Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN Vol 4 Tahun 2025
Medical Journal of Indonesia Vol. 32 Issue 2 Juni 2023
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 13, No 2 Agustus 2024
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan volume 10 No.1 Mei 2024
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSKIA SAWOJAJAR BOGOR
Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin (proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%), hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3- 4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi 3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat (Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan tekanan diastolik sig 0,171.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ZINK TUNGGAL DAN KOMBINASI ZINK PROBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DI RUMAH SAKIT GRAHA MEDIKA BOGOR
Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang di dunia termasuk Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditemukan pada balita, khususnya pada anak di bawah dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas zink tunggal dan kombinasi zink probiotik dalam penanganan diare anak di Rumah Sakit Graha Medika Bogor. Metode dengan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien periode Mei- Juli 2023 menggunakan data rekam medis pasien rawat inap anak yang mengalami diare di Rumah Sakit Graha Medika Bogor dan mendapat terapi obat zink tunggal dan kombinasi zink probiotik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sehingga jumlah sampel 84 pasien. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas dan uji mann-whitney menggunakaan SPSS Versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia >3 – 5 tahun sebanyak 31 pasien (44,09%), jenis kelamin laki-laki 48 pasien (57,14%), rata-rata rawat inap pada pemberian kombinasi zink probiotik lebih cepat 2,59 hari dibanding dengan zink tunggal 4,58 hari. Dari hasil penelitian dapat dilihat nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata 0,05 maka pengujian uji man whitney tersebut memberikan keputusan tolak H0 dan terima H1 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan penggunaan obat zink tunggal pada pasien diare anak dengan obat kombinasi zink probiotik
Administrasi Farmasi
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing- masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70% daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400 mg/kgBB.
Buku Ajar Farmakoterapi Penyakit Kardiovaskular
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN ANALGETIK PADA SWAMEDIKASI NYERI GIGI DI APOTEK KIMIA FARMA SILIWANGI DEPOK
Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya masyarakat dalam menangani keluhan penyakit yang dialami. Dalam prakteknya, pengobatan sendiri akan menimbulkan masalah terhadap obat (Drug related problem), hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai obat dan fungsinya. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempermudah perilaku swamedikasi yang tepat. Salah satu penyakit yang sering diswamedikasi adalah nyeri gigi dengan menggunakan obat analgetik. Analgetik merupakan golongan obat untuk mengatasi rasa nyeri ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan konsumen terhadap penggunaan analgetik pada swamedikasi nyeri gigi di Apotek Kimia Farma Siliwangi Depok. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 103 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan metode total sampling. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbesar adalah laki-laki sebanyak 51,5%, usia 26-35 tahun sebanyak 35,8%, pendidikan S-1 sebanyak 49,5%, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 49,5%, obat analgetik yang sering dibeli untuk swamedikasi nyeri gigi adalah asam mefenamat sebesar 36,9%, tempat pembelian obat di apotek sebanyak 88,3%, dan sebanyak 83,5% tidak mengalami efek samping. Hasil penelitian ini menunjukan responden memiliki pengetahuan tergolong kurang sebesar 11,7%, 32% responden tergolong cukup, dan 56,3% tergolong baik.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMMI BOGOR
Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember 2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi : umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki – laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%). Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20 pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).
FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans
Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20 mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm, 8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.