ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN OBAT TRAMADOL PADA REMAJA DI KABUPATEN SUKABUMI
Tramadol adalah obat susunan syarat pusat yang memiliki khasiat analgetik sedang, tramadol sama efektifnya dengan morfin. Tramadol mempunyai efek halusinasi dan membuat ketergantungan. Ketergantungan dan penyalahgunaan Obat-obatan terlarang bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut adalah faktor lingkungan sekitar, sumber informasi yang didapat, pengetahuan dan teman sebaya. Penyalahgunaan obat-obatan seringkali dilakukan oleh remaja, karena masa-masa remaja dimana rasa kaingin tahuan untuk coba-coba sangatlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, sumber informasi dan teman sebaya dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada 53 responden pengguna tramadol di Kabupaten Sukabumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan faktor pengetahuan, teman sebaya dan sumber informasi terhadap perilaku penyalahgunaan tramadol pada remaja dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak memiliki pengetahuan baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (32%), memiliki teman sebaya yang kurang baik dengan perilaku penyalahgunaan rendah (38%) dan sumber informasi yang didapat dari non media dengan perilaku penyalahgunaan rendah (34%). Hasil uji statistik (Chi- Square) faktor pengetahuan nilai P Value = 0,51 > (0,05), faktor teman sebaya nilai P Value = 0,691 > (0,05), dan faktor sumber informasi nilai P Value = 0,747 > (0,05). Hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan, teman sebaya, dan sumber informasi dengan perilaku penyalahgunaan obat tramadol pada remaja di Kabupaten Sukabumi.