini diambil dengan
menggunakan metode secara prospektif. Sampel yang diambil berdasarkan purposive
sampling sebanyak 140 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa data
sosiodemografi paling banyak usia antara 26-35 tahun (67,9%) 95 sampel, jenis
kelamin perempuan (69,29%) 97 sampel, pendidikan sarjana (44,29%) 62 sampel,
pekerjaan ibu rumah tangga (41,43%) 58 sampel, tingkat pengetahuan baik (57,86%)
81 sampel, dan tingkat kepatuhan tinggi (47,14%) 66 sampel. Berdasarkan metode
Korelasi Spearman terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua pasien
dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberkulosis di Apotek
Cimaya Cianjur dengan nilai P Value yaitu sebesar 0,000 dimana p < α (0,05) yang
artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua pasien dengan tingkat
kepatuhan pengobatan pada anak penderita tuberkulosis.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 salah satu penyakit yang ditandai dengan
adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah, insulin tidak bisa membawa glukosa masuk kedalam jaringan karena resistensi insulin, yang ditandai kadar glukosa darah sewaktu ≥200. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien DM 2 meliputi jenis kelamin dan usia, untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan GDS pada penggunaan obat Antidiabetes oral di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit X Bogor. Metode penelitian ini dari prosedur retrospektif menggunakan data rekam medik periode Januari-Desember 2021, dan diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2019 dan SPSS versi 26 dengan sample yang diambil dengan total sampling sebanyak 50 pasien, pengujian menggunakan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi pasien DM 2 Laki-laki paling banyak sebesar 53% dan usia paling banyak 46-55 tahun 38%, dengan penyakit tanpa penyerta 32 pasien dan dengan
penyakit penyerta sebanyak 18 pasien. Obat yang digunakan gologan dengan obat biguanida (metformin) 35 pasien, glimepiride 4 pasien, glibenclamide 1 pasien dan metformin+glimepiride 10 pasien. Penurunan kadar glukosa darah dengan obat tunggal metformin 40%, glimepiride 42%, glibenclamide 5,20% dan penurunan kombinasi metformin+glimepiride 43%, Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat antidiabetes oral terhadap penurunan
kadar glukosa darah sewaktu dengan nilai p-value 0,422>α 0,05.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kadar glukosa di dalam darah dikendalikan oleh beberapa mekanisme
homeostatik yang dalam keadaan sehat dapat mempertahankan kadar dalam rentang 70 sampai 110 mg/dl dalam keadaan puasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), beserta kombinasinya terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Penelitian ini menggunakan hewan percobaan mencit (Mus musculus) yang terdiri dari 7 kelompok. Semua kelompok diinduksi dengan aloksan 150 mg/kgBB. Pada hari ke 3 setelah induksi semua mencit di ukur kadar glukosanya. Mencit yang telah hiperglikemi diberi perlakuan dengan pemberian secara peroral yaitu ekstrak bunga rosella, ekstrak daun stevia, kombinasi ekstrak bunga rosella dari ekstrak daun stevia dengan perbandingan 1:1, 2:1, 3:1 , kontrol positif (Metformin) dan kontrol negatif ( Na-CMC 0,5%) selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 70% pada bunga
rosella dan daun stevia masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan tritepernoid. Penurunan kadar glukosa darah puasa mencit yang mendapat ekstrak bunga rosella sebesar (73,04%), ekstrak daun stevia sebesar (74,75%), kombinasi ekstrak bunga rosella dan daun stevia dengan perbandingan 1:1 sebesar (80,08%), 2:1 sebesar (65,95 %), 3:1 sebesar (65,03%)
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA
merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical
Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal (renal atau kidney failure) merupakan kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronik (menahun). Gagal kronik gejala awalnya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut tidak sering dirasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien rawat jalan penderita gagal
ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Data yang digunakan adalah data
rekam medik, dengan data yang diambil meliputi , usia, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien rawat jalan penderita gagal ginjal kronik periode Januari – Maret 2022. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 103 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan
data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 55,3%, usia terbanyak 56-65 tahun 31,1%, berat badan terbanyak 51,60 kg 35%. Distribusi pasien berdasarkan diagnosis penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi dengan persentase 72,82%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat pasien diperoleh hasil sebanyak 99%, pada tepat obat sebanyak 98%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 83%, dan tepat frekuensi sebanyak 99%.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran nyeri neuropati, lokasi nyeri dan perbedaan efektivitas penggunaan obat pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan pregabalin dan gabapentin. Kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada penggunaan pregabalin didapatkan penurunan
skala nyeri dengan rata-rata sebesar 0,87 dan pada penggunaan gabapentin didapatkan penurunan rata-rata sebesar 0,78. Pada hasil ujistatistik U-Mann-Whitney nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan efektivitas pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik selama
2 minggu.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien
setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan
seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana
dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian
terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini
dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian
ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari
instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023.
Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu
perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%),
dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non
BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa
kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi
Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan
dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi
RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di
simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan
dengan Pasien BPJS.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik
kronik yang berisiko timbulnya berbagai komplikasi. Pasien DM Tipe 2
membutuhkan terapi dalam jangka waktu lama, selain itu penderita yang disertai
dengan penyakit penyerta atau komplikasi akan mendapatkan obat lebih dari satu
atau kombinasi, sehingga dapat terjadi resiko interaksi obat yang dapat
memperberat efek samping, meningkatkan atau menurunkan efektivitas
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat dan
kejadian interaksi obat pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini dilakukan secara
deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan
pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan data
rekam medis dari 92 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian
menunjukkan penderita terbanyak yaitu perempuan (59,78%) dengan rentang usia
terbanyak 65-74 tahun (54,35%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi
(71,74%). Penggunaan obat antidiabetes terbanyak adalah obat kombinasi 2 obat
(9,78%) dan penggunaan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu golongan obat
Angiotensin 2 Receptor Blocker (51,09%). Terdapat 103 potensi interaksi obat
dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (87,38%)
dan level keparahan moderate (91,26%), serta kejadian interaksi sebanyak 36
kejadian dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik
(97,30%) dan level keparahan moderate (86,11%).
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit stadium akhir yang sangat
progresif dan irreversibel yang ditandai dengan ketidakmampuan fungsi ginjal
dalam mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat
kerusakan struktur ginjal yang progresif dan dimanifestasikan oleh sisa metabolit
(toksin uremik) yang terakumulasi di dalam darah. Pasien GGK membutuhkan
terapi dalam jangka waktu lama, selain itu penderita yang disertai dengan
penyakit penyerta atau komplikasi akan mendapatkan beberapa terapi obat atau
kombinasi. Peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi, yang dapat
memperberat efek samping, meningkatkan atau menurunkan efektivitas
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi obat pada
pasien GGK. Penelitiani ini merupakan penelitian deskriptif observasional.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode total sampling
berdasarkan data rekam medis dari 96 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan penderita terbanyak yaitu perempuan
(53,13%) dengan rentan usia terbanyak 46-55 tahun (30,21%). Penyakit penyerta
paling banyak yaitu hipertensi (72,92%). Penggunaan obat antihipertensi
terbanyak yaitu kombinasi 2 obat (45,83%) dan penggunaan obat selain
antihipertensi terbanyak yaitu golongan obat vitamin dan suplemen (77,08%).
Terdapat 85 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu
interaksi farmakodinamik (75,29%) dan level keparahan moderate (71,76%), serta
kejadian interaksi sebanyak 34 kejadian dengan mekanisme interaksi terbanyak
yaitu interaksi farmakodinamik (88,24%) dan level keparahan moderate (79,41%).
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberkulosis. Terapi pasien TB paru terdiri dari obat anti tuberkulosis (OAT) dan
obat non anti tuberkulosis (Non OAT) dalam penggunaanya dilakukan dalam
waktu bersamaan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi obat. Penelitian
ini bertujuan mengetahui gambaran penggunaan OAT dan Non OAT. Potensi
terjadinya interaksi obat antar OAT, antar OAT dengan Non OAT dan antar Non
OAT dalam peresepan pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Sukabumi. Jenis
penelitian ini adalah non eksperimental (observasional) dengan rancangan
deskriptif dan bersifat retrospektif. Pengambilan data berdasarkan data resep
elektronik pasien ditinjau secara teoritis dari studi literatur Drugs Interaction
Checeker. Terdapat 95 sampel pasien TB paru. Jenis kelamin terbanyak adalah
Laki-laki (66,3%). Usia pasien terbanyak rentang usia 26-35 tahun (dewasa awal)
(27,4%). Jenis OAT terbanyak digunakan adalah rifampisin (30,6%), dan
isoniazid (30,6%). Jenis Non OAT terbanyak digunakan adalah golongan obat
vitamin dan suplemen (27,8%). Terdapat (56,6%) obat yang mengalami potensi
interaksi, dan (43,4%) tidak mengalami potensi interaksi. Potensi interaksi obat
antar OAT terbanyak yaitu interaksi pada rifampisin dengan isoniazid (44,2%),
dan rifampisin dengan pyrazinamide (27,8%) dengan level keparahan terbanyak
Major (72,1%). Potensi interaksi obat antar OAT dan Non OAT terbanyak yaitu
interaksi pada isoniazid dengan paracetamol (51,7%) dengan level keparahan
terbanyak Moderate (55,8%). Sedangkan potensi interaksi obat antar Non OAT
terbanyak yaitu interaksi pada methylprednisolon dengan salbutamol (28,6%)
dengan level keparahan terbanyak Minor (38,1%).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemik adalah keadaan glukosa darah meningkat sampai di atas 200 mg/dl.
Nektar ialah cairan manis yang dihasilkan dari kelenjar nektaris tanaman pada
bunga, daun, dan batang. Nektar mengandung laktosa, galaktosa, dan fruktosa
dalam jumlah sedikit. Nektar juga mengandung ion K+, antioksidan asam askorbat,
lipid fenol, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa
kimia yang terkandung di dalam nektar cair, perubahan kadar glukosa darah pada
tikus dengan dosis nektar cair 0,09 ml/200 gram, 0,18 ml/200 gram, 0,27 ml/200
gram. Tikus diukur kadar glukosa darah normal kemudian diiduksi dengan aloksan
sebanyak 120 mg/KgBB. Setelah hari ke-3 tikus diukur kembali kadar glukosa
darah kemudian tikus yang sudah memiliki kadar glukosa >200 mg/dl diberikan
perlakuan nektar cair dan metformin. Kadar glukosa darah diukur kembali pada hari
ke-10 dan 17 setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian menunjukan nektar cair
mengandung golongan senyawa kimia alkaloid dan flavonoid. Hasil uji
antihiperglikemik menunjukan bahwa nektar cair dapat menurunkan kadar glukosa
darah, dimana penurunan yang paling tinggi terdapat pada dosis 2 sebesar 72,30%
dibanding kontrol positif sebesar 57,58% dan kontrol negatifsebesar 14,82%. Hasil
analisis data yang diperoleh menunjukan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan
terhadap perlakuan dan kontrol.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi saluran ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat
penyakit menular di dunia. Evaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA perlu
mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi penggunaan obat secara tidak
rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat ISPA dan
mengevaluasi ketepatan obat, ketepatan dosis dan ketepatan frekuensi dengan
menggunakan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara
retrospektif. Hasil obat-obat ISPA yang digunakan Golongan Antihistamin yaitu
CTM sebanyak 52 pasien (87%), Golongan Kortikosteroid yaitu prednison 54
pasien (90%), Dexamethasone 3 pasien (5%), Triamcinolone 3 pasien (5%),
Golongan analgetik-Antipiretik 59 pasien (98%), Golongan Mukolitik 57 pasien
(95%), Golongan Dekongestan 49 pasien (82%) dan Golongan Obat ekspektoran
30 pasien (50%). Ketepatan obat sebanyak 60 (100%) pasien sudah tepat, ketepatan
dosis sebanyak 60 resep (60 pasien) 100 % dan tepat frekuensi dalam penggunaan
aturan pakai pada resep sesuai yang tertera pada Informasi Spesialite Obat (ISO).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus dengan karakteristik hiperglikemia terjadi karena adanya
resistensi reseptor insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menalisis efektivitas
pengguaan obat antidiabetika pada pasien (CHF) Congestive Heart Failure di
Rumah Sakit PMI Bogor. Desain pnelitian ini non eksperimeental observasional
dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah
pasien congestive heart failure (CHF) pada penyakit penyerta diabetes yang
memiliki nilai kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi yang di berikan
penggobatan antidiabetika periode Oktober 2022 – Maret 202. Jumlah subjek dalam
penelitian ini adalah 81 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada
pasien CHF yang mendapatkan pengobatan antidiabetika rata-rata paling banyak
pada usia lansia sebesar 70,7%. Jenis kelamin yang paling terbanyak yaitu
perempuan sebesar 58%. Pekerjaan terbanyak yaitu pekerjaan lainya atau tidak
berkerja sebanyak 38,3%. Gambaran obat yang digunakan sebanyak 61,7% yaitu
dengan pengobatan Tunggal oral. Pada jenis obat sebanyak 62, 96% yaitu dengan
obat metformin golongan biguanide. Terdapat pengaruh terhadap perbandingan
efektivitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetika dengan hasil
penurunan kadar glukosa darah sewaktu di Rumah Sakit PMI Kota Bogor karena
hasil uji Kruskal Walis menunjukan adalah < 0,05 yaitu (P-Value = 0.636).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa
darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat
mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum)
dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji
aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia.
Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan
ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini
yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing
kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari
selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan
tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada
setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok
perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%,
infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1
46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen,
dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α
menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada
perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit
peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh
masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan
dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α-
glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian
terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare
(Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi
formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh
celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk
diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA
reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan
skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula
memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V)
1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut
sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata
nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV)
merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai
penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V)
senilai 3,1.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai
peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang
paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan
suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang
dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan
kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini
menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam
medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada
penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah
subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien
terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu
50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran
penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg
dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan
candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya
perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan
candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa
dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas
penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes
terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya.
Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu
daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana).
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung
didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi
daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa
secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak
diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan
alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare
memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan
pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil
Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang
memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik
dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar
glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.