2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight)
walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki
kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai
antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari
ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman
radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta
kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi
5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur
absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515
nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut
sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya
dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24
ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan
kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50
lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi
pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus
mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas
antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang
memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan
menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas
dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur
dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas
antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan
dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang
digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau
dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol
70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk
mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya
memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid,
flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau
memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur
memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi
kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan
daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun
mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi
sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai
antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi
bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode
pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g)
Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu
memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik,
homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi
krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil:
kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat
30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas
(Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat
kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH
cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif
730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevaliditasan metode analisis
Citrus Bioflavanoid dan Pureway C secara HPLC. Karena metode analisa kadar
dengan HPLC ini masih baru dan dikembangkan maka diperlukan validasi
metode. Karena validasi metode analisis berguna untuk mengetahui dan menjamin
metode analisis tersebut tepat atau valid untuk digunakan. Parameter validasi
metode yang dilakukan meliputi uji presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi,
selektivitas , spesifitas, rugedness dan stabilitas .Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode HPLC dengan menggunakan fase gerak methanol dan
aquadest yang dicampurkan dengan perbandingan (70:30) dengan panjang
gelombang UV 280 nm. Kolom yang digunakan adalah jenis C18 dengan
menginjeksikan sampel dan standar dengan volume injek 10 μl. Hasil uji
kesesuaian sistem yang meliputi lempeng teoritis, asimetrisitas dan RSD
memenuhi syarat . Hasil dari presisi kadar Citrus Bioflavanoid adalah sebesar
103,92% dan untuk Pureway C adalah sebesar 101,23% dengan nilai SBR sebesar
0,40 dan 0,60 . Hasil perolehan kembali dalam akurasi Citrus Bioflavanoid yaitu
99,99 % - 101,72% , dan perolehan kembali Pureway C yaitu 100,43%-101,84%.
Metode ini memberikan linearitas yang baik dengan nilai korelasi untuk Citrus
Bioflavanoid ( r2 = 0,9997) dan nilai korelasi untuk Pureway C ( r2 = 0,9999).
Hasil SBR stabilitas untuk Citrus Bioflavanoid dari jam ke 0 hingga jam ke 12
sebesar 0,255 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,255 . Hasil SBR stabilitas
untuk Pureway C dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,346 dan jam ke 12
hingga jam ke 24 sebesar 0,940 dan nilai LOD dan LOQ untuk Citrus Bioflavanoid
sebesar 0,00103 mg/mL dan 0,00345 mg/mL dan nilai LOD dan LOQ untuk
Pureway C sebesar 0,00143 mg/mL dan 0,00426 mg/mL . Karena persyaratan
validasi metode meliputi uji kesesuaian sistem , presisi ,akurasi, linearitas,
spesifitas, selektivitas, stabilitas, rugedness, LOD dan LOQ sudah memenuhi
syarat maka Metode analisa ini valid dan dapat digunakan untuk mengukur kadar
Citrus Bioflavanoid dan Pureway C menggunakan HPLC
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi
meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa.
Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri
Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies.
Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid,
flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang
terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan
kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik
sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33
mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya
hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan
sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada
konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way
ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari
ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156
dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang
didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kedua perlakuan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana
pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat
kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk
terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus
resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan
peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut,
penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu
tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi
farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan
melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum
dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien
BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan
proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi
insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor
α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan
glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang
mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu
manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk
antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes
formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim
α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil
pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas
inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50
pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan
pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas
inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya
hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami
peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001
< 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam
penambahan konsentrasi pada sampel.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan
kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan
pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan
sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya
mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai
pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai
kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi
sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami
dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat
dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang
dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode
Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil
penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan
Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang
baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lip balm yaitu pelembab bibir dalam bentuk sediaan semi solid dalam bentuk
bahan utama yaitu minyak, lemak dan lilin serta berfungsi untuk memberikan
perawatan pada kulit bibir dengan anggapan akan memberikan wajah yang lebih
percaya diri. Lip balm sendiri yaitu sediaan kosmetik dengan basis hamper sama
dengan formulasi lipstick, namun tanpa adanya warna atau trasparan. Banyaknya
lip balm yang sudah terdapat warna di mendorong peneliti membuat sediaan lip
balm ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami dari ekstrak kayu secang
(Caesalpinia Sappan L) untuk menghindari pewarna sintetik. Tujuan dari penelitian
kali ini membuat sediaan lip balm dengan metode infusa dan konsentrasi warna
alami. Dibuat 3 formulasi yaitu 0,3%, 0,6% dan 0,9% dengan ekstrak kering kayu
secang lalu dilakukan evalusi sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya
lekat, uji organoleptik dan uji kesukaan. Hasil pengujian evaluasi menunjukan hasil
yang baik denganp pengamatan selama 14 hari dan hasil uji kesukaan menunjukan
konsentrasi 0,6% yang paling disukai.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pewrna pipi atau yang dikenal dengan (blush on) merupakan sediaan kosmetik yang
berfungsi untuk memberikan warna dipipi dengan sentuh artistik dan mampu
membuat wajah terlihat segar dalam tatarias. Sediaan pewarna pipi (blush on)
mempunyai manfaat dapat memperbaiki wajah agar terlihat segar, cantik dan
berdimensi. Warna-warna pada pewarna pipi (blush on) terdiri dari warna merah,
merah muda, jingga dan kecokelatan. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dapat
dimanfaatkan sebagai pewarna alami karena mempunyai kandungan antosianin.
Antosianin ialah pigmen tumbuhan yang menghasilkan warna merah pada bunga
rosella. Tujuan penelitian ini untuk memberikan bukti bahwa ekstrak bunga rosella
dapat digunakan sebagai pewarna alami dan mempunyai mutu fisik yang baik. Pada
penelitian ini dibuat formula sediaan blush on cream dengan variasi konsentrasi
2,5% 5% dan 7,5% ekstrak kental bunga rosella kemudian di uji mutu fisik hingga
diperoleh formula terbaik. Formula yang dihasilkan kemudian di evaluasi stabilitas
dengan metode Cycling Test. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas,
uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji viskositas. Hasil pengujian sesudah
stabilitas menunjukan sediaan yang dibuat mempunyai mutu fisik yang baik,
kecuali pH dan daya lekat tidak memenuhi persyaratan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis
whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu
panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk
mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan
kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet
(Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai
optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet
diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji
kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim
dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang
492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan
saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet
dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim
dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.