2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang
banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim
tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya
adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang
diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat-
zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia
tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang
diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu
dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3
pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali
dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia
tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose).
selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak
15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok
larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi
tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur
volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol
negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai
kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg
sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang
(Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya
perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga
p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang
memiliki efekdiuretik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan
rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak
etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah
(Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi
menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan
menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang
terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid.
Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor
dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai
14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar :
rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat
herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai
senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta
obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas
antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol
96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi
etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39
ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi
mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada
fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm.
Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering
mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih.
Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi
kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah,
serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber
Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di
ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil
ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji
fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit
dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan
konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji
organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji
antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode
cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu
4
oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24
jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.