Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NANANG HERMAWAN

57 karya publik ditemukan.

2026: 52025: 192024: 62023: 162022: 72021: 4

GAMBARAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGETIKA DI APOTEK WYNETTA KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan terkait adanya kerusakan jaringan. Nyeri dapat diobati dengan swamedikasi. Pada pelaksanaannya, swamedikasi perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya kesalahan pengobatan akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku swamedikasi obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor mencakup gambaran sosiodemografi, profil swamedikasi konsumen yang membeli obat analgetika, gambaran perilaku pada aspek pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 89 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis secara Univariat pada aplikasi Statistic Product and Servicer Solution (SPSS) versi 26. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil mayoritas responden yang melakukan swamedikasi obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor adalah berusia 36-45 tahun (38%) berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan SMA (48%), bekerja sebagai karyawan swasta (45%), memiliki keluhan sakit kepala (30%) memilih obat parasetamol (37%) ,memilih tempat swamedikasi di apotek (82%), mendapat sumber Informasi dari pengalaman (44%). Konsumen di apotek Wynetta memiliki pengetahuan baik (65%), cukup 19 % , kurang 16 % , memiliki sikap baik 57%, cukup 37% , kurang 6% , dan memiliki tindakan baik 63%, cukup 28%, kurang 9%.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

GAMBARAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DI LINGKUNGAN RW 05 KELURAHAN KARADENAN CIBINONG BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%) sebesar 54%.

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).

PENGARUH SUPLEMENTASI TABURIA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA LEMAH DUHUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARINGIN, KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi, atau terbatasnya stimulasi yang mencukupi. Jika seorang anak kekurangan vitamin dan mineral,dapat menyebabkan cepat sakit dan pertumbuhannya melambat. Suplementasi vitamin dan mineral dalam penelitian ini berupa taburia. Taburia yaitu suplemen mikronutrien yang terdiri dari 12 jenis vitamin dan 4 jenis mineral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh suplementasi taburia terhadap kejadian stunting di Desa Lemah Duhur Wilayah Kerja Puskesmas Caringin, Kabupaten Bogor. Desain pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control periode Desember 2023 – Februari 2024. Data primer diperoleh langsung dari kegiatan posyandu. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 68 balita yaitu 34 anak kasus stunting dan 34 anak sebagai kontrol (tidak stunting). Pada hasil uji regresi logistik p-value = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara suplementasi taburia dengan kejadian stunting. Nilai Exp(B) 0,000007 yang menunjukkan pengaruh suplementasi taburia memberikan pengaruh sebanyak 0,000007 kali terhadap kejadian stunting.

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SEBELUM DAN SESUDAH DIEDUKASI TENTANG DAGUSIBU DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi 4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang DAGUSIBU.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP HASIL PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V. hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK ANTIPIRETIK DI MASYARAKAT KELURAHAN GUNUNG BATU KECAMATAN BOGOR BARAT

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29% pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar 32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%, kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570 dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.

HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Balita yang mengalami stunting, juga dikenal sebagai kerdil, memiliki panjang atau tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata anak seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, termasuk anemia yang terjadi saat hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat anemia selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Oktober – Desember 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas X Kabupaten Bogor. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling berjumlah 107 balita. Analisis menggunakan uji korelasi Phi Cramer’s V dengan hasil nilai menunjukkan bahwa dari total 107 balita didapatkan balita stunting dengan tidak ada riwayat ibu anemia sebanyak 45 (42,1%), dan balita stunting dengan riwayat ibu anemia sebanyak 25 (23,4%). Hasil uji korelasi Phi Cramer’s V nilai P-Value = 0,071. Artinya nilai P-Value > α = 0,05, maka H1 ditolak yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat anemia selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas X Kabupaten Bogor.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN RAWAT INAP DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam tifoid disebabkan adanya resistensi terhadap Salmonella typhi, umumnya pengobatan demam tifoid menggunakan golongan sefalosforin generasi ketiga. Jenis pengobatan antibiotik pada penelitian ini menggunakan seftriakson dan sefotaksim. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik Seftriakson dan sefotaksim di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah data rekam medik pasien demam tifoid selama periode Januari – Desember 2022 dengan jumlah 91 pasien. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase pada Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukan pasien dengan rentang usia paling banyak adalah 17-25 tahun sebanyak 44 pasien (48%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (58%). Dari hasil penelitian pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit X periode Januari – Desember 2022 dapat disimpulkan persentase pada pemberian antibiotik seftriakson yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 84%. Sedangkan pada pemberian antibiotik sefotaksim yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 100%.

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK FARMASI 3 KECAMATAN BABAKAN MADANG KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan konsumen terjadi ketika apa yang diharapkan oleh mereka berbeda dengan kenyataan dari hasil kerja yang mereka terima. Kualitas pelayanan adalah kualitas jasa merupakan sesuatu yang dipersiapkan oleh pelanggan yang meliputi 5 dimensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, kualitas pelayanan, tingkat kepuasan dan hubungan kualitas dan tingkat kepuasan di Apotek Farmasi 3. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non-eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling yang melibatkan 100 pelanggan sebagai sampel. Hasil dianalisa menggunakan SPSS 26 dengan uji Somer’d. Kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Farmasi 3 dimensi bukti langsung kategori baik (90%), dimensi keandalan kategori baik (91%), dimensi ketanggapan kategori baik (77%), dimensi jaminan kategori baik (69%), dan dimensi empati kategori baik (63%). Tingkat kepuasan pelanggan Apotek Farmasi 3, secara keseluruhan kategori sangat puas (75%) . Hasil pengujian secara Somers’d menunjukkan bahwa dimensi bukti langsung, keandalan, ketanggapan, jaminan dan empati memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pelanggan dengan nilai p-value 0,000<0,005.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI GIGI PADA PASIEN DI APOTEK BUNDA 2 KARADENAN TAHUN 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala yang dialami dengan menggunakan obat tanpa resep. Dalam pelaksanaannya, swamedikasi dapat menimbulkan masalah terkait obat jika tidak dilakukan dengan benar. Masalah terjadi karena keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan obat untuk swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku mengenai swamedikasi nyeri gigi di Apotek Bunda 2 Karadenan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 sampel/responden didapatkan melalui teknik Total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien memiliki tingkat pengetahuan baik (76%). Perilaku masyarakat termasuk ke dalam kategori baik (66%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai swamedikasi nyeri gigi dengan nilai signifikansi p value 0,002.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI POLI RAWAT JALAN EKSEKUTIF RUMAH SAKIT KARTIKA KASIH SUKABUMI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan kepuasan yang dirasakan pasien setelah menerima pelayanan. Kualitas pelayanan terdiri dari 5 dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien, analisis tingkat kepuasan pasien serta kualitas pelayanan yang diberikan di Poli Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Kartika Kasih Sukabumi. Desain penelitian menggunakan metode ServQual pengukuran tingkat kepuasan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Jumlah sampel penelitian adalah 100 pasien dengan instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas. Sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 56%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 38%, pendidikan terbanyak perguruan tinggi 54%, dan pekerjaan terbanyak pegawai swasta 35%. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) dari lima dimensi kehandalan (80,73%) ketanggapan (80,47%), jaminan (81,19%) empati (79,77%), dan bukti langsung (81,94%). Hal-hal yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki pada kuadran I meliputi; kecepatan pelayanan terhadap pasien, obat tersedia dengan lengkap, petugas cepat tanggap terhadap keluhan pasien tentang obat atau pengobatan, pasien mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang pelayanan yang diberikan selama berobat di Poli Rawat Jalan Eksekutif, obat yang diberikan sesuai dengan resep, lokasi Poli Rawat Jalan Eksekutif mudah dijangkau.

ANALISA EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT PREGABALIN DAN GABAPENTIN PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS. BMC MAYAPADA BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran nyeri neuropati, lokasi nyeri dan perbedaan efektivitas penggunaan obat pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan pregabalin dan gabapentin. Kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada penggunaan pregabalin didapatkan penurunan skala nyeri dengan rata-rata sebesar 0,87 dan pada penggunaan gabapentin didapatkan penurunan rata-rata sebesar 0,78. Pada hasil ujistatistik U-Mann-Whitney nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan efektivitas pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik selama 2 minggu.