Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Gastroenteritis
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah, serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun (94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%) tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN GASTROENTERITIS BALITA RAWAT INAP DI RSUD LEUWILIANG

2023Koleksi Perpustakaan

Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit 2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki- laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien, penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime 100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi pemberian 100%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail