2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian
dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan
seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak
pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di
RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu
pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan
pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan
sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat
kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki
tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki
tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi
yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum
obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang banyak dikunjungi
oleh masyarakat. Kepuasan pelanggan adalah suatu perasaan yang timbul sebagai
akibat dari kinerja pelayanan yang diperoleh setelah pelanggan membandingkannya
dengan apa yang diharapkan. Loyalitas tidak pernah lepas dari adanya kepuasan
pelanggan dalam melakukan aktivitas kegiatan dan permintaan pada sebuah jasa
dan produk.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan
dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi. Desain penelitian
bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional
pengambilan data menggunakan data primer dilakukan secara prosfektif dengan
menggunakan lembar kuesioner dengan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 100 responden. Uji
hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana
Sukabumi dianalisis menggunakan uji Somer’s D pada SPSS statistic 26. Hasil
penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan (Reliability)
sebesar 64,0% (Sangat Puas), Daya tanggap (Responsiveness) sebesar 65,0%
(Sangat Puas), Jaminan (Assurance) sebesar 71,0% (Sangat Puas), Empati
(Empathy) sebesar 84,0% (Sangat Puas), Wujud nyata (Tangible) sebesar 86,0%
(Sangat Puas). Loyalitas pelanggan 92,0% (Loyal). Hasil uji statistic (somer’s D)
nilai signifikansi sebesar 0,000 <(0,05), hasil tersebut terdapat hubungan antara
Tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia
di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan
nasional. Ketidak sesuaian penulisan resep dengan Fomularium Nasional untuk peserta BPJS
kesehatan akan menyebabkan terjadinya kekurangan dan kekosongan obat serta akan
mempengaruhi biaya rawatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
kesesuaian penulisan resep, gambaran obat-obatan yang diresepkan serta gambaran kelas
terapi obat-obatan di luar Formularium Nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif
retrospektif dimana data yang diambil adalah data masa lalu yaitu resep-resep pasien rawat
inap di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Oktober-Desember 2020. Pengolahan
data dilakukan dengan melakukan pencatatan dan menampilkan obat-obatan, kelas
terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan Formularium Nasional
pada bulan Oktober 98,10%, bulan Nopember 98,77%, bulan Desember 98,10%. Rata-rata
kesesuaian dengan Formularium Nasional diperoleh data 98,32%. Obat-obatan golongan
kelas terapi vasodilator menunjukkan banyak diresepkan di luar Formularium Nasional.
Kesimpulannya adalah kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Nasional di RSJ. dr.
H. Marzoeki Mahdi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit yaitu di
atas 90%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah
waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat
jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau
keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep,
sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa
Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu
pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata-
rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di
Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit
untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum
memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak
pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016
merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga
kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode
purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98
responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi
pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian
90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata
persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas
pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai
sudah sangat baik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi menjadi salah satu kasus dengan prevalensi cukup tinggi. Kepatuhan1adalah derajat dimana pasien mengikuti anjuran klinis dari dokter
yang mengobatinya maupun berupa terapi non-farmakologi sebagai modifikasi
gaya hidup. Terapi farmakologi dan non-farmakologi pada pengobatan hipertensi
dengan adanya hubungan dengan karakteristik responden1seperti usia, jenis
kelamin, pekerjaan, Pendidikan terakhir hal tersebut mempengaruhi tingkat
kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penelitian ini
bertujuan1untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan2pasien hipertensi di
wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan yang dilakukan dengan cara cross senctional study. Penelitian ini
menggunakan2Teknik purposive sampling. data diperoleh dari pengamatan
langsung dan pengisian kuesioner. Wawancara dilakukan pada pasien2hipertensi
di wilayah Gedong Panjang. Hasil penelitian ini2menunjukan bahwa dari 100
responden yang diteliti pada tingkat kepatuhan terapi farmakologi dengan tingkat
kepatuhan tinggi yaitu 7 (7,00%), tingkat kepatuhan sedang yaitu 61 (61,00%), dan tingkat kepatuhan rendah yaitu 32 (32,00%) Responden. Sedangkan pada
terapi non-farmakologi menunjukan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 5 (5,00%), tingkat kepatuhan sedang menunjukan 66 (66,00%), dan tingkat kepatuhan rendah
sebanyak 29 (29,00%) responden. Menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pasien
hipertensi di wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi mayoritas berada pada
tingkat kepatuhan sedang, bahwa perlu adanya peningkatan seperti edukasi, dorongan dari lingkungan