BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui
menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang
lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan
menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana
COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat
diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus
oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS
Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan
berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan
usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak
pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan
penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien
COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari
dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata-
rata lama rawat inap 9,73 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan
berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan
oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir
dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat
inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di
RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam
medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari
2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%),
berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%).
Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus
oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8-
10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir
sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna
antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata
lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari.
Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 >
0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama
rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan antivirus untuk pasien COVID-19 mempunyai efektivitas yang
berbeda. Antivirus yang digunakan di Indonesia khususnya di RSUD Kota Bogor
adalah Favipiravir 200mg tablet dan Oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antivirus favipiravir 200mg
tablet dan oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini dilakukan pada 88 pasien yang
di rawat di ruang Sempur RSUD Kota Bogor dan telah memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan
menggunakan metode analisis data uji Mann Whitney test, dengan pengambilan
data Retrospektif pada periode Desember 2020 sampai Februari 2021. Data yang
di ambil meliputi, usia, jenis kelamin, catatan antivirus pasien, dan hasil RT-PCR
nilai CT-Value pasien. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak (69%) pasien
dengan jenis kelamin perempuan terkonfirmasi positif COVID-19, kategori usia
pada lansia awal 46-55 tahun sebanyak (40%), sedangkan penggunaan antivirus
yang banyak digunakan yaitu oseltamivir sebanyak (57%), pasien dinyatakan
sembuh dengan nilai CT-Value di atas 38-40 sebanyak (59%). Berdasarkan hasil
statistika menggunakan uji Kolmograv-Smirnov test dan uji Mann whitney test
nilai p (asymp sig.(2-tailed) menunjukkan hasil P-value < 0,05 (P= 0,000) artinya
ada perbedaan efektivitas antivirus favipirapir dan oseltamivir pada pasien
COVID-19 di RSUD Kota Bogor.