Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: metformin
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% BUAH KESEMEK (Diospyros kaki L) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang progresif. Pengobatan diabetes melitus bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya dengan menggunakan buah kesemek yang mengandung tanin dan senyawa fenolik. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis efek pemberian Ekstrak etanol 70 % buah kesemek (Diospyros kaki L.)dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Kandungan fitokimia ekstrak 70% buah kesemek mengandung senyawa aktif glikosida, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid/steroid. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan uji Anova (Analisis of Variance) satu arah yaitu RAL (rancangan acak lengkap) dan uji lanjutan LSD (Least Significant Differences). Pada pembuatan ekstrak etanol 70% Buah Kesemek sebagai antidiabetes melitus dilakukan pada mencit putih jantan dibagi 3 kelompok dengan masing-masing dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB (Dosis I, II & III) yang diinduksi aloksan dengan perbandingan menggunakan Metformin 65 mg/kgBB. Hasill pengujian didapatkan persentase pada dosis kadar penurunan glukosa darah berturut-turut 28,8%, 33,75%, 39,27%. Pada kontrol negatif 5,24% dan kontrol positif 13,14%. Penelitian ini merupakan pembuktian penggunaan buah kesemek secara empiris. Penggunaan buah kesemek dapat digunakan untuk antidiabetik karena terbukti dalam penelitian dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METFORMIN DAN GLIBENKLAMID TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS CISAAT KABUPATEN SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus adalah suatukelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM tipe 2 merupakan lima penyakit dengan jumlah penderita terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Metformin dan Glibenklamid merupakan dua obat antidiabetik oral dengan mekanisme yang berbeda tetapi menjadi pilihan untuk terapi DM tipe 2 sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua obat tersebut terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi periode Oktober-Desember 2020. Dari penelitian ini diperoleh hasil pasien berjenis kelamin perempuan (59%), dengan kategori usia lansia akhir (40%), dan dengan IMT normal (85,86%). Pengobatan terapi antidiabetik oral metformin lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (51%), dengan kategori usia lansia akhir (63,89%) dan IMT normal (52,50%). sedangkan glibenklamid lebih banyak diberikan pada pasien berjenis kelamin perempuan (49%), dengan kategori usia lansia awal (36,11%) dan IMT normal (47,50%). Hasil uji Independent Sample T-test menunjukan nilai Asym.Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara efektivitas metformin dan glibenklamid terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Berdasarkan persentase rata-rata efektivitas obat, glibenklamid (91%) dinilai lebih efektif dibandingkan dengan metformin (73%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH BISBUL (Diospyros discolor Willd.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUR Sparague dawley YANG DIINDUKSI ALOKSAN

2021Koleksi Perpustakaan

Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah (antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo. Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan 17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail