Abstrak
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian 378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp. 682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).