BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan
betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan
sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas
mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum
ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L)
15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit
merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara
cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles,
selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik
sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika
penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa
masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu
diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna
alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif
untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai
pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3
variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada
rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi
dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat
muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan
sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah
dua perlakuan..
Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna
rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena
memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan
iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada
viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya
sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan
beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling
banyak disukai oleh panelis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis
tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman
bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan
yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total
antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai
pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi
menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan
serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah
diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk
ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada
sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2
31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik
sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan
tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2
dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata-
rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan
konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari
konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah
konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung
bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika
yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut
dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah
(Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental
diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator
kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel
pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang
berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan
berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan
F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5
hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran
5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan
gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan
warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas
terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias
terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi
perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi
pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan
aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.