Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Febi Ishfahani

53 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 142024: 22023: 162022: 112021: 4

EVALUASI PENGOBATAN DIARE AKUT NONSPESIFIK RAWAT JALAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK INSANI CITEUREUP

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak 56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi 95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%, tepat frekuensi pemberian 98,74%.

PERBEDAAN STABILITAS HEMODINAMIK OBAT KOMBINASI PROPOFOL-KETAMIN-MIDAZOLAM DAN KOMBINASI PROPOFOL-FENTANYL-MIDAZOLAM PADA INDUKSI ANESTESI PASIEN OPERASI DI RS SILOAM BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70 pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg. Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05 (0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk RR.

EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RS ANNISA CITEUREUP

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan pelayanan yang diberikanApoteker kepada pasien guna meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan resiko terjadinya efek samping. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik dan terkenal sebagai the silent killer. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi PIO yang diberikan kepada pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 di RS Annisa. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien mengetahui gambaran PIO terhadap pasien DM tipe 2 rawat jalan RS Annisa dan mengetahui gambaran kesesuaian PIO terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di RS Annisa. Penelitian dilakukan secara prospektif dimulai bulan Mei-Juni 2021 dengan databerupa pengisian formchecklist dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 141 sampel dengan jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 72,34% dan usia dengan pasien terbanyak yaitu usia lansia akhir 40%. Indikator PIO yang digunakan berupa nama obat, sediaan obat, indikasi obat, cara penggunaan obat, frekuensi pemakaian dan waktu sesudah atau sebelum makan sudah mencapai nilai 100%, selanjutnya untuk indikator PIO waktu konsumsi obat mencapai 96,45%, jumlahobat 69,50% dan dosis obat 46,80%, juga terdapat indikator PIO yang belum disampaikan berupa, cara penyimpanan, interaksi obat dan efek samping obat. Rata- rata kesesuaian PIO dengan SOP RS Annisa sebesar 67,70%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan tekanan darah meningkat diatas normal atau kurang dari 140/90 mmHg. Dalam penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kedung Badak, obat yang digunakan terdiri dari amlodipin dan kaptopril. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi melalui ketepatan penggunaan obat dan kesesuaian target tekanan darah. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, dan bersifat observasi yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September – November 2021. Sampel yang diambil sebanyak 83 pasien dengan metode purposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 46-55 tahun sebanyak 39 pasien (47%), jenis kelamin perempuan sebanyak 69 pasien (75%), penggunaan amlodipin sebanyak 79 pasien (95%), dan obat kaptopril yang diubah menjadi amlodipin sebanyak 4 pasien (5%). Hasil evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan; Evaluasi tepat pemilihan obat 51% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis 100% tepat dosis; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat interval/frekuensi 95% sudah tepat; Waspada efek samping 5% ada efek samping. Kesesuaian target tekanan darah berdasarkan JNC VIII 33 pasien (40%) sudah sesuai target.

GAMBARAN PERENCANAAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN PARETO ABC DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI KABUPATEN BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Analisis ABC atau pareto adalah suatu analisis yang dapat digunakan dalam menganalisa pola konsumsi perbekalan farmasi, dengan analisis ABC maka dapat membantu pihak manajemen menentukan pengendalian yang tepat untuk masing- masing kelompok obat dan menentukan obat mana yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Perencanaan obat adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat dengan kriteria yang tepat berupa jenis, jumlah dan harga obat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran untuk menghindari kekosongan obat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengelompokan sediaan farmasi yang dilakukan Apotek Kimia Farma Kusmayadi Bogor. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif,dapat dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Berdasarkan analisis ABC investasi terdapat obat yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak 369 jenis obat atau 13,43% dari seluruh sampel, menyerap 69,97%investasi, kelompok B sebanyak 485 jenis obat atau 17,66 % dari seluruh obat,menyerap 20,03% investasi. Sementara kelompok C sebanyak 1892 jenis obat atau 68,19% dari seluruh sampel item obat hanya menyerap sebesar 10% investasi.

PENGETAHUAN TENTANG SWAMEDIKASI DEMAM PADA MASYARAKAT DI DESA SANJA KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan salah satu dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Dasar hukum swamedikasi yaitu peraturan Menteri Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993 tentang standar obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter. Sebagian besar masyarakat dapat mengatasi demam dengan cara melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan pasien tentang swamedikasi mengenai demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi pada masyarakat RT.02 di Desa Sanja Kecamatan Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tipe penelitian deskriptif dan pendekatan prospektif. Besar sampel minimal dihitung menggunakan teknik Slovin. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik sosiodemografi responden yaitu perempuan (122 responden, 64,2%), usia lansia awal (46-55 tahun) (55 responden, 28,9%), pendidikan terakhir SMA (149 responden, 78,4%), serta pekerjaan karyawan (88 responden, 46,3%). Gambaran pengetahuan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (skor 76-100%) sebanyak 96 responden (50,5%), cukup (skor 60-75%) sebanyak 67 responden (35,3%), dan kurang (skor <60%) sebanyak 27 responden (14,2%). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi yang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu laki-laki (68 responden, 52,94%), usia lansia awal (46-55 tahun) (69,90%), perguruan tinggi (84,38%), serta PNS (87,50%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK ISPA NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2020

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa, demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember 2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%. Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DISLIPIDEMIA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RS BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria 47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIENRAWAT JALAN DI RUMAH SAKITANNISA CITEUREUP

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru, kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia 36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80 responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi, 36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam melakukan pengobatan tuberkulosis.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor, dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien, baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat

HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN GANJA TERHADAP PENYALAHGUNAAN NAPZA JENIS LAIN DI JABODETABEK

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada 60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak (21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.

PENGARUH KADAR GULA DARAH TERHADAP WAKTU RIGOR MORTIS (KAKU MAYAT) JENAZAH DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUD CIAWI BOGOR

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36 tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%. Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian. Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BIJI DAN TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089 ppm dan 42,509 ppm.