Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Biaya medik langsung
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA MEDIK LANGSUNG OBAT RANITIDIN DAN LANSOPRAZOL PADA PASIEN DISPEPSIA RAWAT JALAN DI KLINIK INSANI CITEUREUP BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak 23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%, pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA PENGOBATAN PASIEN PROLANIS KLINIK INSANI CITEUREUP PERIODE JULI-SEPTEMBER 2020

2021Koleksi Perpustakaan

Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara integrasi melibatkan peserta, Fasilitas kesehatan dan badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS). Berdasarkan data dari pembiayaan penyakit kronis paska pensiun yang dikeluarkan BPJS kesehatan terbesar adalah biaya Hipertensi dan Diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien prolanis Klinik Insani Citeurep, mengetahui sosiodemografi pasien dan terapi obat pasien prolanis. Penelitian dilakukan dengan metode deskripstif dengn mengambil data resep secara retrospektif pada bulan Juli-september 2020. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil usia pasien prolanis yang paling banyak adalah usia 45-61 tahun sebanyak 53%, Jenis Kelamin pada terbanyak terdapat pada perempuan sebanyak 83.3%, Untuk pendidikan terakhir paling banyak adalah tamatan SMA sebanyak 53.60% ,dan untuk Pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 83.3%. Profil obat terbanyak pada pasien hipertensi adalah golongan obat Beta Blocker yaitu Bisoprolol , untuk pasien diabetes golongan obat terbanyak adalah Biguanid yaitu metformin, untuk pasien CAD golongan obat tebanyak adalah Beta bloker yaitu bisoprolol , dan untuk pasien asam urat yang terbanyak adalah golongan obat xanthine oxidase yaitu allopurinol. Total biaya medik langsung pada bulan juli sebanyak Rp. 1.087.802, pada bulan Agustus Rp.730.955 sedangkan pada bulan September adalah sebanyak Rp.482.760 . Dan untuk total keseluruhannya biaya medik langsung pada pasien prolanis yaitu sebanyak Rp. Rp. 2.301.535 , Sedangkan untuk biaya medik tidak langsung pasien prolanis pada bulan Juli sebesar Rp.102.000, bulan Agustus Rp.85.000 dan pada bulan September yaitu Rp.80.000 dan untuk total biaya medik tidak langsung yaitu sebanyak Rp. 267.000

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail