BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Asma merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi fungsi penderitanya
baik dari gejala, keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan fungsi emosi, sehingga
dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kualitas hidup pasien penderita asma dan hubungan antara
karakteristik pasien dan terapi asma yang digunakan dengan kualitas hidup pasien
penderita asma di Rumah Sakit Islam Bogor. Metode penelitian menggunakan
cross sectional yang bersifat observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui
pengisian kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ), dan
penelusuran rekam medis sebanyak 53 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik terbanyak
pasien berusia 46-55 tahun 30%, jenis kelamin perempuan 77%, pekerjaan IRT
47%, durasi asma >10 tahun 47%, tidak ada riwayat keluarga 57%. Terapi obat
asma terbanyak digunakan Agonis β-2 adrenergik, Kortikosteroid dan Metilxantin
41%. Gambaran kualitas hidup pasien asma sebesar 62,26% kurang baik dan
37,74% baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna
antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien penderita asma nilai
p-value < 0,05, sedangkan untuk karakterstik pasien (usia, pekerjaan, durasi asma,
riwayat keluarga, riwayat alergi) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan
nilai p-value > 0,05. Untuk hubungan terapi asma dengan kualitas hidup tidak
terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan
dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2
di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental
selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah
53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi
sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes
Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas
hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status
pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup
(p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat
perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada
monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada
kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden
(26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik
sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10
responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik
sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan
nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup
lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas
hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.