Abstrak
Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet (Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang 492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.