Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Sofyan Ramani

44 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 52024: 42023: 102022: 162021: 7

ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight) walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50 lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN Garcinia forbesii King MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN VARIASI DAUN HIJAU DAN DAUN GUGUR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g) Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil: kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat 30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas (Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif 730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.

VALIDASI METODE ANALISA PENETAPAN KADAR CITRUS BIOFLAVANOID DAN PUREWAY C DALAM LOCO PROVE-C KSS SECARA HPLC

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevaliditasan metode analisis Citrus Bioflavanoid dan Pureway C secara HPLC. Karena metode analisa kadar dengan HPLC ini masih baru dan dikembangkan maka diperlukan validasi metode. Karena validasi metode analisis berguna untuk mengetahui dan menjamin metode analisis tersebut tepat atau valid untuk digunakan. Parameter validasi metode yang dilakukan meliputi uji presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi, selektivitas , spesifitas, rugedness dan stabilitas .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HPLC dengan menggunakan fase gerak methanol dan aquadest yang dicampurkan dengan perbandingan (70:30) dengan panjang gelombang UV 280 nm. Kolom yang digunakan adalah jenis C18 dengan menginjeksikan sampel dan standar dengan volume injek 10 μl. Hasil uji kesesuaian sistem yang meliputi lempeng teoritis, asimetrisitas dan RSD memenuhi syarat . Hasil dari presisi kadar Citrus Bioflavanoid adalah sebesar 103,92% dan untuk Pureway C adalah sebesar 101,23% dengan nilai SBR sebesar 0,40 dan 0,60 . Hasil perolehan kembali dalam akurasi Citrus Bioflavanoid yaitu 99,99 % - 101,72% , dan perolehan kembali Pureway C yaitu 100,43%-101,84%. Metode ini memberikan linearitas yang baik dengan nilai korelasi untuk Citrus Bioflavanoid ( r2 = 0,9997) dan nilai korelasi untuk Pureway C ( r2 = 0,9999). Hasil SBR stabilitas untuk Citrus Bioflavanoid dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,255 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,255 . Hasil SBR stabilitas untuk Pureway C dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,346 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,940 dan nilai LOD dan LOQ untuk Citrus Bioflavanoid sebesar 0,00103 mg/mL dan 0,00345 mg/mL dan nilai LOD dan LOQ untuk Pureway C sebesar 0,00143 mg/mL dan 0,00426 mg/mL . Karena persyaratan validasi metode meliputi uji kesesuaian sistem , presisi ,akurasi, linearitas, spesifitas, selektivitas, stabilitas, rugedness, LOD dan LOQ sudah memenuhi syarat maka Metode analisa ini valid dan dapat digunakan untuk mengukur kadar Citrus Bioflavanoid dan Pureway C menggunakan HPLC

FORMULASI DAN STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50 paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50 yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama 28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu 4°C selama 50 hari.

FORMULASI DAN AKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hippobroma longiflora (L) G.Don) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa. Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies. Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33 mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156 dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan.

PERBANDINGAN WAKTU TUNGGU PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD PALABUHANRATU

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut, penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiberis officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIDIABETES

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50 pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001 < 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam penambahan konsentrasi pada sampel.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK KAYU SECANG (Cesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lip balm yaitu pelembab bibir dalam bentuk sediaan semi solid dalam bentuk bahan utama yaitu minyak, lemak dan lilin serta berfungsi untuk memberikan perawatan pada kulit bibir dengan anggapan akan memberikan wajah yang lebih percaya diri. Lip balm sendiri yaitu sediaan kosmetik dengan basis hamper sama dengan formulasi lipstick, namun tanpa adanya warna atau trasparan. Banyaknya lip balm yang sudah terdapat warna di mendorong peneliti membuat sediaan lip balm ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami dari ekstrak kayu secang (Caesalpinia Sappan L) untuk menghindari pewarna sintetik. Tujuan dari penelitian kali ini membuat sediaan lip balm dengan metode infusa dan konsentrasi warna alami. Dibuat 3 formulasi yaitu 0,3%, 0,6% dan 0,9% dengan ekstrak kering kayu secang lalu dilakukan evalusi sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji organoleptik dan uji kesukaan. Hasil pengujian evaluasi menunjukan hasil yang baik denganp pengamatan selama 14 hari dan hasil uji kesukaan menunjukan konsentrasi 0,6% yang paling disukai.

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BLUSH ON CREAM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pewrna pipi atau yang dikenal dengan (blush on) merupakan sediaan kosmetik yang berfungsi untuk memberikan warna dipipi dengan sentuh artistik dan mampu membuat wajah terlihat segar dalam tatarias. Sediaan pewarna pipi (blush on) mempunyai manfaat dapat memperbaiki wajah agar terlihat segar, cantik dan berdimensi. Warna-warna pada pewarna pipi (blush on) terdiri dari warna merah, merah muda, jingga dan kecokelatan. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami karena mempunyai kandungan antosianin. Antosianin ialah pigmen tumbuhan yang menghasilkan warna merah pada bunga rosella. Tujuan penelitian ini untuk memberikan bukti bahwa ekstrak bunga rosella dapat digunakan sebagai pewarna alami dan mempunyai mutu fisik yang baik. Pada penelitian ini dibuat formula sediaan blush on cream dengan variasi konsentrasi 2,5% 5% dan 7,5% ekstrak kental bunga rosella kemudian di uji mutu fisik hingga diperoleh formula terbaik. Formula yang dihasilkan kemudian di evaluasi stabilitas dengan metode Cycling Test. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji viskositas. Hasil pengujian sesudah stabilitas menunjukan sediaan yang dibuat mempunyai mutu fisik yang baik, kecuali pH dan daya lekat tidak memenuhi persyaratan.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% KOMBINASI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji : daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar 20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat

KRIM EKSTRAK AIR SARANGBURUNG WALET (Aerodramus fuchipagus) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM TIROSINASE

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet (Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang 492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.