Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Sofyan Ramani

44 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 52024: 42023: 102022: 162021: 7

UJI EFEKTVITAS RAKSINASI EKSTRAK ETILASETAT TANAMAN PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) SEBAGAI DIURETIKA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat- zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3 pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose). selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak 15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang memiliki efekdiuretik.

AKTIVITAS ANTI FUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JOHOR (Senna siamea (Lam.)H.S.IRWIN & BARRNEBY) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) TERHADAP Candida albicans

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid. Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai 14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar : rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK FRAKSI DAUN KARET KERBAU (FICUS ELASTICA Roxb. Ex Hornem) MENGGUNAKAN METODE PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS DPPH

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol 96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39 ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm. Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL SANITIZER EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber Officinale Rosc.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih. Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah, serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah. Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu 4 oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24 jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.