Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Antipsikotik
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penggunaan kombinasi obat antipsikotik dalam pengobatan skizofrenia meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia yang masuk ke dalam kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26- 35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Ditemukan seluruhnya berpotensi mengalami kejadian interaksi obat sejumlah 153 kejadian (100%). Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT FMC BOGOR

2021Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks , ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi, yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal : Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal : Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien (30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%, tepat frekuensi pemberian obat 97%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail