Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Febi Ishfahani

53 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 142024: 22023: 162022: 112021: 4

GAMBARAN TINGKAT MINAT KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG DI APOTEK KIMIA FARMA TAJUR 113 BOGOR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Minat konsumen adalah sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam membeli atau memilih suatu produk, berdasarkan pengalaman dalam memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan merek dagang di Apotek Kimia Farma Tajur 113 Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat minat konsumen terhadap pembelian obat generik dan merek dagang. Sampel yang digunakan sebanyak 96 responden utuk mendapatkan data. Seluruh data yang telah didapat dianalisis secara deskriptif dalam bentuk pemaparan dan analisis perhitungan dalam bentuk persentase. Gambaran tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan obat merek dagang. Minat terhadap obat merek dagang memiliki persentase lebih tinggi (67.92%) daripada minat terhadap obat generik (32.08%).

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah, serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun (94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%) tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG MAWAR 1 RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90 % TAHUN 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun 2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien (28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien (60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun (55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%) tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 0% tidak tepat.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PARUNG

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%). Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36 pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).

GAMBARAN KESESUAIAN PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI RS PERMATA JONGGOL PERIODE JULI-DESEMBER TAHUN 2019

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor yang penting untuk terlaksananya pelayanan farmasi yaitu dengan tercukupinya kebutuhan obat obatan dengan stok yang sesuai dengan kebutuhan. Ketidakcukupan obat-obatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang sangat menentukan yaitu faktor perencanaan/perhitungan perkiraan kebutuhan obat yang belum tepat,belum efektif dan kurang efisien atau pengadaan obat yang belum tepat dengan perencanaan yang telah dibuat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian berdasarkan persentase antara perencanaan obat terhadap pengadaan obat di RS Permata Jonggol periode Juli- Desember tahun 2019. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian persentase kesesuaian perencanaan dan pengadaan didapat total 552 obat yang sesuai antara perencanaan dengan pengadaan obat atau memiliki persentase 100%. 54 obat yang jumlah persentasenya rentang 90%-99%, 25 obat yang jumlah persentasenya rentang 80%-89%, 9 obat yang jumlah persentasenya rentang 70%- 79%, 8 obat yang jumlah persentasenya rentang 60%-69%, dan 3 obat lainnya persentasenya dibawah 50%.

EVALUSI KETEPATAN OBAT PADA PASIEN DIARE ANAK DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47 pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%. Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan frekuensi 100%.

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIEMETIK PADA PASIEN IBU HAMIL DENGAN DIAGNOSIS HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat. Gejala yang mudah dikenali pada kehamilan yaitu mual muntah berlebih atau disebut Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat antiemetik berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, dan tepat frekuensi pemberian pada pasien ibu hamil yang didiagnosis Hiperemesis Gravidarum (HEG) di poli rawat inap kebidanan Klinik Utama Rawat Inap dr. Yati Zarnudji periode 2019-2021. Jenis penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan data sekunder. Hasil penelitian 128 pasien didapati karakteristik pasien dengan usia pasien 26-35 tahun 60,16%, Trimester I 75%, Primigravida 53,91% dan pasien dengan tidak ada penyakit lain 86,72%. Jenis penggunaan obat antiemetik didapati pemakaian tertinggi Ondansetron 4mg injeksi (39,27%), Vomil B6 9,95%, Domperidone 3,14%, Metoclopramide injeksi 14,14%, Ondansetron 8mg injeksi 33,51% dan ketepatan penggunaan obat antiemetik untuk pasien HEG 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 90,1%, dan tepat frekuensi pemberian 85,9%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN LBP (LOW BACK PAIN) DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56- 65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%). Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).

EVALUASI INDIKATOR PERESEPAN PADA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI PUSKESMAS BUNAR KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak 3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik. Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia 0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia, Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.

HUBUNGAN ANTARA KESESUAIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensisalah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah yang >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu pada umur, jenis kelamin, keturunan, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik ataupun mengkonsumsi garam berlebih sehingga terjadinya penyakit hipertensi. Acuan yang digunakan di Rumah Sakit Melania Bogor ini menggunakan Guideline Join National Committee (JNC) VIII. Di JNC VIII ini memiliki alur pengobatan yang dapat dilihat dari tekanan darah seseorang dan penyakit penyerta yang dimiliki sehingga dapat menentukan pengobatan untuk pasien dengan tujuan tekanan darah berdasarkan JNC VIII. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan data rekam medik pada periode Agustus – Desember 2022. Hasil penelitian mengenai karakteristik pasien hipertensi perempuan paling banyak sebesar 59% dan usia paling banyak 56-65 tahun 36%, dengan penyakit penyerta Diabetes Melitus (DM) sebesar 10 % dan Chronic Kidney Disease (CKD) 4%, obat paling banyak yang digunakan gologan Calcium Channel Blocker (CCB) tunggal 44% dan kombinasi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) + Calcium Channel Blocker (CCB) 16% dan memiliki hasil kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII 86%, tingkat keberhasilan tujuan JNC VIII 89%. Hasil penelitian Analisis menggunakan SPSS versi 26 dengan pengujian Chi-Square dengan hasil p-value 0,000 yang memiliki keputusan terdapat hubungan signifikan kesesuaian obat berdasarkan JNC VIII keberhasilan target tekanan darah JNC VIII.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIVIRUS FAVIPIRAVIR DAN OSELTAMIVIR TERHADAP PASIEN POSITIF COVID-19 DI RSUD KOTA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penggunaan antivirus untuk pasien COVID-19 mempunyai efektivitas yang berbeda. Antivirus yang digunakan di Indonesia khususnya di RSUD Kota Bogor adalah Favipiravir 200mg tablet dan Oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antivirus favipiravir 200mg tablet dan oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini dilakukan pada 88 pasien yang di rawat di ruang Sempur RSUD Kota Bogor dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode analisis data uji Mann Whitney test, dengan pengambilan data Retrospektif pada periode Desember 2020 sampai Februari 2021. Data yang di ambil meliputi, usia, jenis kelamin, catatan antivirus pasien, dan hasil RT-PCR nilai CT-Value pasien. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak (69%) pasien dengan jenis kelamin perempuan terkonfirmasi positif COVID-19, kategori usia pada lansia awal 46-55 tahun sebanyak (40%), sedangkan penggunaan antivirus yang banyak digunakan yaitu oseltamivir sebanyak (57%), pasien dinyatakan sembuh dengan nilai CT-Value di atas 38-40 sebanyak (59%). Berdasarkan hasil statistika menggunakan uji Kolmograv-Smirnov test dan uji Mann whitney test nilai p (asymp sig.(2-tailed) menunjukkan hasil P-value < 0,05 (P= 0,000) artinya ada perbedaan efektivitas antivirus favipirapir dan oseltamivir pada pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR (SECTIO CAESAREA) MENURUT METODE GYSSENS DI RSUD DEPOK

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Operasi Sesar (Sectio caesarea) adalah proses persalinan janin dengan cara buatan, proses persalinan ini melalui insisi pada dinding abdomen. Resiko operasi sesar bagi ibu sering terjadi, contoh resiko yang sering terjadi seperti pendarahan, nyeri dan infeksi. Infeksi luka operasi perlu diatasi dengan pemberian antibiotik profilaksis yang rasional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengobatan dan evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar (Sectio caesarea) menurut metode Gyssens di RSUD Depok periode Oktober sampai Desember 2021 dengan melihat kriteria tepat indikasi,tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu pemberian, tepat interval pemberian dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan dianalisis secara alur Gyssens. Dari sampel 62 pasien operasi sesar dianalisis rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis sesuai dengan pedoman Kementrian Kesehatan tahun 2011 dan The American Society of Health-System Pharmacists tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien operasi sesar di RSUD Depok berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 26-35 tahun kategori dewasa awal 42%, Indeks Massa Tubuh yaitu obesitas 53%, penyakit Penyerta terbanyak seperti hipertensi sebesar 18%. Penggunaan Antibiotik Profilaksis paling banyak ceftriaxone dosis tunggal sebesar 90%, penggunaan obat kombinasi ceftriaxone + metronidazole sebesar 7% dan kombinasi ceftriaxone + gentamicine sebesar 3%. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis berdasarkan Metode Gyssens didapatkan berhenti di Kategori IV D sebanyak 56 pasien, Kategori IV B sebanyak 6 pasien.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh, pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki (69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg (59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat (kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar 1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN OBAT TRAMADOL PADA REMAJA DI KABUPATEN SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tramadol adalah obat susunan syarat pusat yang memiliki khasiat analgetik sedang, tramadol sama efektifnya dengan morfin. Tramadol mempunyai efek halusinasi dan membuat ketergantungan. Ketergantungan dan penyalahgunaan Obat-obatan terlarang bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut adalah faktor lingkungan sekitar, sumber informasi yang didapat, pengetahuan dan teman sebaya. Penyalahgunaan obat-obatan seringkali dilakukan oleh remaja, karena masa-masa remaja dimana rasa kaingin tahuan untuk coba-coba sangatlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, sumber informasi dan teman sebaya dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada 53 responden pengguna tramadol di Kabupaten Sukabumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan faktor pengetahuan, teman sebaya dan sumber informasi terhadap perilaku penyalahgunaan tramadol pada remaja dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak memiliki pengetahuan baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (32%), memiliki teman sebaya yang kurang baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (38%) dan sumber informasi yang didapat dari non media dengan perilaku penyalahgunaan rendah (34%). Hasil uji statistik (Chi- Square) faktor pengetahuan nilai P Value = 0,51 > (0,05), faktor teman sebaya nilai P Value = 0,691 > (0,05), dan faktor sumber informasi nilai P Value = 0,747 > (0,05). Hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan, teman sebaya, dan sumber informasi dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi.

ANALISA INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RS SWASTA X TANGERANG

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat 80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi farmakokinetik sejumlah 59%.

GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI PADA PASIEN GASTRITIS DI RS BHAYANGKARA SETUKPA POLRI SUKABUMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gastritis ialah peradangan mukosa lambung yang sifatnya akut, kronik, difus dan lokal yang diakibatkan oleh bakteri, stres, zat kimia, obat-obatan, serta makanan. Pengobatan penyakit gastritis salah satunya dengan pemberian obat golongan H2 bloker dan proton pump inhibitor (PPI). Tujuan penelitian ini guna mengetahui gambaran efektivitas penggunaan injeksi pada pasien gastritis melalui rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik bulan Januari – Desember 2020 terdiri atas usia, jenis kelamin, pekerjaan, golongan obat yang digunakan, lama rawat inap dan gejala khusus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 150 pasien. Data yang didapatkan dilakukan analisis dengan memanfaatkan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian pasien gastritis banyak terjadi kepada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 56,00%, rentang usia remaja (17 - 25 tahun), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga, gejala yang sering timbul yaitu mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pengggunan golongan obat PPI pasien gastritis 80% (120 pasien) dan golongan obat H2 blocker 20% (30 pasien).Obat gastritis paling banyak digunakan omeprazol sebanyak 116 pasien (77,33%) dengan nilai rata – rata lama rawat inap 4,53 hari (4 hari 13 jam).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) ATAS DI PUSKESMAS PULO ARMYN BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran pernapasan atas atau upper Respiratory tract Infections (URI / URTI) adalah infeksi yang terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. Beberapa penyakit yang masuk dalam infeksi ini adalah pilek, sinusitis, tonsillitis, dan faringitis.. ISPA Atas disebabkan karena bakteri, virus, jamur dan ricketsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien, profil penggunaan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien penderita penyakit ISPA atas dengan ATC/DDD. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif obsevasional dengan pengambilan data secara retrospektif, berupa rekam medis di Puskesmas Pulo Armyn Bogor selama periode Oktober – Desember 2021, berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan paling banyak dengan persentase yang didapat sebanyak 118 pasien (54,13%) menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria usia 36-45 tahun paling banyak menggunakan antibiotik sebanyak 53 pasien (24,31%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan pada periode tiga bulan tahun 2021 adalah Amoksisilin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 752,293 nilai persentase (DU90%) sejumlah 75,23%. Sedangkan untuk Siprofloksasin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 247,71 nilai persentase (DU90%) sejumlah 24,77%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan kejadian resistensi. Diperlukan kebijakan dalam mengendalikan penggunaan antibiotik di Puskesmas untuk mengurangi resistensi antibiotik serta efek samping yang ditimbulkan.