BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antibiotik merupakan senyawa yang mempunyai efek menghentikan suatu proses
infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat
menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri
tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. Evaluasi penggunaan
antibiotik dilakukan guna mengendalikan resistensi terhadap antibiotik, salah
satunya dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan ATC/DDD.
Metode ATC merupakan klasifikasi obat berdasarkan farmakologi, senyawa kimia
dan fungsi terapeutik. DDD adalah asumsi rata-rata dosis per hari yang digunakan
sesuai dengan indikasi utama. Hasil dari perhitungan DDD selanjutnya dapat
digunakan untuk DU 90% yaitu untuk mengelompokkan obat-obatan dengan
penggunaan tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
penggunaan antibiotik dalam satuan jumlah ATC/DDD dan mengetahui antibiotik
yang termasuk kedalam DU 90% pada pasien rawat jalan. Penelitian ini dilakukan
secara retrospektif dengan pengambilan data pada Oktober-Desember 2022 dengan
metode total sampling. Hasil penelitian Penggunaan antibiotik tertinggi adalah
Cefixime dengan kode ATC J01DD08 nilai DDD 2104,75. Sedangkan yang
terendah adalah Amoxicillin kode ATC J01CA01 nilai DDD 8,33. DU 90% pada
penelitian ini Cefixime (56,03%), Cefadroxil (16,16%) dan Ciprofloxacin
(14,94%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute
Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk
mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan
pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode
Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang
dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun
2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days
dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian
menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,
didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki
sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien
(28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid
sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute
pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien
(60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan
sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient
days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini
adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka
semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar
kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi saluran pernapasan atas atau upper Respiratory tract Infections (URI
/ URTI) adalah infeksi yang terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan.
Beberapa penyakit yang masuk dalam infeksi ini adalah pilek, sinusitis, tonsillitis,
dan faringitis.. ISPA Atas disebabkan karena bakteri, virus, jamur dan ricketsia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien, profil
penggunaan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada
pasien penderita penyakit ISPA atas dengan ATC/DDD. Metode penelitian ini
menggunakan rancangan deskriptif obsevasional dengan pengambilan data secara
retrospektif, berupa rekam medis di Puskesmas Pulo Armyn Bogor selama
periode Oktober – Desember 2021, berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan
paling banyak dengan persentase yang didapat sebanyak 118 pasien (54,13%)
menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria usia 36-45 tahun paling banyak
menggunakan antibiotik sebanyak 53 pasien (24,31%). Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan pada periode tiga
bulan tahun 2021 adalah Amoksisilin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu
752,293 nilai persentase (DU90%) sejumlah 75,23%. Sedangkan untuk
Siprofloksasin dengan nilai DDD/1000/Pasien/Hari yaitu 247,71 nilai persentase
(DU90%) sejumlah 24,77%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
meningkatkan kejadian resistensi. Diperlukan kebijakan dalam mengendalikan
penggunaan antibiotik di Puskesmas untuk mengurangi resistensi antibiotik serta
efek samping yang ditimbulkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan
penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka
kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat
Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non
eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari
resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020.
Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime
35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik
cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%.
Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime
1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan
nilai DDD WHO 300.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting,
khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah
tersebut adalah antibiotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi
menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi
kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.penggunaan antibiotik
yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang
dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan
indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD di
UPTD Puskesmas Cilodong Depok terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan
metode ATC/DDD .Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif
dimana pengambilan data secara retrospektif, berupa resep diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok. Selama periode januari – desember 2019 ,berdasarkan kriteria
jenis kelamin perempuan paling banyak menggunakan antibiotik, berdasarkan
kriteria umur 17-25 paling banyak menggunakan antibiotik , Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok tahun 2019 adalah Amoxicillin sebesar 252,132 DDD/1000
pasien/tahun
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian
nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode
Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk
mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug
Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data
rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan
data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data
tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam
satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan
bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang
dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan
2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90%
obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid
dan ramipril.