2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian
penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan
resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan
rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang
sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain
itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl
ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl
dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep
dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar
resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum
depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober-
Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar
pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan
Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan
Formularium Nasional sebesar 100%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat
menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas
pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif,
teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data
diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang
menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan
Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak
98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden
merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang
diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor.
Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian
pada kepuasan pelanggan 80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan
metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84,
69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata
keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo
Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus
memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting
dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu
pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu
pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan
obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan
Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini
diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan
Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah
10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar
resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan
resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase
kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk
resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian
waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat
jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di
Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit
untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk
resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes
RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan
cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang
dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan
perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma
110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang
berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya
penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi
kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain
penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara
retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator
kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada
indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator
sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada
indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40
%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek
Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui
menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang
lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan
menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana
COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat
diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus
oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS
Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan
berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan
usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak
pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan
penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien
COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari
dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata-
rata lama rawat inap 9,73 hari.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat
untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini
swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Masyarakat membutuhkan pengetahuan
yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran pengetahuan dan perilaku
swamedikasi siswi SMK Farmasi Cipto kota Cirebon dalam menghilangkan nyeri
haid (dismenore). Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan
pengambilan data secara prospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 66
responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2020.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97% siswi SMK farmasi cipto kota
cirebon mengalami dismenore,
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan
antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka
terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang
melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani.
Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang
diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam
menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma
Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan
sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada
pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA
(Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat
bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance
Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap
kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat
kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas
dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan
kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada
persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan
rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat
berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks
kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021
serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari
penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total
pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian
378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958,
pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B
total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp.
682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B
sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis
ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B
terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Permenkes RI No.73 tahun 2016 penyimpanan sediaan obat
disusun memakai sistem FEFO dan FIFO untuk meminimalkan kerusakan serta
hilangnya jenis obat. Selain itu obat disusun berdasarkan alfabetis untuk
memudahkan dalam pengawasan serta pencarian jenis obat ketika dalam distribusi
obat ke pasien. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan
pada obat, kadaluwarsa dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Sartika
Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan
data secara prospektif pada bulan Maret 2021. Hasil penelitian ini menerangkan
bahwa sistem penyimpanan obat di Apotek Sartika berdasarkan kelas terapi,
bentuk sediaan, suhu dan alfabetis. Penyimpanan obat bebas mencapai persentase
98,6%, penyimpanan obat bebas terbatas mencapai 97,8% dan penyimpanan obat
tradisional mencapai persentase 80% sehingga sudah sesuai dengan Permenkes
No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan
antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien,
pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis
kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi
di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif
dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel
yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara
online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis
kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner
menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum
tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel
dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan
yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat
pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut
Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin
laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah
kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan
kurang.