2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara
berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui
bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut
nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi
pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat
indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi
pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan
pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang
terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode
Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak
56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan
berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink
sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi
95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%,
tepat frekuensi pemberian 98,74%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan
stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk
menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor
propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat
kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam
pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan
pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70
pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang
menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan
Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg.
Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam
juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada
Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak
ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan
parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05
(0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk
RR.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan pelayanan yang diberikanApoteker
kepada pasien guna meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan resiko terjadinya
efek samping. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik dan
terkenal sebagai the silent killer. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi PIO yang
diberikan kepada pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 di RS Annisa. Penelitian
bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien mengetahui gambaran PIO
terhadap pasien DM tipe 2 rawat jalan RS Annisa dan mengetahui gambaran kesesuaian
PIO terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di RS Annisa.
Penelitian dilakukan secara prospektif dimulai bulan Mei-Juni 2021 dengan databerupa
pengisian formchecklist dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat 141 sampel dengan jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 72,34% dan usia
dengan pasien terbanyak yaitu usia lansia akhir 40%. Indikator PIO yang digunakan
berupa nama obat, sediaan obat, indikasi obat, cara penggunaan obat, frekuensi
pemakaian dan waktu sesudah atau sebelum makan sudah mencapai nilai 100%,
selanjutnya untuk indikator PIO waktu konsumsi obat mencapai 96,45%, jumlahobat
69,50% dan dosis obat 46,80%, juga terdapat indikator PIO yang belum disampaikan
berupa, cara penyimpanan, interaksi obat dan efek samping obat. Rata- rata kesesuaian
PIO dengan SOP RS Annisa sebesar 67,70%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat diatas normal atau kurang dari 140/90 mmHg. Dalam
penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kedung Badak, obat yang digunakan
terdiri dari amlodipin dan kaptopril. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi
penggunaan obat antihipertensi melalui ketepatan penggunaan obat dan
kesesuaian target tekanan darah. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, dan
bersifat observasi yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil
dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September –
November 2021. Sampel yang diambil sebanyak 83 pasien dengan metode
purposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak
46-55 tahun sebanyak 39 pasien (47%), jenis kelamin perempuan sebanyak 69
pasien (75%), penggunaan amlodipin sebanyak 79 pasien (95%), dan obat
kaptopril yang diubah menjadi amlodipin sebanyak 4 pasien (5%). Hasil evaluasi
penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan; Evaluasi tepat
pemilihan obat 51% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis 100% tepat
dosis; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat interval/frekuensi 95% sudah
tepat; Waspada efek samping 5% ada efek samping. Kesesuaian target tekanan
darah berdasarkan JNC VIII 33 pasien (40%) sudah sesuai target.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis ABC atau pareto adalah suatu analisis yang dapat digunakan dalam
menganalisa pola konsumsi perbekalan farmasi, dengan analisis ABC maka dapat
membantu pihak manajemen menentukan pengendalian yang tepat untuk masing-
masing kelompok obat dan menentukan obat mana yang harus diprioritaskan untuk
meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Perencanaan obat adalah kegiatan
yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat dengan kriteria yang
tepat berupa jenis, jumlah dan harga obat yang sesuai dengan kebutuhan dan
anggaran untuk menghindari kekosongan obat.. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perencanaan dan pengelompokan sediaan farmasi yang dilakukan
Apotek Kimia Farma Kusmayadi Bogor. Penelitian ini digolongkan dalam
penelitian deskriptif,dapat dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk
menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Berdasarkan
analisis ABC investasi terdapat obat yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak
369 jenis obat atau 13,43% dari seluruh sampel, menyerap 69,97%investasi,
kelompok B sebanyak 485 jenis obat atau 17,66 % dari seluruh obat,menyerap
20,03% investasi. Sementara kelompok C sebanyak 1892 jenis obat atau 68,19%
dari seluruh sampel item obat hanya menyerap sebesar 10% investasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan salah satu dari upaya masyarakat untuk menjaga
kesehatannya sendiri. Dasar hukum swamedikasi yaitu peraturan Menteri
Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993 tentang standar obat yang dapat
diserahkan tanpa resep dokter. Sebagian besar masyarakat dapat mengatasi
demam dengan cara melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan
menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pentingnya
pengetahuan pasien tentang swamedikasi mengenai demam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi demam
berdasarkan sosiodemografi pada masyarakat RT.02 di Desa Sanja Kecamatan
Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tipe
penelitian deskriptif dan pendekatan prospektif. Besar sampel minimal dihitung
menggunakan teknik Slovin. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan
program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik
sosiodemografi responden yaitu perempuan (122 responden, 64,2%), usia lansia
awal (46-55 tahun) (55 responden, 28,9%), pendidikan terakhir SMA (149
responden, 78,4%), serta pekerjaan karyawan (88 responden, 46,3%). Gambaran
pengetahuan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (skor 76-100%)
sebanyak 96 responden (50,5%), cukup (skor 60-75%) sebanyak 67 responden
(35,3%), dan kurang (skor <60%) sebanyak 27 responden (14,2%). Gambaran
tingkat pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi yang
memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu laki-laki (68 responden, 52,94%), usia
lansia awal (46-55 tahun) (69,90%), perguruan tinggi (84,38%), serta PNS
(87,50%).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup
20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia
tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi
pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa,
demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas
cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang
tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan
perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat
pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam
medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember
2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien
perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan
amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%.
Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat
indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan
antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh
penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot
jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai
1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia
merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif
digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental
dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif
responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di
RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100
pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria
47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan
obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat
meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval
waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta
sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru,
kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain
melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung
ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan
oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di
daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis
dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer
yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut
sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia
36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah
jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase
terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan
persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat
pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk
mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80
responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi,
36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam
melakukan pengobatan tuberkulosis.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor,
dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan
pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien,
baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses
penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada
umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal
dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan
mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan
teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah
korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah
pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten
Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling,
dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan
data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan
tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value <
0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian
dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap
kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di
Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah
penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja
sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi
kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat
penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data
menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada
60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di
Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball
Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza
jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan
Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat
Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis
lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak
(21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil
tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat
pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor
Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi
Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar
gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu
periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah
sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan
penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah
yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan
gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian
dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi
cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36
tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit
sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau
sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah
pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal
sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis
terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan
waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%.
Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan
kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah
kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis
di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan
kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah
yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu
rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian.
Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena
berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada
pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi
dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol,
steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi
sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan
masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi
formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%)
dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan
tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki
aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta
pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4
(XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089
ppm dan 42,509 ppm.