Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Triyani Sumiati

53 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 142024: 12023: 102022: 102021: 12

PENGARUH PEMBERIAN NEKTAR GULA KELAPA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%; dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.

AKTIVITAS INFUSA KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia. Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%, infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1 46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen, dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN ASETON

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86 untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.

EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas (L.) Poir) SEBAGAI SEDIAAN PEWARNA RAMBUT

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3 variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah dua perlakuan.. Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling banyak disukai oleh panelis.

Formula dan Evaluasi Sediaan Hair Mask Dari Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Pisang Raja (Musa Paradisiaca (L)) Sebagai Antioksidan.

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50 sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung 5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.

FORMULASI LIP CREAM DAN UJI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2 31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2 dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata- rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).

UJI KUALITAS MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) YANG DISUPLEMENTASI DENGAN KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2 jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20% (formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g, dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.

FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) dan AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.). Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96% daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol 96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96% daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga (Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian cycling test.

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 70% KOPI (Coffea canephora) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi. Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3 (0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari, Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3% menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat kesembuhan luka sembuh sempurna.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS ( Ananas comosus (L) Merr ) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN AIR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1 untuk ikatan O-H dan 2917,65 cm-1 untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1 untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1 untuk ikatan C-H.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas, L) DENGAN METODE GRANULASI BASAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan, dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi; kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD 2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2, didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut 20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves- cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan

FORMULASI MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA DAN HPMC

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis PVA dan HPMC terhadap karakteristik fisik sediaan masker peel-off. Metode penelitian ini adalah formulasi masker peel-off ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) dengan menggunakan kombinasi basis PVA dan HPMC. Tiga formula sediaan masker peel-off yaitu F1 (10%:2%), F2 (9%:3%) dan F3 (8%:4%). Formulasi yang didapat diuji karakteristik masker peel-off meliputi uji organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta waktu mengering. Berdasarkan hasil penelitian F3 menghasilkan karakteristik masker peel-off dengan viskositas yang sesuai syarat yaitu 2700 cps, pH 6, daya sebar 5,77 cm dan waktu mengering 20'19". Berdasarkan hasil evaluasi fisik semua formula dapat diformulasikan menjadi sediaan masker peel-off tetapi pada F1 dan F2 daya sebarnya tidak memenuhi persyaratan.

FORMULASI PEELING KRIM WAJAH EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM STEARAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun..Ubi..Jalar Ungu”(Ipomoea..batatas..L.)..mengandung”senyawa saponin, flavonoid, polifenol,”tanin,..dan”antioksidan yang tinggi. Salah satu pemanfaatan daun ubi jalar ungu secara topikal sebagai antioksidan adalah diformulasikan ke dalam bentuk sediaan farmasi.”Penelitian..ini..bertujuan..untuk”menghasilkan sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dan memperoleh informasi mengenai karakteristik kualitas fisik sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun..ubi..jalar..ungu meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, viskositas dan pH yang sesuai standar mutu sediaan farmasi. Sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dibuat dalam 2 formulasi dengan konsentrasi asam stearat F1 6% dan F2 8%. Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik,”uji..homogenitas,..uji..daya sebar,..uji..viskositas,..dan..uji..pH.”Kedua”formulasi”memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan peeling krim wajah. Namun, uji daya sebar tidak memenuhi kriteria. F1 memberikan hasil yang lebih baik dari F2 dengan hasil uji daya sebar mencapai 4,48 cm, uji viskositas sebesar 28.500 Cps, dan uji pH sebesar 6,4.

FORMULASI BODY GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun ubi jalar ungu diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid dan tanin yang mempunyai efektivitas antioksidan yang besar. Oleh karena itu ekstrak daun ubi jalar ungu dapat dibuat menjadi sediaan topikal yang dapat melindungi kulit. Formulasi body gel ekstrak etanol daun ubi jalar ungu sampai saat ini belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formula body gel tabir surya dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan mengevaluasi karakteristik fisiknya. Ekstrak kental etanol 70% daun ubi jalar ungu diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dievaporasi dengan rotary evaporator suhu 50oC hingga didapatkan ekstrak dan ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan waterbath suhu 40oC sehingga diperoleh ekstrak kental. Sediaan body gel tabir surya dibuat dalam tiga formula (F1, F2, F3) yang mengandung 1%, 2%, dan 3% ekstrak kental etanol 70% daun ubi jalar ungu, dan juga formula kontrol tanpa ekstrak (K(-)). Karakteristik fisik sediaan body gel tabir surya yang diperoleh dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar serta daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai body gel dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% dan semua formula yang didapatkan memiliki karakteristik fisik yang memenuhi syarat body gel yang baik, kecuali pada daya sebar. Dari ketiga formula, F3 dengan konsentrasi 3% termasuk formula gel yang baik dengan nilai viskositas 3.900, pH 6,3, daya lekat 03,56 detik.