Profil penulis
day
40 karya publik ditemukan.
ANALISIS PERENCANAA OBAT DI RUMAH SAKIT AZRA DENGAN METODE ABC-VEN
SATABILITAS FISIK DAN UMUR SIMPAN SEDIAAN SERBUK KOMBINASI KOLANG KALING NANAS APEL
PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI AMLODIPINE DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKEMAS CIOMAS KABUPATEN BOGOR
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SWAMEDIKASI DENGAN METODE SERVQUAL DAN IPA (IMPORTANCEPERFORMANCEC ANALYSIS)DI APOTEK JATI BENING BEKASI
Jurnal Farmamedika Vol. 10 No. 2 Juli-Desember 2025
Jurnal Pharmaciana Volume 12 Nomor 2 Juli 2022
Medical Journal of Indonesia Vol. 33 Issue 2 Juni 2024
Jurnal Ilmiah Farmasi (JIF) Volume 21 No. 1 Januari-Juli 2025
Jurnal Ilmiah Farmasi (JIF) Volume 19 No. 1 Januari-Juli 2023
EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR
Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.
EVALUASI KUALITAS SPERMA PADA PRIA INFERTILITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN N- ACETYLSISTEIN DI KLINIK X
Infertilitas merupakan gangguan kesehatan reproduksi. Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan menghasilkan konsepsi setelah hubungan teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi setelah satu tahun. Sebanyak 30% penyebab pria infertilitas adalah kualitas spermatozoa yang abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sperma pria infertil sebelum dan sesudah menggunakan N-Acetylsistein. Desain penelitian retrospektif observational pada pasien infertil di klinik X pada periode Januari- Oktober 2019 dan diolah dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien pria infertilitas yang menggunakan NAC mayoritas pada rentang usia dewasa awal 26-35 tahun sebanyak 67%. Gambaran kualitas sperma pada parameter makroskopis sebelum dan sesudah NAC meliputi warna semen, bau, dan viskositas didapatkan hasil normal 100% dengan warna putih keruh, bau yang khas dan viskositas pada rentang 1.0 – 5.0.Pemeriksaan pH normal 90% rentang pH 7,2 – 7,8. Hasil pemeriksaan Volume menunjukan nilai normal sebesar 85% volume diatas 2ml. Gambaran mikroskopis meliputi total sperma yang diperoleh sebelum terapi NAC normal 37% dan sesudah normal 7%, total sperma bergerak sebelum terapi NAC normal 55% dan sesudah normal 5%, pada total sperma tidak bergerak sebelum diterapi NAC normal 47% dan sesudah normal 90%. Tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah terapi NAC pada parameter makroskopik dengan p value > 0,05 dan terdapat perbedaan pada parameter mikroskopik dengan p value < 0,05.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI KLINIK DERA AS-SYIFA KABUPATEN BOGOR
Infeksi saluran pernafasan merupakan salah satu penyakit menular utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian di seluruh dunia (Firda, 2018). Infeksi ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan menurut data RISKEDAS pada tahun 2018, total terdapat 1.017290 orang yang terinfeksi ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi pasien , mengetahui jenis antibiotik dan ketetapan penggunaan antibiotik berdasarka Pharmaceutical Care 2005 di Klinik Dera As-Syifa periode Januari - Maret 2023. Metode pengumpulan data adalah observasi pengumpulan data secara retrospektif terhadap seluruh data resep pasien dewasa awal dan dewasa akhir yang mendapatkan antibiotik selama periode pengambilan data di Klinik Dera As-Syifa. Dari penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosis ISPA dari resep sebanyak 86 pasien yang menjalani pengobatan di Klinik Dera As-Syifa periode Januari- Maret 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Penelitia menyimpulkan gambaran data sosiodemografi pasien ISPA di Klinik Dera As-Syifa paling banyak yang berjenis dengan jumlah laki-laki 49 pasien ( 57%), kemudian sosiodemografi usia 36-45 tahun berjumlah 44 pasien . Penggunaan antibiotik yang paling banyak dipakai yakni antibiotik Cefadroxil 51 orang (59%) dari pada antibiotik Ciprofloxacin 20 orang (23%) dan Amoxycillin 15 orang (18%). Ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA: benar pasien hingga 100%, benar indikasi hingga 100%, benar dosis hingga 100%, benar agen hingga 100%, benar frekuensi hingga 100%, dan salah Evaluasi jangka waktunya. Hingga 100% manajemen.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.
HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR
Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.
Evaluasi standar mutu pelayanan resep obat kategori waktu tunggu di apotek Garuda kota Sukabumi
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PASIEN BPJS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RIDOGALIH SUKABUMI
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM. Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata- rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium belum sesuai dengan SPM.