Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Harry Noviardi

54 karya publik ditemukan.

2026: 92025: 82024: 22023: 192022: 92021: 7

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SEBAGAI ANTIDIABETES

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm, kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3 3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai antidiabetes.

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI INHIBITOR DNA GYRASE UNTUK PENGOBATAN TIPES

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tipes merupakan salah satu penyakit terbanyak di setiap negara. Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. DNA gyrase adalah enzim pengatur supercoiling DNA. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan aktivitas dari senyawa Ocimum basilicum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in silico dengan protein DNA gyrase. Dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat. Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandidat senyawa terbaik dan mempunyai potensi sebagai penyakit tipes. Berdasarkan hasil visualisasi, hasil penambatan senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino protein DNA gyrase. Penyiapan penambatan molekul didapatkan nilai grid box dengan center_x = -11.902, center_y = 35.617, center_z = 28.271 dan size 58 x 86 x 66 dengan spacing 1,000. Validasi penambatan molekuler didapatkan hasil RMSD 1,232 yang mendekati ligan pembanding. Visualisasi 2D terdapat 10 kandidat terbaik diantaranya secoisolariciresinol menunjukan adanya 5 ikatan hidrogen, 15 van der waals dan 6 ikatan lainnya, dan 10 senyawa lainnya. Analisis Lipinski’s rule of Five didapatkan 10 kandidat terbaik yaitu secoisolariciresinol, beta-bourbonene, beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadiene, d-carvone, copaene, alpha terpineol, fenchol, I- menthol dan limonene. Analisis toksisitas didapatkan imunotoksik sebanyak 3 dari 10 senyawa terbaik beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadinene. Hasil penambatan molekul dengan 5 perangkat lunak masih memiliki aktivitas yang lebih rendah dibanding dengan senyawa pembanding yaitu Ciproloxacin.

VINEGAR BERBAHAN DASAR KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana (Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram, selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN ASETON

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86 untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.

Formula dan Evaluasi Sediaan Hair Mask Dari Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Pisang Raja (Musa Paradisiaca (L)) Sebagai Antioksidan.

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50 sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung 5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DENGAN PELARUT ETANOL 96%,ETIL ASETAT, DAN n-HEKSAN TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bakteri Escherichia coli menyebabkan diare dan bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi kulit. Tumbuhan mimba dapat diambil khasiatnya dengan diolah menjadi ekstrak, minyak, atau direbusan airnya. Daun mimba memiliki sifat antibakteri yang kuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pelarut dalam pembuatan simplisia yang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun mimba. Mengetahui kandungan zat bioaktif dalam ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan yang ditetapkan melalui uji fitokimia. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-Heksan, ekstrak etil asetat, dan etanol 96% pada konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium meliputi maserasi daun mimba dalam n-Heksan, etil asetat, etanol 96%. Kemudian diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif, kontrol negatif, variabel bebas (konsentrasi ekstrak daun mimba yang diujikan) , variabel terikat (pertumbuhan koloni dari Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) didapatkan hasil aktivitas antibakteri terdapat perbedaan antara Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Escherichia coli pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 12,20 mm (kuat), etil asetat 13,33 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat) pada bakteri Staphylococcus aureus pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 11,80 mm (kuat), etil asetat 13,56 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat). setelah didapatkan data zona hambatnya data diolah menggunakan spss versi 26 dan didapatkan hasil zona hambat berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan uji kruskal wallis 0.011 < 0.05. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan rata- rata persentase zona hambat pada masing-masing koloni dan pelarut ekstrak.

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

FORMULASI LIP CREAM DAN UJI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2 31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2 dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata- rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) MENGGUNAKAN METODE PENAMBATAN RADIKAL BEBAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50 semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEPAYA (Carica papaya L.), UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.), SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids, saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm (strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOLANG-KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% KOLANG-KALING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling (GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang- kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK 10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%. Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.

POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar 16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai sedang.

EKSTRAK METABOLIT EKSTRASELULER Lactobacillus fermentum B978 SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode 1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat

ENKAPSULASI BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus fermentum DENGAN TERLAPIS KITOSAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kelangsungan hidup probiotik dalam produk pangan dan seluruh pencernaan saat ini masih rendah. Untuk meningkatkan peran probiotik dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan maka probiotik yang terdapat dalam makanan perlu dilindungi dan dipertahankan jumlahnya melalui enkapsulasi probiotik dengan material enkapsulasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk enkapsulasi bakteri Lactobacillus fermentum dengan terlapis kitosan, mengetahui efisiensi enkapsulasi, dan viabilitas bakteri setelah enkapsul bakterinya direndam dalam cairan asam lambung, serta mengetahui bentuk dan keadaan permukaan kapsul bakteri melalui analisis Scanning Electrone Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan enkapsulasi bakteri L. fermentum terlapis kitosan dapat dilakukan pada matriks enkapsulasi natrium alginat 1%, 2%, dan 3% dengan masa kapsul berturut-turut 23,02 gram, 13,85 gram, dan 19,5 gram dan memiliki jumlah koloni bakteri 3,2 x 107 CFU/gram, 8,9 x 107 CFU/gram, dan 3,1 x 107 CFU/g. Efisiensi enkapsulasi yang terbaik didapatkan pada matriks natrium alginat 2%, yaitu 45,18%. Viabilitas enkapsulasi bakteri setelah direndam dalam cairan simulasi asam lambung pH 6,0 adalah 64%. Analisis morfologi enkapsulasi probiotik bakteri Lactobacillus fermentum dengan SEM menunjukkan butiran kapsul yang membulat dengan kerutan bergelombang, butiran terlapis kitosan lebih besar (θ =1400μm – 1600μm) dengan permukaan lebih kasar dari pada butiran tak terlapis kitosan (θ = 450μm – 800μm).

PROFIL METABOLIT Lactobacillus plantarum MENGGUNAKAN GC-MS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)- trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan 5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing yaitu 28,535% dan 33,046%.