BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus
besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah,
serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu
keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair,
feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan
darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan
kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam
feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan
dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian,
dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non
observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam
medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil
penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun
(94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat
badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat
yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan
obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%)
tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat
lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih
encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau
gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang
ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah
Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara
retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang
didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit
2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki-
laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat
badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat
diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien,
penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi
penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime
100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi
pemberian 100%
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat
menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih
sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai
10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat
inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat
deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data
dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut
di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien
yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien
(58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat
badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta
terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik
yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%).
Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk
kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0
sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%),
Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien
(2,41%).