Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: akut
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS ( ISPAa ) ANAK DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun 2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5 tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%). Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (8%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP EMBRIO IKAN ZEBRA (Danio rerio)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam, antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas, mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test (ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI KLINIK DERA AS-SYIFA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran pernafasan merupakan salah satu penyakit menular utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian di seluruh dunia (Firda, 2018). Infeksi ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan menurut data RISKEDAS pada tahun 2018, total terdapat 1.017290 orang yang terinfeksi ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi pasien , mengetahui jenis antibiotik dan ketetapan penggunaan antibiotik berdasarka Pharmaceutical Care 2005 di Klinik Dera As-Syifa periode Januari - Maret 2023. Metode pengumpulan data adalah observasi pengumpulan data secara retrospektif terhadap seluruh data resep pasien dewasa awal dan dewasa akhir yang mendapatkan antibiotik selama periode pengambilan data di Klinik Dera As-Syifa. Dari penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosis ISPA dari resep sebanyak 86 pasien yang menjalani pengobatan di Klinik Dera As-Syifa periode Januari- Maret 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Penelitia menyimpulkan gambaran data sosiodemografi pasien ISPA di Klinik Dera As-Syifa paling banyak yang berjenis dengan jumlah laki-laki 49 pasien ( 57%), kemudian sosiodemografi usia 36-45 tahun berjumlah 44 pasien . Penggunaan antibiotik yang paling banyak dipakai yakni antibiotik Cefadroxil 51 orang (59%) dari pada antibiotik Ciprofloxacin 20 orang (23%) dan Amoxycillin 15 orang (18%). Ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA: benar pasien hingga 100%, benar indikasi hingga 100%, benar dosis hingga 100%, benar agen hingga 100%, benar frekuensi hingga 100%, dan salah Evaluasi jangka waktunya. Hingga 100% manajemen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)

2024Koleksi Perpustakaan

Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DRPs PADA TERAPI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK AZKA KECAMATAN CICURUG SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi. Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGOBATAN DIARE AKUT NONSPESIFIK RAWAT JALAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK INSANI CITEUREUP

2022Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak 56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi 95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%, tepat frekuensi pemberian 98,74%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA RAWAT JALAN DEWASA DIKLINIK CARITAS BOGOR PERIODE JULI–DESEMBER 2019

2021Koleksi Perpustakaan

InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak 25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51 paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77 pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu sebanyak78pasien(95,12%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail