2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul
tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul
atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat
memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik
atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70%
kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan
1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin,
tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang
dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji
Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai
IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut
sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah
formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi
mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar,
daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun
sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan
polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk
meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu
yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar
menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan
penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent
ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan,
dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi;
kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD
2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa
pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2,
didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut
20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir
06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves-
cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi
insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor
α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan
glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang
mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu
manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk
antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes
formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim
α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil
pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas
inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50
pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan
pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas
inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya
hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami
peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001
< 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam
penambahan konsentrasi pada sampel.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam
jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe
merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari
jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh
sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik
sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai
antikanker.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan
kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan
pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan
sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya
mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai
pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai
kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi
sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami
dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat
dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang
dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode
Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil
penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan
Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang
baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu tanaman
yang memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini
diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada
kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis
PVA dan HPMC terhadap karakteristik fisik sediaan masker peel-off. Metode
penelitian ini adalah formulasi masker peel-off ekstrak etanol 70% daun ubi jalar
ungu (Ipomea batatas L.) dengan menggunakan kombinasi basis PVA dan HPMC.
Tiga formula sediaan masker peel-off yaitu F1 (10%:2%), F2 (9%:3%) dan F3
(8%:4%). Formulasi yang didapat diuji karakteristik masker peel-off meliputi uji
organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta waktu mengering.
Berdasarkan hasil penelitian F3 menghasilkan karakteristik masker peel-off dengan
viskositas yang sesuai syarat yaitu 2700 cps, pH 6, daya sebar 5,77 cm dan waktu
mengering 20'19". Berdasarkan hasil evaluasi fisik semua formula dapat
diformulasikan menjadi sediaan masker peel-off tetapi pada F1 dan F2 daya
sebarnya tidak memenuhi persyaratan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau
polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid,
flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga
berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi
antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas
masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi
dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine
Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan
hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50
(Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50
diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari
ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai
dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2.
Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun
kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat
toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan
produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat
yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara
untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin
dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan
fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol
96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim
tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%
dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap
enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125
ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96%
daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun
beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan
bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan
pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan
metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.