Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Lilik Sulastri

71 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 92024: 22023: 232022: 212021: 10

FORMULASI DAN UJI ORGANOLEPTIK HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hand sanitizer merupakan salah satu jenis kosmetik yang sering digunakan sebagai pembersih tangan. Daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston) memiliki kandungan kimia fenol, saponin,tannin dan flavonoid yang mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat hand sanitizer dari ekstrak daun jambu air serta menguji mutu fisik dan uji hedonik sediaan. Penelitian ini meliputi pembuatan simplisia, penetapan kadar air, uji fitokimia, ekstraksi dan pembuatan hand sanitizer 5, 10 dan 25%. Hasil penelitian menyatakan bahwa daun jambu air memiliki kadar air 3,44%. Rendeman yang didapatkan sebesar 4,61%. Kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol mengandung flavonoid, fenol, saponin dan tannin. Hasil uji mutu fisik dan uji hedonik warna, aroma, tekstur, sifat penggunaan serta tingkat penyerapan menyatakan formula hand sanitizer ekstrak etanol daun jambu air 25% memiliki mutu fisik yang sesuai dan paling diminati oleh panelis.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAKETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius(Poepp.) H. Rob) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana (Bertoni))

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0 nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1 dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm), 1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas antioksidan.

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), DAN KOMBINASINYA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1. Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak; 17,6 mg QE/g ekstrak.

KRIM EKSTRAK AIR SARANGBURUNG WALET (Aerodramus fuchipagus) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM TIROSINASE

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet (Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang 492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAN ETIL ASETAT DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol 96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96% daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.

AKTIVITASlANTIOKSIDANlSEDUHANlDAUN SALAM (Syzygiumlpolyanthuml(Wight) Walp.) DAN DAUN STEVIA (StevialrebaudianalBertoni) SERTA KOMBINASINYA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik, memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba, antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat), daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44 ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.