Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAN ETIL ASETAT DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE

Koleksi PerpustakaanSekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol 96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96% daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.

Kata kunci

Hiperpigmentasi, Daun Beluntas, Enzim Tirosinas

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAN ETIL ASETAT DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE2021 · oai:ais:library-item:27565