2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia
yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam
menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas
penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung.
Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan
sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan
jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55
pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita
sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA
Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan
antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat
antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig
0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas
terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang
menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari
hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan
adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan
obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam
meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan
KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan
rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi
klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang
terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini
dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan
rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik
CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan
mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan
JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil
penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang
palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak
25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51
paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling
banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan
berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77
pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama
pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu
sebanyak78pasien(95,12%).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian
nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode
Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk
mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug
Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data
rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan
data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data
tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam
satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan
bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang
dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan
2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90%
obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid
dan ramipril.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak
terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol –
Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat
tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data
secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25.
Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88
pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi
pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada
kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah
63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori
sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P
value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji
distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol –
Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol –
Ramipril (81%).