Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: polifarmasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DRPs RESEP POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERMATA JONGGOL

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs (Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P (Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35 pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak 61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat (72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI DRUGS.COM DI KLINIK INSANI PERIODE JUNI – DESEMBER 2019

2021Koleksi Perpustakaan

Pemberian terapi obat lebih dari satu zat sering kali menimbulkan masalah salah satunya pada pasien geriatri dalam upaya pengobatan suatu penyakit, dimana obat – obatan yang digunakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran potensi interaksi obat polifarmasi yang terjadi pada pasien geriatri di Klinik Insani periode Juni- Desember 2019. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 83 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 pasien terdapat 29 (34,93%) pasien laki laki dan 54 (65,06%) pasien perempuan. Usia paling banyak pada usia 55 – 65 tahun 48 pasien (57,14%) dan >65 tahun 36 pasien (42,85%). Polifarmasi yang sering diberikan pada pasien geriatri adalah 5 jenis obat 68 pasien (81,92%), 6 jenis obat 12 pasien (14,45%), dan 7 jenis obat 3 pasien (3,61%). Obat yang paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak 38 (17,67%). Penyakit terbanyak adalah dispepsia sebanyak 28 pasien (40%). Potensi terjadi interaksi obat sebanyak 79 pasien (95,18%) dan sebanyak 4 pasien (4,81%) tidak berpotensi terjadi interaksi obat. Mekanisme interaksi tertinggi adalah farmakodinamik yaitu 133 (72,28%) dan farmakokinetik 51 (27,71%). Level keparahan interaksi obat paling banyak terjadi adalah moderate 127 (69,02%%), minor 54 (29,34%), dan mayor 3 (1,63%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail