Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: ATC/DDD
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS ANNISA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Antibiotik merupakan senyawa yang mempunyai efek menghentikan suatu proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan guna mengendalikan resistensi terhadap antibiotik, salah satunya dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan ATC/DDD. Metode ATC merupakan klasifikasi obat berdasarkan farmakologi, senyawa kimia dan fungsi terapeutik. DDD adalah asumsi rata-rata dosis per hari yang digunakan sesuai dengan indikasi utama. Hasil dari perhitungan DDD selanjutnya dapat digunakan untuk DU 90% yaitu untuk mengelompokkan obat-obatan dengan penggunaan tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik dalam satuan jumlah ATC/DDD dan mengetahui antibiotik yang termasuk kedalam DU 90% pada pasien rawat jalan. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan pengambilan data pada Oktober-Desember 2022 dengan metode total sampling. Hasil penelitian Penggunaan antibiotik tertinggi adalah Cefixime dengan kode ATC J01DD08 nilai DDD 2104,75. Sedangkan yang terendah adalah Amoxicillin kode ATC J01CA01 nilai DDD 8,33. DU 90% pada penelitian ini Cefixime (56,03%), Cefadroxil (16,16%) dan Ciprofloxacin (14,94%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG MAWAR 1 RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90 % TAHUN 2022

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun 2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien (28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien (60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) ATAS DI PUSKESMAS PULO ARMYN BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran pernapasan atas atau upper Respiratory tract Infections (URI / URTI) adalah infeksi yang terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. Beberapa penyakit yang masuk dalam infeksi ini adalah pilek, sinusitis, tonsillitis, dan faringitis.. ISPA Atas disebabkan karena bakteri, virus, jamur dan ricketsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien, profil penggunaan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien penderita penyakit ISPA atas dengan ATC/DDD. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif obsevasional dengan pengambilan data secara retrospektif, berupa rekam medis di Puskesmas Pulo Armyn Bogor selama periode Oktober – Desember 2021, berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan paling banyak dengan persentase yang didapat sebanyak 118 pasien (54,13%) menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria usia 36-45 tahun paling banyak menggunakan antibiotik sebanyak 53 pasien (24,31%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan pada periode tiga bulan tahun 2021 adalah Amoksisilin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 752,293 nilai persentase (DU90%) sejumlah 75,23%. Sedangkan untuk Siprofloksasin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 247,71 nilai persentase (DU90%) sejumlah 24,77%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan kejadian resistensi. Diperlukan kebijakan dalam mengendalikan penggunaan antibiotik di Puskesmas untuk mengurangi resistensi antibiotik serta efek samping yang ditimbulkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN RSUD KOTA BOGOR DENGAN METODE ATC/DDD

2022Koleksi Perpustakaan

Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020. Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime 35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%. Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime 1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan nilai DDD WHO 300.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS CILODONG DEPOK SECARA KUANTITATIF DENGAN METODE ATC/DDD

2022Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah antibiotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.penggunaan antibiotik yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD di UPTD Puskesmas Cilodong Depok terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD .Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dimana pengambilan data secara retrospektif, berupa resep diUPTD Puskesmas Cilodong Depok. Selama periode januari – desember 2019 ,berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan paling banyak menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria umur 17-25 paling banyak menggunakan antibiotik , Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan diUPTD Puskesmas Cilodong Depok tahun 2019 adalah Amoxicillin sebesar 252,132 DDD/1000 pasien/tahun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ORAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RS. HARAPAN DEPOK DENGAN METODE ATC/DDD

2021Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan 2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90% obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid dan ramipril.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail