2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hand sanitizer merupakan salah satu jenis kosmetik yang sering digunakan
sebagai pembersih tangan. Daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston)
memiliki kandungan kimia fenol, saponin,tannin dan flavonoid yang mempunyai
aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat hand sanitizer dari
ekstrak daun jambu air serta menguji mutu fisik dan uji hedonik sediaan.
Penelitian ini meliputi pembuatan simplisia, penetapan kadar air, uji fitokimia,
ekstraksi dan pembuatan hand sanitizer 5, 10 dan 25%. Hasil penelitian
menyatakan bahwa daun jambu air memiliki kadar air 3,44%. Rendeman yang
didapatkan sebesar 4,61%. Kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol
mengandung flavonoid, fenol, saponin dan tannin. Hasil uji mutu fisik dan uji
hedonik warna, aroma, tekstur, sifat penggunaan serta tingkat penyerapan
menyatakan formula hand sanitizer ekstrak etanol daun jambu air 25% memiliki
mutu fisik yang sesuai dan paling diminati oleh panelis.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia
(Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin
berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder,
menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak
etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui
metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan
tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret
konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan
menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0
nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik,
saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia
dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1
dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm),
1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg
GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total
flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia
8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang
dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas
antioksidan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis
whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu
panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk
mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan
kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet
(Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai
optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet
diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji
kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim
dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang
492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan
saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet
dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim
dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan
produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat
yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara
untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin
dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan
fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol
96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim
tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%
dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap
enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125
ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96%
daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun
beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan
bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan
pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan
metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam
efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki
kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid
yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)
merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan
makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik,
memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba,
antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai
antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid,
saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan
aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan
metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret
konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10,
20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada
deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan
dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun
salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat),
daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan
perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44
ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.