2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi
pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang
tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis
ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level
di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan
data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh
enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat
kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil
penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung
terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat
33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan
hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item
(45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item
(54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut
menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan
Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang
mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa
obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta
sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru,
kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain
melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung
ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan
oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di
daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis
dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer
yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut
sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia
36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah
jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase
terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan
persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat
pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk
mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80
responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi,
36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam
melakukan pengobatan tuberkulosis.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk
mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pasien yang puas terhadap
pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa
pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau
bahkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data
sosidemografi dan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Medika Dramaga Bogor.
Penelitian ini bersifat prospektif observasional, dimana data yang digunakan
adalah data primer berupa kuesioner, kemudian diolah dengan menggunakan
aplikasi spss versi 17. Berdasarkan hasil penelitian dari 100 reseponden
menunjukkan jenis kelamin perempuan sebanyak 65%, usia 36 – 45 tahun
sebanyak 45%, tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK 47% dan responden
pedagang sebanyak 23%. Data menggunakan analisis univariat menunjukkan
kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian bahwa dimensi keandalan
sebesar (89%), ketanggapan (79%), empati (78%), jaminan (80%), dan bukti
langsung (75%). Rata–rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Medika Dramaga Bogor 2020
pasien merasa puas sebesar (80%).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan pengobatan tuberkulosis berlangsung
cukup lama dan memerlukan tingkat kepatuhan tinggi untuk mencegah resistensi.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pengobatan adalah
faktor predisposing meliputi sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan), pengetahuan, dan sikap. Faktor enabling meliputi ketersediaan sarana
atau fasilitas kesehatan dan faktor reinfactoring yaitu dukungan keluarga dan peran
PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
faktor predisposing dan faktor reinfactoring terhadap kepatuhan dalam
pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini 67 sampel ditentukan dengan
metode purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner.
Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa variabel faktor predisposing dan faktor reinfactoring dengan
kepatuhan dalam pengobatan TB paru dengan nilai (p-value < 0,05) adalah
ditunjukan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p value = 0,514), sikap
responden (p value = 0,233), motivasi keluarga (p value = 0,117), dan peran PMO
(p value =0,077).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks ,
ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau
dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan
menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama
yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi,
yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada
pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi
meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data
yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun
periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak
dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran
penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal :
Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal :
Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi
atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien
(30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat
antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%,
tepat frekuensi pemberian obat 97%.