Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ferry Effendi

64 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 132024: 22023: 212022: 162021: 11

ANALISA EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DAN COTRIMOXAZOLE PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS NANGGUNG BOGOR

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung. Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55 pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig 0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA RAWAT JALAN DEWASA DIKLINIK CARITAS BOGOR PERIODE JULI–DESEMBER 2019

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak 25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51 paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77 pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu sebanyak78pasien(95,12%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ORAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RS. HARAPAN DEPOK DENGAN METODE ATC/DDD

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan 2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90% obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid dan ramipril.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KOMBINASI OBAT CARVEDILOL - RAMIPRIL DAN BISOPROLOL - CANDESARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG RAWAT INAP RSUD CIAWI

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol – Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25. Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88 pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah 63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol – Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol – Ramipril (81%).